CTLC Masihkan Mampu Ciptakan Usaha Mandiri ?

ctlc 2

Perkembangan teknologi dunia maya, selalu dianggap menjadi penyebab hancurnya moral bangsa. Lihat saja internet. Kecanggihan teknologi yang berkembang sangat pesat dalam kurun waktu 10 tahun terakhir tersebut, selalu dikaitkan mulai dengan gambar-gambar porno, perdagangan seks, hingga pemerkosaan.
Padahal, kalau mau melihat secara bijak, justru perkembangan dunia maya tersebut menjadi peluang baru untuk membuka meningkatkan perekonomian rakyat. Inilah yang sedang diupayakan Forum Daerah (Forda) UKM Jatim selama empat tahun ini, melalui program Community Based Training and Learning Center (CTLC) Surabaya.
Walau terhitung baru, namun manfaat dari CTLC mulai nampak. Tak hanya bagi pengunjungnya, tetapi juga bagi karyawannya sendiri. Sebut saja Wati. Karyawan yang sudah bekerja salama 2 tahun di program yang bekerjasama dengan Microsoft ini, turut menikmati kemudahan dari kecanggihan internet.
Sambil bekerja, ia juga mencoba melakukan bisnis. Dengan menggunakan blog www.sehatyuk.blogspot.com, perempuan yang berusia 24 tahun ini telah mendapatkan penawaran dari Makasar Sulawesi Selatan untuk mengirimkan produk Rosella. Proses negoisasai harga telah berjalan dengan baik sehingga produk contoh Rosella baik berupa bunga kering, teh celup, kapsul, sirup ataupun model seduh langsung seperti extrajos siap dikirimkan.
Manfaat adanya CTLC itu tidak hanya mulai dirasakan Wati, tetapi juga puluhan orang lainnya. Tidak hanya bagi mereka yang ingin mengembangkan usahanya, tetapi juga bagi yang ingin mulai mencoba menjadi pebisnis.
Sayangnya, kegairahan dalam mendorong perekonomian rakyat sebagai penopang perekonomian bangsa tersebut terancam terhenti di tengah jalan. Bukan karena peminat program ini yang terus turun, melainkan kendala infrastruktur dan permodalan dalam mengembangkannya.
Awal kemunduran program ini sebenarnya berawal dari ketidakjelasan kontrak bangunan ketika awal CTLC ini dibentuk. Akibatnya, satu tahun berjalan, program ini tidak mendatangkan keuntungan bagi Forda UKM Jatim.
Tidak berhenti sampai di situ. Persoalan ini yang terlambat diantisipasi oleh pengelola terdahulu membuat perpindahan lokasi tidak menjadi jalan keluar yang baik. Ketika kepindahan sudah berjalan enam bulan, masalah-masalah sosial akibat ketidakjelasan tersebut mulai nampak, bahkan cenderung menjadi dominan sehingga tanda-tanda kepailitan semakin nyata.
Periode kritis inilah yang membuat pengelola selanjutnya harus memutar otak dengan memanfaatkan aset yang tersisa. Membuat Balai UKM sebagai pelengkap CTLC juga menjadi anternatif lain dalam upaya mengurai permasalahan yang sudah berlagsung tahunan itu.
Pemecahan tidak semakin mudah ketika pengurus masih harus dihadapkan pada kendala permodalan. Kendala ini menyebabkan CTLC masih harus berjalan di tempat. Meski kami sudah berupaya memperkejakan tiga karyawan, tetap saja CTLC sulit berkembang.
Keterbatasan dana, membuat kami sulit meminta karyawan untuk lembur. Untuk mengurangi karyawan demi menekan biaya pengeluaran per bulan, juga bukan merupakan jalan keluar yang bijak. Tak jarang, dengan ramainya kunjungan, baik ke CTLC maupun Balai UKM, dengan tenaga hanya tiga orang saja, kami sudah cukup repot.
Melalui pertimbangan inilah, jumlah karyawan tetap dipertahankan. Untuk menambah penghasilan, sehingga dapat menunjang biaya operasional, kami berupaya untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan mereka dengan belajar melihat potensi yang ada disekitar lingkungan kerja CTLC Surabaya, diantaranya yaitu :
1. Adanya sambungan internet 24 jam
2. Balai UKM sebagai tempat pameran produk UKM binaan CTLC Surabaya dengan segala potensinya yang berkualitas tinggi, menengah dan rendah
3. Usaha Kecil menengah sebagai penyedia produk yang tentunya bisa diajak kerjasama dalam hal pemasaran dan produksi, hal ini sangat memungkinkan karena UKM ini merupakan binaan atau orang yang pernah dilatih oleh CTLC.
4. Mantan peserta pelatihan yang bukan UKM yang merupakan komunitas pencari kerja.
Dari potensi yang ada di atas itulah, manajemen mewajibkan karyawan untuk membuat blog dan mempelajari manajemen web. Langkah tersebut tidak lantas menjadi hal yang mudah dilakukan. Pasalnya, mental dan jiwa kewirausahaan setiap orang membutuhkan proses pendewasaan dengan kadar tertentu. Proses pendewasaan inilah yang membutuhkan manajemen spikologis antar karyawan dengan berbagai cara, seperti kewajiban membaca buku serta pengajuan pertanyaan
Upaya ini nampaknya mulai menampakkan hasil. Ini nampak dari persaingan pembuatan blog dan web sebagai akibat terpacunya setiap karyawan untuk belajar, baik secara pribadi maupun diskusi antar mereka. Akhirnya, kini, mereka telah memiliki blog pribadi. Inilah yang yang terjadi pada Wati.
Pengalaman inilah yang menumbuhkan kesadaran baru bahwa bisnis internet yang ada di sekitar UKM Indonesia adalah perkawinan antara bisnis nyata dan maya. Nyata karena pelaku UKM dapat melakukan interaksi bisnis tanpa harus terkurung ruang dan waktu, meski diantara mereka masih ada yang belum 100% percaya dengan apa yang ada di internet sehingga harus menggunakan telepon, bahkan ada yang harus bertemu muka. Padahal, dengan telah dibuatnya cara khusus, yakni calon pembeli harus menyetorkan uang minimal sebesar Rp 800 ribu sebelum melakukan transaksi, sesungguhnya kekhawatiran tersebut tidak perlu terjadi. Pedagang seperti Wati, dapat menjual produknya tanpa harus lagi menggunakan telepon, tetapi cukup dengan internet.
Dunia maya, dunia tanpa batas inilah, yang membuat promosi melalui internet penyebarannya tak lagi dibatasi ruang. Agar keuntungan program ini tidak hanya dirasakan karyawan, manajemen maupun orang yang ada di sekitarnya, maka saat ini kami mengadakan kelas baru untuk CTLC Surabaya, yaitu pembuatan blog sederhana bagi UKM. Ini kami lakukan karena kami sadar, masalah keterbatasan pasar masih menjadi kendala berkembangnya sector ini di dalam negeri. Dengan berkembangnya UKM dalam negeri, tidak hanya menguntungkan si pemilik usaha, tetapi juga menjadi salah satu jalan keluar dalam menekan angka pengangguran di Indonesia . Soalnya, dengan tumbuhnya UKM, pastinya angka penyerapan tenaga kerja di sektor ini akan semakin tinggi.
Usaha kami tidak hanya sebatas itu. Dalam menggerakkan perekonomian rakyat, kami juga berupaya mencetak pelaku-pelaku usaha muda melalui program ini. Dengan begitu, mereka tidak lagi mencari pekerjaan setelah lulus, melain justru menciptakan lapangan pekerjaan baru.
1. Ada beberapa langkah yang kami lakukan dalam mengembangkan jiwa usaha dikalangan pemuda melalu program ini, yakni : Mengenalkan macam macam blog/ web baik yang gratis bagi siswa ataupun yang bayar.
2. Pemahaman dan kegunaan memakai blog atau web
3. Manfaat dan kerugian penggunaan blog yang bayar atau yang gratisan.
4. Pemahaman tentang pemasangan adsense
5. Pemahaman mengenai peng indek an yang dilakukan search engine.
6. Apa saja yang membuat blog / web kita di cintai search engine.
Dari pembelajaran inilah, CTLC Surabaya berharap terlahir blogger muda CTLC Surabaya. Langkah awal sudah kami lakukan melaui kerjasama dengan Forda UKM Jawa Timur dan Save children dan lembaga lembaga swadaya yang akhir-akhir ini mulai terbentuk, akan menjadi suatu kekuatan untuk membuat blogger muda CTLC Surabaya, dengan tujuan akhir pengurangan pengangguran di Indonesia .
Melihat besarnya potensi CTLC dalam menciptakan pengusaha-pengusaha baru yang handal, kami harap, keterbatasan infrastruktur maupun modal dalam mengelola program ini, tidak akan menjadi halangan untuk menjadikan program ini sebagai salah satu upaya pengentasan pengangguran dan kemiskinan.

Salam,

Cak Arif

1 Response so far »

  1. 1

    bony said,

    mestinya dari awal, meskipun kontrak bangunan tidak jelas, pengelola ctlc tetap harus mengeluarkan kebijakan mengenai uang sewanya
    (tetap harus ada cost sewa).
    jadi ngga terlena karena keenakan tidak adanya tarikan uang sewa. sehingga waktu pemilik bangunan menanyakan uang sewa, ctlc sudah siap……ok!!!

    thx b4….


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: