21 MATI= Rp. 30000

Melihat berita dan tayangan TV, muka ku seperti kena tampar

segitukah kemiskinan itu, apa ada orang yang lebih miskin dari aku

punya rumah tidak bisa memperbaiki, punya sepeda tapi sibuk

ngangsur dan apapun milikku terkadang lihat orang yang berjalan

dengan sombong sampai nek di otakku.

Kemarin aku sempat jalan ke arah Pamekasan madura sepanjang

perjalanan aku bingung apa aku yang aneh ataukah masyarakat sudah

demikian melenceng sehingga tanpa malu membuat rumah dengan

megahnya sedangkan rumah sekelilingnya seperti gubuk reyot

beralaskan tanah.  Apalagi rumah reyot tersebut merupakan pegawai

dari rumah besar tersebut sehingga otak saya berfikir masih

pantaskan orang yang mempunyai rumah bak istana itu merasa

terhormat atau bahkan minta dihormati, atau bahkan berangkat haji

sampai 5 kali apakah hajinya bisa dikatakan mabrur atau malah mabur

aku gak tahu.

Saya masih ingat sekali saat saya diminta Bapak mertua untuk jual

tanah di sebelah Araya Malang yang sampai sekarang belum laku-laku
dalam pembicaraan kenapa kok beli rumah di perumahan bukan bangun

aja di tanah yang di jual tersebut, dengan santainya Bapak bilang

dulu Aku gak tega bangun rumah yang mewah karena sekeliling rumah

masih banyak gubuk.  Dengan alasan inilah Bapak harus beli rumah di

komplek perumahan Araya ya untuk menjaga hati aja dan nyaman walau

aku sampai saat ini masih merasa risi dengan cerita ini karena kok

gak ada perbuatan yang bisa membantu?  tapi inilah kenyataan hidup.

Melihat tayangan TV One lebih parah lagi, ketika wawancara ada ibu

yang melihat bahkan ada saudaranya sendiri kena musibah tersebut,

tapi ketika ditanya kalau tahun depan ada acara seperti ini

masihkan mau dia berangkat untuk mengambil sedekah itu, dengan

tenang dan entengnya Dia menjawab mau dan akan berangkat lagi.

Di otakku sempat aku menyalakan diriku, yang sering berkoar2

tentang pemberdayaan masyarakat yang ku jalani dari tahun 1997

sampai sekarang di CTLC jawa Timur sudah sedemikian parahkah

Indonesia khususnya Jawa Timur.  Dan saat tanggal 15 September

kemarin saya berkunjung ke CSR Sampoerna dengan bangganya Pak Arif

yang merupakan wakil Pak Yusak menerangkan keberhasilan CSR dan

fasilitas Sampoerna untuk pemberdayaan masyarakat di Pandaan yang

notabene wilayah Pasuruan tempat kejadian meninggalnya 21 orang

tersebut.

Hati saya tersyat perih dan jengkel melihat kenyataan hidup di bumi

yang subur ini masih ada orang yang rela meninggal demi 30000

rupiah. Sekilas saya juga melihat betapa bangganya orang membagi

zakat dengan melibatkan masyarakat begitu banyak kalau saya pandang

apakah ini merupakah pembodohan masyarakat ataukah pemberdayaan

masyarakat.

Saya berfikir pembodohan masyarakat karena pemberian uang secara

langsung banyak menimbulkan pembodohan karena bisa mematikan rasa

malu sebagai penerima derma, tp saya juga ragu untuk menghukum

seperti ini karena  saya kadang harus pinjam ke saudara karena

harus mengeluarkan uang untuk anak yang yang belum bayar SPP.

Yang jelas, kenapa ini harus terjadi padahal bumi Indonesia walau

terkadang gersang tp masih sanggup untuk berproduksi walau sekedar

untuk makan, ataukah tanah indonesia sudah digadaikan oleh negara

untuk membiayai pegawainya yang hanya main catur dan game ketika

bertugas dan sering jalan-jalan di mall dengan alasan belanja untuk

anaknya atau keperluan kantor.

Apakah hati kita sudah kena sirosis sehingga harus diganti seperti

dahlan iskan Jawa Pos. Sampai sekarang saya masih susah makan

karena puasa heee…. yang jelas saya gak habis pikir gimana bisa

jiwa ditukar sama 30.000 aja atau kemiskinan begitu menghimpit

sehingga harus merelakan nyawa kita hanya untuk 30000.

Marilah kita asah hati kita dengan puasa dan jangan jadikan puasa

sebagai rutinitas sebagai muslim aja ……

Salam,
Cak Arif

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: