Kedelai Ind Ada aPA ?

kedelaiIndonesia merupakan salah satu negara pengkonsumsi kedelai terbesar di dunia. Olahan pangan asal kedelai dominan di Indonesia adalah tahu dan tempe sampai sampai tidak tahu kapan tahu tempe diciptakan orang indonesia.
Sampai suatu ketika orang pada ribut tempe dipatenkan negara Jepang, harga kedelai yang melonjak sampai tidak terjangkau bagi UKM Indonesia, apa benar sih sampai segitu parahnya.
Parah karena ternyata timbul kepercayaan konsumen Indonesia bahwa kedelai lokal harganya lebih mahal dengan kualitas kalah dengan kedelai impor, disini siapa yang patut disalahkan karena kedelai lokal yang tentunya gak butuh transport karena lokal bisa lebih mahal, atau karena luasan tanah Indonesia yang luas karena Indonesia penuh dengan lautan walah-walah mikir opo iki….
Sampai, ketika ada acara Pusat Penelitihan Tanaman Pangan di Karangploso Malang, saya sempat melihat kedelai yang mencapai tinggi batang 100 Cm dan saya lupa tahun 1991 saya sempat mengadakan pratikum pertumbuhan tanaman saya memakai kedelai seinget saya tingginya sudah mencapai 100 Cm. Celakanya Januari kemarin, saya jalan2 ke desa Krembung SDA melihat kedelai yang pendek-pendek dengan tinggi 40Cm walah ini siapa yang salah…. , saya sempatkan nanya ke petani pernah dengar gak kedelai yang tingginya 100 Cm pasti teman2 menduka apa jawabannya “GAK TAHU MAS”.

Lha inilah kesalahan kita, penelitian hanya bertujuan proyek atau kata teman2 peneliti pusing Mas, karena biaya sosialisasi siapa yang nanggung, lha saya kan peneliti bukan petani, saya sendiri sih mau tanam tapi saya gak punya lahan itulah jawaban sekitar peneliti….
Apa jawaban pemerhati petani heee, ya sesungguhnya kasihan sih petani gak pernah untung dari pertanian, gak salah kalau pemuda gak ada yang masuk ke pertanian, Wah mas aku gak ngerti teknisnya ini khan hanya ikut teman karena ada proyek, hii aku sarjana ekonomi mas, gak ngerti tanam-menananm
Lalu siapa yang bisa gabungkan keahlian orang Indonesia ini, profesor ada, lahan ada, petani ada untung yang gak ada sehingga petani tidak mau nanam kedelai, kapan petani untung sehingga mau menanam kedelai IndOnesia.
Kapan Indonesia membuat program terintegrasi, sehingga semua untung pakai aja bahasa bisnis karena kita masih mata duwiten heeee
Ok, mari berfikir bersama, saya yakin bisnis pertanian masih menguntungkan … gimana gak untung bisa ambil literatur di Brawijaya (profesor banyak), bank sariah banyak, tenaga kerja bludak, lalu apa yang kurang di Indonesia ini…..

Salam,
Cak Arif

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: