LAPORAN AKHIR TAHUN 2013 kerjasama LPKP dan Pertamina EP

Program  Peningkatan Pendapatan Masyarakat melalui Pembiakan Kambing dengan Sistem Kawin Alami Desa  Kalisumber Kec. Tambakrejo di Kabupaten Bojonegoro Tahun 1

 (Maret 2013 – Februari 2014)

Bekerjasama  LPKP dengan PERTAMINA EP

  1. Sosialisasi awal program kepada Pemerintah Kabupaten Bojonegoro yang kita laksanakan di awal bulan maret dengan beberapa kegiatan sebagai berikut :
  • Kegiatan  sosialisasi program dengan Pemkab Bojonegoro dilakukan pada bulan Maret 2013 Di Dinas Peternakan dan Perikanan Kab. Bojonegro 20 orang
  • Peserta yang hadir adalah dari Dinas Peternakan,  POLSEK Tambakrejo, Koramil, Kecamatan, Pemdes

Pemerintah Kabupaten Bojonegoro mengetahui dan mendukung program yang akan dijalankan LPKP atas dukungan dari Pertamian EP. Bentuk dukungan yang diberikan adalah memberi izin dalam pelaksanaan program, kemudahan dalam hal akses informasi, pengorganisasian masyarakat, bahkan dimungkinkan ada sinergitas program yang akan dikembangkan pemerintah lokal dengan program yang sedang dikembangkan LPKP

Sehingga untuk kelanjutan program Peningkatan Pendapatan Masyarakat ini Desa Kalisumber ditetapkan sebagai desa untuk pengembangan kambing setelah Desa Napis untuk daerah sapi.

 2.      Sosialisasi program kepada masyarakat

  • Peserta kegiatan sosialisasi  ini adalah tokoh masyarakat, Pemdes, Kecamatan dan mantri ternak. Yang dilakukan bulan Maret di Balai Desa Kalisumber
  • Masyarakat mengetahui, memahami dan mendukung program ternak kambing dan domba yang ada di wilayahnya
  • Respon masyarakat cukup baik dengan adanya program ternak kambing dan domba di wilayahnya

Walau ada kendala di pemahaman masyarakat bahwa Ada anggapan di masyarakat program yang akan dilakukan oleh LPKP bersama Pertamina EP adalah memberikan bantuan kambing ke masing-masing anggota kelompok sebagai milik pribadi dan tidak ada perguliran.  Sehingga membutuhkan intensitas kunjungan dalam memberikan pemahaman pada anggota bahwa hal tersebut tidak benar

3. Kajian desa secara partisipatif (PRA)

Kajian PRA ini dilaksanakan pada tanggal 21 Maret 2013 yang di ikuti oleh tokoh masyarakat, pemdes dan masyarakat penerima manfaat program.  Dilaksanakan di Balai Desa Kalisumber dengan peserta 90 orang dari acara tersebut  diperolehnya data terkait dengang masing dusun yg ada di Desa Kalisumber dan  potensi, kebutuhan dan permasalahan serta solusi penyelesaiannya diantaranya, pertanian, peternakan, sanitasi, infrastruktur dsb.

Sehingga LPKP belum bisa membantu semua program tersebut dan hanya fokus pada Peningkatan Pendapatan Masyarakat dengan cara budidaya kambing di desa Kalisumber

4.  Pembentukan kelompok ternak kambing

Terbentuk 3 kelompok ternak adalah sebagai berikut

–     Kelompok ternak ”Maju Jaya” Desa Kalisumber.

–     Kelompok ternak ”Sumber Barokah” Desa Kalisumber

–     Kelompok ternak “Barokah Jaya” Desa Kalisumber

Pembentukan kelompok ini dimaksudkan untuk mempermudah, keberhasilan pengorganisasian  untuk pemberdayaan masyarakat.

 5.   Pelatihan ternak kambin

Kegiatan pelatihan ternak kambing diikuti oleh anggota kelompok penerima manfaat dan didukung penuh  oleh Pemdes yang dilaksanakan secara bertahap di 3 kelompok binaan yang telah di bentuk saat PRA, sedangkan pelaksanaan Pelatihan itu adalah :

–     Tgl 12 April 2013, Kelp Maju Jaya Ds Kalisumber , diikuti 30 org

–     Tgl 16 April 2013, Kelp. Sumber Barokah Desa Kalisumber, diikuti 30 orang

–     Tgl 17 April 2013, Kelp. Barokah Jaya Desa Kalisumber, diikuti 30 org

Hasil pelatihan ini adalah pengetahuan peternak menjadi lebih baik, mulai dari persoalan pakan, perkandangan, perkawinan cara pemilihan bibit serta cara pencegahan dan pengobatan penyakit pada kambing, karena selain materi teori juga langsung diajak praktek di kandang. Walau kita sadar bahwa pelatihan ini hanya membuka wawasan peternak sekilas saja.

Ada rencana tindak lanjut yang dilakukan oleh kelompok dalam kaitannya dengan beternak kambing. Hambatan yang mungkin terjadi adalah bahasa teknis ternak yang mungkin kurang difahami tentunya pelatihan ini akan diulang sesuai kebutuhan peternak saat pelaksanaan pertemuan rutin yang dilaksanakan tiap bulan.

 6. Lokakarya Perguliran Kambing & Rapat Koordinasi dengan Stakeholder

Lokakarya ini diharapkan masyarakat  menyadari bahwa bantuan kambing ini bukan semata mata untuk pribadi tetapi ada perguliran ke masyarkat yang lain sehingga kenapa lokakarya ini di gelar.  Sehingga ada beberapa capaian sebagai berikut :

  • § Terbentuknya tata aturan perguliran Kambing yang telah di bagikan ke 90 anggota 3 Kelompok di Desa Kalisumber
  • § Pelaksanaan Lokakarya di Rumah Bapak Kasun Jambe Abdul Karim
  • § Peserta Lokakarya adalah Pertamina EP, PTP Tambakrejo,Pemdes, Perwakilan dari anggota Kelompok.

Belum semua anggota kelompok setuju di lakukan perguliran kambing kepada anggota masyarakat,  sehingga perlu sosialisasi di tiap kelompok saat pertemuan rutin dan menghubungi beberapa tokoh masyarakat sehingga tubuh kesadaran berbagi, bagi anggota kelompok yang belum memahami perguliran.

 7.       Pengadaan kambing dan domba jantan untuk kelompok ternak

Jumlah kambing dan domba jantan yang tersebar di tujuh kelompok sebanyak 99 ekor (Jenis Betina Jawa randu 77  ekor, Betina Domba 13 ekor, Jantan PE 7 ekor dan Jantan Garut 2 ekor) dengan perincian masing-masing desa sebagai berikut :

–     Kelompok Maju Jaya, 30 ekor betina Jawarandu dan 3 PE Jantan

–     Kelompok Sumber Barokah

20  Jawarandu 10 betina domba, dn pejantan 2 ekor PE dan 1 ekor Garut

–     Kelompok Barokah Jaya Desa Kalisumber, 27 Jawarandu betina, 3 betina gibas dan pejantan 2 PE dan 1 Garut

 Fungsi kambing dan domba jantan kelompok adalah sebagai pemacek, yaitu untuk mengawini kambing dan domba betina yang dimiliki oleh anggota kelompok, sehingga diharapkan bisa terjadi perbaikan keturunan

 

  1. 8.            Pertemuan Rutin

 

  • Pertemuan rutin kelompok dilakukan setiap bulan sekali di rumah pengurus kelompok dan Mushola sekitar anggota
  • Agenda yang dibahas adalah perkembangan kegiatan dan persoalan yang muncul dalam berkelompok serta mencari solusi atas persoalan tersebut, bahkan ada kelompok ternak yang membuat arisan.

Saat pertemuan rutin kelompok ternak tiap bulan, ada materi  yang disampaikan berkaitan dengan persoalan ternak kambing dan domba (pemantapan hasil pelatihan).

Bahkan beberapa kali pertemuan rutin diadakan dengan inisiatif kelompok tentang materi yang diajarkan sehingga kebutuhan kelompok terpenuhi dan semangat beternak semakin meningkat. Walaupun ada beberapa kendala kehadiran sehingga pertemuan rutin disesuaikan dan dilaksanakan malam hari, dengan harapan semua anggota bisa hadir dalam pertemuan rutin,

 9.      Studi banding

Kegiatan studi banding di lakukan tanggal 20 Agustus yang d ikuti 110 peserta yang terdiri dari PEMDES, 90 anggota kelompok Binaan

  • Tempat yang dikunjungi adalah Balai Besar Inseminasi Buatan Singosari (BBIB), ditempat ini peternak belajar  tentang deteksi birahi kambing, inseminasi buatan pada kambing, cara penanganan kambing yang baru melahirkan, serta pengelolaan pakan. Kemudian peserta diajak bekeliling BBIB untuk melihat secara langsung aktivitas yang dilakukan di BBIB Singosari serta melihat tenak kambing dan sapi yang dipelihara oleh BBIB. 
  • Tempat lain yang dikunjungi adalah Kelp. Ternak Mitra Ternak Sejahtera yaitu peternakan kambing etawa dan jenis yang lainnya yang dikelola oleh Bapak Arif yang berdiri sejak tahun 2008.  Di tempat ini para peternak belajar tentang penanaman pakan kaliandra, perawatan kambing etawa serta penataan kandang yang sesuai dengan standart.

Dalam Kunjungan ke Kelompok Ternak Mitra Ternak Sejahtera disusun  Rencana Tindak Lanjut (RTL) untuk kegiatan kelompok selama tahun pertama (2013).  Walau ada beberapa kendala waktu yang sempit dan bahasa  yang kurang di pahami.

 10, Penanaman rumput odot, Kaliandra bantuan dari LPKP dan Pertamina EP.

  • § Kegiatan ini dilakukan pada bulan Juni 2013 – Februari 2014 di 3 kelompok yang mendapatkan pendampingan dari LPKP
  • § Pemberian bantuan bibit rumput odot dari LPKP bertujuan untuk ketersediaan pakan ternak kambing dan domba di masing-masing kelompok
  • § Jumlah bibit Kaliandra sebanyak 500 stek
  • § Kaliandra yang diberikan ke kelompok dalam bentuk batang dan biji, jumlah biji kaliandra yang disebar kelompok 3 kg yg diberikan secara bertahap.

 Kendala yang muncul adalah musim kemarau sehingga penanaman kurang berhasil selanjutnya pada bulan Desember dilakukan penanaman kembali dengan luasan 3 x 50 meter yang dilakukan kelompok Maju Jaya dalam satu lokasi dengan harapannya kedepan perawatannya lebih mudah.  Kedepan penanaman pakan leguminusa sehingga saat musim kemarau tanaman bisa terus tumbuh.

 11.Pembuatan kandang

 Pembuatan kandang kelompok per Januari 2014 :

  • § Kelompok Maju Jaya  telah membuat 5 Unit kandang panggung
  • § Kelompok  Sumber Barokah  telah membuat  6 unit kandang panggung

 Kelompok Barokah Jaya telah membuat 8 unit kandang panggung.  Meningkatkan kesadaran akan pentingnya kandang panggung bagi :

  • Kesehatan ternak
  • Efisien Waktu perawatan

 Tetapi yang paling penting dari semua Itu adalah tumbuhnya kesadaran masyarakat karena kandang yang di bangun dengan swadaya baik dengan membangun sendiri ataupun dengan model “sambatan” ( gotong royong sehingga pembangunan kandang panggung bisa terlaksana dengan baik dan cepet ) dan pembelajaran antar anggota kelompok peternak bisa terjadi dengan cepat.

Demikian pula kandang yang biasa ada dalam rumah sesuai dengan perkembangan pemikiran mulai berubah sehingga Nopember 2013 banyak kandang dibangun di luar rumah, dan ini membuat lebih sehat bagi lingkungan dan keluarga peternak.

 12. Perkawinan alami dengan pejantan kelompok

 Keturunan yang sudah dihasilkan dari pejantan yang dimiliki kelompok sampai pada bulan Jan 2014 adalah 52 ekor dengan perincian sebagai berikut:

 Kelompok  Maju Jaya

  • Jumlah kambing yg beranak 8 ekor dengan jumlah anakan kambing 15 dgn 5 jantan dan 10 betina
  • Bunting 8 ekor
  • Mati 1 ekor
  • Dijual 9 ekor 

 Kelompok  Sumber Barokah

  • Jumlah anakan 26 ekor dengan rincian 14 Jantan dan 12 betina
  • Jumlah kambing yg beranak 15 ekor
  • Bunting 2 ekor
  • Mati 1 ekor
  • Dijual 9 ekor

Kelompok  Barokah Jaya

  • Jumlah kambing yg beranak 8 ekor dengan jumlah anakan kambing 11
  • Bunting 1 ekor
  • Mati 1 ekor
  • Dijual 1 ekor

13. Pembuatan Pakan Fermentasi

 Dilaksanakan di tiap kelompok bulan september 2013

  • Pakan fermentasi berhasil dengan baik di tiap kelompok
  • Kendala yang terjadi, ketidak berhasilan dari  pakan fermentasi adalah jumlah

yang sedikit karena dengan jumlah yang sedikit pembuatan pakan tidak efektif dikarenakan sekali membuat pakan bisa untuk 1 bulan tanpa membuat lagi, sesungguhnya ini baik tapi terkadang hal ini membuat peternak kurang gairah.

14. Pendampingan dan konsultasi ternak

  • Pendampingan secara intens dilakukan oleh para pendamping lapang yang  bertangung jawab kepada satu  kelompok
  • Pendampingan yang dilakukan secara informal dengan pendekatan kepada pengurus dan anggota kelompok, sedangkan secara formal lewat pertemuan pengurus dan pertemuan rutin kelompok

Untuk kegiatan pendampingan selalu melibatkan konsultan dan dinas terkait, sehingga jika ada persoalan yang terkait dengan ternak kambing yang dimiliki oleh anggota kelompok atau masyarakat, bisa segera untuk dicarikan jalan keluarnya

15. Terlibat dalam kontes kambing

Dilaksanakan dalam rangka hari jadi Kabupaten Bojonegoro pada tanggal 4-5 Juni  2013, di Kec. Sumberwaras

Masing masing kelompok Mengeluarkan pejantan PE

  •  Terjadi sharing pengalaman dengan para peternak yang berhasil memelihara kambing juara.
  • Terbangunnya komunikasi dan jaringan dengan kelompok ternak lain.
  • Peternak mengetahui berbagai jenis kambing dan domba yang berkualitas

 16. Studi Banding Kelompok Ternak USTAN MANDIRI Desa Dologgede Kecamatan Tambakrejo

  • Peningkatan pemahaman langsung pengurus kelompok akan pentingnya pakan ternak fermentasi
  • Melihat efisiensi pemeliharaan Domba 30 ekor hanya dengan pakan Fermentasi

Praktek langsung pembuatan pakan fermentasi di ustan mandiri

Kelompok Ustan Mandiri ini merupakan kelompok yang sudah menerapkan pembuatan pakan fermentasi secara total dengan alat alat pendukungnya, sehingga di harapkan bisa menjadi inspirasi bagi kelompok ternak di Desa Kalisumber kec. Tambakrejo Kab. Bojonegoro

 17.  Perubahan minat masyarakat akan beternak kambing juga semakin meningkat

 Perubahan minat masyarakat Desa Kalisumber  sejak  memahami bahwa kambing merupakan sumber mata pencarian atau pendapatan yang efisien  bukan hanya prestice saja.

  • Kambing bisa di jual sewaktu waktu sesuai kebutuhan sehingga tanpa kesulitan lagi mencari seperti saat menjual sapi ( kebutuhan uang yang kecil sehingga kalau menjual sapi akan ada kelebihan uang yang lebih banyak sehingga kalau membeli sapi yang lebih kecil akan rugi)
  • Pemeliharaan yang semakin mudah setelah ada pengetahuan baru karena sebelumnya pemahaman masyarakat bahwa memelihara kambing akan sulit karena harus makan rambanan sedangkan sapi lebih muda.
  • Demikian pula asumsi bahwa pemeliharaan sapi yang menimbulkan prestice perlahan mulai luntur dengan kemudahan pemeliharaan dan keuntungan kambing.

 18. LOKAKARYA  EVALUASI DAN   PERENCANAAN  1 TAHUN

  • Dilaksanakan 26 Februari 2014
  • Diikuti 40 peserta dari Dinas Peternakan & Perikanan, Kec, PTP dan Pemerintahan Desa serta 8 orang pengurus  tiap kelompok
  • Mengevaluasi dan membuat RTL tahun ke 2 (2014)

 Kendala – Kendala

  • Pemahaman masyarakat tentang perguliran kambing bantuan, yang sampai sekarang dipahami sebagai hasil kerja bukan merupakan program yang 3
  • harus digulirkan kepada masyarakat sehingga program ini bisa diduplikasi dengan benar.
  • Peningkatan pemahaman tentang budidaya kambing menyebabkan minat beternak kambing meningkat menimbulkan kebutuhan modal kerja yang tinggi
  • Program program pinjaman pemerintah yang mensyaratkan jaminan merupakan kendala tersendiri

Solusi

  • Melibatkan tokoh masyarakat baik di pemerintahan desa maupun ulama yang bisa bekerjasama untuk memberikan pemahaman tentang hak dan kewajiban orang lain dalam perguliran kambing.
  • Peningkatan pemahaman bahwa perguliran itu sebagai keberhasilan kelompok ternak dalam berorganisasi di masyarakat.
  • Melakukan pendampingan dalam pengurusan sertifikat yang telah dilakukan masyarakat, sehingga cepat selesai serta tidak terjadi penyimpangan dalam proses menjadi sertifikat.

 Rencana Tindak Lanjut

Kelompok Maju Jaya

  • Usulan pengadaan Cooper ke dinas terkait (sudah mengajukan proposal ke Dinas)
  • Pengembangan Simpan Pinjam ( setuju ada simpanan Pokok, Wajib dan sukarela)
  • Penanaman rumput Odot dan kaliandra
  • Penguatan kelompok dengan pemanfaatan buku2 kelp.

Kelompok Sumber Barokah

  • Pengajuan Mini feedmill (Pengolah Pakan Kering)
  • Pengajuan indukan kambing ke Dinas Peternakan dan perikanan
  • Peningkatan Dana Usaha dan Koperasi Ternak
  • Penanaman bibit Odot di hutan
  • Pelatihan tentang penyakit ternak
  • Pendirian POS pelayanan kesehatan ternak

 Kelompok  Barokah Jaya

  • Pengajuan Mini Feed Mill
  • Peningkatan modal usaha ternak baik perorangan ataupun kelompok
  • Pelatihan Koperasi bagi kelompok
  • Pembuatan kandang Bersama
  • Terciptanya pedagang ternak di kelp.
  • Rencana perguliran kambing akan di bicarakan dalam pertemuan rutin kelompok 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: