PANEN RAYA DI BOJONEGORO

Kali ini perjalanan di mulai dari Desa Lemujut Kec. Krembung setelah seharian mencari domba di Kec. Krembung khususnya Desa Wangkal.   Mulailah perjalanan dari desa Kelahiran saya Lemujut jam 13.00 WIB  di waktu malam menuju ke Surabaya untuk menjemput BOS  LAGZIS Mas Deddy  Wahyudi karena berangkat dengan team Lagzis sejumlah 14 orang.

Setelah istirahat sebentar kita menuju ke Bojonegoro tepat pukul 05.00 setelah sholat subuh dan sampai di Bojonegoro pukul 08.00  pagi,  dan langsung ke lahan telah menunggu banyak petani memanen hasil pertanian padi jenis IIRI dengan model pertanian organik walau untuk 100% kita belum karena ya baru mulai satu periode tanam.

Karena kita harus realistis untuk 100 % organik kita harus mengkondisikan 5 tahun tanpa kimia,  lha duwitnya siapa yang sanggup tanpa mengerjakan selama itu sehingga kita memulainya secara bertahap menuju organik dengan dana dan fasilitas yang ada.

Yang jelas dengan pertanian model kita ini bisa penghematan luar biasa kenapa seperti itu karena kita hanya membutuhkan bahan :

Dolomit untuk menstandarkan Ph tanah,  lalu microba yang berfungsi menyuburkan sebanyak 1 liter untuk 1 Ha sawah atau lebih kalau ada masalah dengan harga 15000 / liter (murah kan), dan pupuk kandang seperlunya sesuai dengan kesuburan tanah, benih hanya sedikit karena kita pakai pola SRI sehingga hanya butuh 1 butir padi untuk sekali tanan per lubang (kecil kan) tapi karena di bojonegoro banyak keong mas   sehingga kita tanam 3 butir per lubang (untuk jagani yang kemakan keong OK),

Jadi ongkos garap bisa di minimalkan gak pakai  urea, KCL apalagi pestisida dan hasil yang diterima cukup luar biasa karena di Bojonegoro belum ketahuan hasilnya tapi yang kita laksanakan di Kepanjen Malang hasilnya 14,5 Ton per Ha nya.

Setelah panen kita diskusi bareng dengan PPL  Bojonegoro yang dengan antusias menawarkan kerjasama penanaman 5 Ha dengan harapan saat panen Bapak Bupati Bojonegoro bisa ikut panennya.  Mungkin karena tujuannya untuk Bapak Bupati yang terhormat maka lahan di pilih di tepi jalan heeee tahu gak dalam hati saya berfikir kenapa ya musti di pinggir jalan hanya untuk seorang Bupati.

Kalau aja semua orang berfikir seperti PPL ini maka saya yakin Indonesia gak akan maju karena otak Bupati gak pernah ada kendala dan penuh dengan orang cari muka yang selalu baik maaf  bapak PPL semoga kita semua di kasih rahmad oleh Allah  Amin  …..

Setelah lepas kangen di rumah seorang PPL yang alumni Pertanian Brawijaya kita pulang menuju Malang untuk meneruskan aktifitas di Palatihan Peternakan Domba yang rencana kita laksanakan hari Selasa di Peniwen dan Rabu di Villa Domba Cak Arif Singosari  Malang.

Salam,

Cak Arif

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: