RUNTUHNYA TANGGUL LAPINDO SIDOARJO

Lapindo1Perjalanan Malang – Surabaya telah ku tempuh 3 jam dan itu baru sampai di Tanggulangin Sidoarjo, yang seharusnya perjalanan ini memerlukan jarak tempuh 1.5 Jam tapi sampai kantor membutuhkan waktu 3.5 jam karena Lapindo. Perjalanan yang sangat macet itu memaksa aku supaya berfikir positif, karena sangat membosankan kalau kita berfikir negatif.

Kalau fikiran kita negatif maka hawa negatif ini akan menjadi teman perjalanan yang sangat tidak menyenangkan karena gerutu dan umpatan akan sering terlontar, memang kala sedih hal ini sangat bagus untuk mengusir kesuntukan jiwa tapi terkadang ini bisa menghambak kreatifitas kita. Tentunya ini sangat membahagiakan PT. Lapindo Brantas yang akan terkurangi dosanya karena kalau kita jadi penghujat utama bagi Lapindo, berdasarkan keyakinan Islam saya, menghina, mencaci atau menghujat maka yang dihujat akan berkurang dosanya. Makanya aku disini tidak akan menghujat dengan alasan tersebut.

Maka perjalanan yang membosankan ini aku isi dengan fikiran positif, dengan tujuan menyenangkan diriku pribadi dan aku juga tidak mengurangi dosa Lapindo yang sangat menyengsarakan masyarakat sekitarnya. Sehingga perjalanan 4.5 jam serta diguyur hujan rintik rintik mulai dari Pandaan Pasuruan menjadi kenikmatan tersendiri.
Beberapa fikiran positif ini adalah

  1. Tulisan ini
  2. Pendirian pabrik Batako karena melihat tanggul Lapindo yang begitu tinggi,serta kandungan pasir,koral serta semen yang ada dalam lumpur lapindo sangat potensial untuk pembuatan Batako, sehingga lumpur Lapindo bisa menjadi rahmad bagi warga korban Lapindo.
  3. Berdasarkan penelitian dan pengalaman bahwa di pangkalan susu sumatera hal ini juga pernah terjadi, semburan seperti ini tapi saat itu caltex yang mengerjakan atau yang punya sumur, sehingga penanganan sangat cepat dengan mendatangkan peralatan dari Amerika sudah beres. Tentunya beres disini karena analisa dampak lingkungannya bagus dan wilayahnya juga jauh dari permukiman penduduk jadi ekses terhadap masyarakat sangat kecil, penangganan juga sangat cepat karena tahapan-tahapan pengerjaan dikerjakan dengan benar. Berdasarkan pengalaman dan literatur saat itu lumpur yang dihasilkan ini banyak kandungan semennya lalu kenapa tidak dibuatkan pabrik semen sehingga LSM lingkungan tidak cuap-cuap dan UKM sekitar bisa ketiban rejeki sehingga stress korban Lapindo bisa terkurangi.

Itulah beberapa pikiran positif yang bisa saya jlentrehkan, dengan harapan semoga setiap orang bisa merubah rintangan menjadi tantangan, dan kita selalu bersyukur tentunya dengan bersyukur kita akan mendapatkan limpahan rahmad dari Allah SWT. A m m i i n …..

Salam,
Cak Arif

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: