BEDA UKM JEPANG DAN INDONESIA

Pertanyaan ini timbul karena setelah melihat, berinteraksi sejenak dengan ukm di Jepang yang begitu baik dari sisi manajemen waktu, produksi, pemasaran bahkan pembukuan, contohnya saja untuk petani tua jamur di Yokohama yang kita kunjungi pertama kali bertemu dikantornya petani ini begitu bersahaja dengan letak kantornya di desa terpencil, yang sunyi dekat rimbunan pohon pinus. Sedangkan kantornya di dekat rumahnya yang sederhana ala jepang, dimana Pak Tua ini bekerja dengan istrinya yang juga sudah tua ya sekitar umur 55 tahun.

Dengan luasan sekitar 1000 m2 petani Jepang ini bisa memasok 10 minimarket Michinoeki yang berada dalam lingkup usahanya, dengan pola pengiriman tiap 2 hari sekali, disini hebatnya pak Tua ini bisa kirim ke minimarket tiap 2 hari dengan jumlah kunjungan 2-3 minimarket dan bekerja lagi untuk pengelolaan Tobong / tempat Budidaya Jamur merang ini, dan memanen jamur untuk pengiriman besok begitu seterusnya.

Yang saya herankan bagaimana Suami istri ini bisa mengerjakan semua hal dengan konsep yang begitu bagus, sistem yang sudah terintegrasi dengan baik dengan sistem online antar pemasok dan minimarket, manajemen produksi yang baik sehingga bisa panen tiap 2 hari sekali dengan begitu lancar dan tertip, antara penyiapan media (strerilisasi, pengepakan, penanaman bibit, masa pertumbuhan dan pemanenan).

Manajemen keuangan dengan pengaturan cashflow yang begitu teratur dan hebatnya semua itu berasal dari kredit perbankan, ketika saya tanya apakah petani ini dulunya sudah melakukan atau punya pengalaman bertani jamur Dia mengatakan belum pernah berusaha. Untuk usaha bertani jamur ini adalah pertama kalinya.

Sempat saya berfikir hebat benar Bapak dan Ibu Tua ini bisa mempersiapkan dengan baik segala persoalan yang terjadi di manajemen usahanya ini. Ternyata setelah satu minggu berjalan, saat rombongan pelatihan agroindustri ini yang difasilitasi oleh BPEN mengunjungi Departemen di Jepang yang salah satunya adalah menyediakan fasilitasi UKM maka semua pertanyaan seminggu yang lalu mulai terjawab satu persatu.

Bagaimana UKM negeri Jepang ketika akan mendirikan usahanya dari mulai mendaftarkan badan usahanya karena perlu diketahui UKM disana tidak ada yang tidak mempunyai Badan Usaha yang resmi karena ini sangat berhubungan dengan pelayanan yang akan diterima selanjutnya.

Selanjutnya setelah Badan USAHA diterima UKM ini diminta membuat rencana usaha yang didampingi oleh konsultan idependen yang dibayar oleh UKM ini, sehingga UKM bisa memilih konsultan yang dikehendaki sesuai dengan bidang yang akan dikerjakannya, konsultan-konsultan ini telah mendapat rekomendasi dari Departemen pemerintah atau ODA sehingga kapasitas konsultannya sudah terjamin.

Kenapa UKM bisa membayar konsultan yang dikehendakinya, ya karena semua usaha yang didirian di sana harus didampingi konsultan sejak awal karena usaha ini akan berhubungan dengan pihak bank sebagai penyedia jasa keuangan. Selanjutnya ketika semua sudah selesai dalam hal ini rencana usaha cashflownya baru mengajukan kredit dan kalau persyaratannya sudah jelas maka pencairan bisa dilaksanakan dengan standart dan konsultan yang ditunjuk akan terus mendampingi UKM tersebut secara berkelajutan sampai memang layak ditinggal.

Oh iya hampir lupa tentang penjaminan dan bunga yang ada di Jepang, penjaminan akan dilakukan oleh pemerintah dengan bunga pinjaman 1 % /tahun. Saat diterangkan itulah UKM Indonesia langsung tertawa dengan kata Yo enak rek…. tahu kan bagaimana kondisi di Indonesia ?

Di Indonesia yang terjadi adalah tanpa konsultan shingga terkesan berbelit-belit dan kalau disetujuipun biasanya tidak bisa cair 100%, dan apabila UKM tidak mempunyai jaminan ya tak akan bisa cair apalagi kalau di lihat dari bunga maka paling kecil di Indonesia adalah 16% / tahun.

Kalau melihat ini siapa yang salah, UKM, Pemerintah atau BDS mari kita renungkan KENAPA UKM JEPANG LEBIH MAJU……?

Salam,
Cak Arif

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: