Mari Berbagi “Senyum”

PERJALANAN PULANG

Jakarta, 8 Mei 2008

Sehari tanpa kerja di Jakarta membuat pengalaman baru bagi saya dan Pak Suryadi kalau kemarin kita sama sekali gak kepikiran akan berbuat apa karena jadwal sudah ada di panitia, tapi karena jadwal wawancara yang dibatalkan membuat kebingunggan tersendiri. Malam tanggal 7 Mei 2008 sesungguhnya kita sudah atur jadwal bahwa besok tanggal 8 Mei jam 11 harus ke Exxonmobil untuk menemui Mbak Katri yang merupakan Community Relations ExxonMobil tapi karena beliaunya dan teman2 sibuk rapat jadi diundur jam 12 Siang sekalian makan siang.

Dengan penerbangan jam 16.00 Garuda Indonesia, saya berfikir akan cukup lama kita ngobrolnya, pagi pagi teman Microsoft datang dengan membawa kabar bahwa tanggul Bandara Soekarno Hatta jebol. Ya Pak Suryadi sempat kebingunggan dengan jadwal yang terakhir, baru bisa ketemu jam 12.00 tapi saya senyumi aja.

Mobil jemputan dari microsoft saya minta datang jam 13.00 untuk mengantisipasi banjir, dan benar ketika ngobrolnya sudah enakan dan lagi seru-serunya Pak Godek (mobil jemputan) telah menelpun karena sudah datang di GKBI. Jadi kita teruskan sedikit 30 menit untuk cooling down langsung dengan diantar mbak Katri, Mas Dave, dan mbak Romana saya naik mobil jemputan APVnya Pak Godek menuju Bandara Soekarno Hatta.

Karena jalan menuju sana banjir, APV memutar melewati Daan Mogot ya karena semua punya otak dan tujuan yang sama maka jalanpun menjadi macet, disinilah ujian itu terjadi kesabaran dan berfikiran realistis ala orang Jawa heeee. Kalau Pak Suryadi bingung karena sering ditanya dengan smsnya dia menjawab beberapa pertanyaan dari mbak Katri dan Mas Dave, saya malah tertawa-tawa yang membuat Pak Suryadi bertanya kenapa saya tertawa wong dikejar waktu kok malah tertawa.

Saya jelaskan ke Pak Suryadi tentang “ilmu tua” kenapa orang jawa bisa berumur panjang atau yang jelas orang didesa berumur lebih panjang dibandingkan dengan orang kota. Karena orang Jawa bisa berfikir “realistis” malah Pak Suryadi tambah bingung sehingga saya jelaskan bahwa orang Jawa bisa realistis adalah Dia bisa menerima keadaan sebagai suatu takdir yang harus diterimanya.

Seperti sekarang ini, kita maunya cepat dengan lewat Daan Mogot tapi semua ingin cepat juga maka yang terjadi adalah kemacetan dan perjalanan menjadi 3.30 jam sama Jakarta Bogor, sampai di Bandara tepat jam 16.00. Apa kita harus gak sabar antri dan membuat kemacetan baru ataupun nabrak mobil didepan kita kan tidak, makanya sabar dan iklas menjadi sesuatu yang dibutuhkan di Indonesia tapi hati-hati jadi pemalas atau kebablasan.

Ketika sampai di dibording pass pun tidak ngerti siapa yang salah sesampai pintu masuk aja bisa keliru yang mana di Bordingpass tertera F5 sesampai disana diarahkan menjadi F6 dengan senyum iklas kita jalan menuju F6 setelah sholat Dhuhur dan Ashyar di jamak takakhir. Pangilan menuju pesawat berkumandang sehingga Pak Suryadi dan saya langsung masuk pesawat dengan tempat duduk yang berbeda Pak Suryadi 9D dan saya 19C okelah, setelah mempersilakan Pak Suryadi duduk saya menuju ke 19C.

Ternyata masalah timbul lagi karena kursi 19C sudah ada yang menempati saya Fikir orang kliru kursi, setelah saya cocokkan ternyata boordingpassnya sama yaitu 19c, dengan senyum lagi saya bilang sama pramugari Garuda dengan pertanyaan “menggoda” Mbak emang kalau duduk di Garuda bisa saling “pangku-pangkuan” kan bisa dimarahi suami mbak ini, dan apakah orang dewasa bisa pangku-pangkuan di dalam pesawat. Pramugarinya pertamanya bingung tapi setelah Bordingpas saya berikan malah minta maaf, sambil menunggu pramugari bertindak langsung aja saya nyeletuk emang kalau dipesawat ada keneknya Ya.

Terakhirnya, setelah mendapatkan kursi di eksekutif 4B saya tersenyum lagi bahwa senyum, “pasrah ing pandumpun” bisa dapet kursi eksekutif, mau Coba dalam aplikasi yang lain silakan ……

Salam,
Cak Arif

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: