UKM INDONESIA

Diskusi siang ini menggelitik cara pandang saya, ada pernyataan yang menarik kalau kalah bersaing mengapa tidak membuat produk tanpa saingan lho kok bisa. Bisa karena produk kita belum dikenal bahkan dipasarkan dengan cara tidak umum atau kata pakar dinamakan teory SAMUDERA BIRU

Saya melihat dengan luasnya wilayah Samudra Indonesia dengan kekayaan alam yang begitu luas dan dalam, sangat mungkin kita mendapatkan makanan eksotik, aneh dan jarang diketemukan di wilayah yang lain. Demikian pula wilayah hutan kita yang luas dengan keaneka ragaman binatang serta potensi yang ada di dalamnya Jamur, akar pohon, pohon, atau pokok pohon, rerumputan, atau bunga yang ada di dalam hutan semua bisa menerapkan teory SAMUDERA BIRU.

Anda tahu ulat laut yang dihasilkan di pulau Madura atau sekarang yang lebih dikenal dengan nama lorjuk dulu adalah makanan yang tidak laku tapi karena ada Bule kesasar dan merasakan enaknya lorjuk ini maka jadilah makanan ini menjadi makanan yang enak dan terkenal, kita akan tahu kelanjutannya pasti menjadi sulit dicari dan mahal. Karena mahal timbul idea membuat perkawinan-perkawinan makanan ada rengginang lorjuk, ongseng-ongseng lorjuk, kering tempe lorjuk, rempeyek lorjuk dan terbentuklah persaingan-persaingan yang ketat. Tapi semua dimulai dari ketiadaan….

Anda tahu ditahun 1995, jahe, kunir, temulawak instan dan isntan yang lain saat itu belum ada persaingan ada seorang bernama Armal di Malang karena kedekatannya dengan Seorang Bapak Tri Soesanto Armal membuat produk ini dengan keuntungan 150% karena saat itu memang belum ada pesaing sehingga produk tersebut menjadi mahal dan eksklusife. Tapi 5 tahun kemudian telah menjadi booming dengan persaingan yang ketat sehingga laba yang tersedia hanya 20% aja dengan pemain yang sangat banyak.

Anda tahu, bunga anthurium Jemmani Cobra dll, sebelum semahal ini dulunya malah di buat bonus bagi pembelian anthurium Golcin/Gelombang Cinta karena saat itu gelombang cinta memang lebih dulu terkenal. Kalau sekarang boro-boro untuk bonnus malahan Anthurium Cobra, jaipong menjadi bunga yang sulit dinalar harganya tapi itu nyata.

Masih banyak produk yang mengarah Blue Ocean, bisa dimulai dari resep zaman dahulu, jamur dan produk ikan dan semua bisa di kawinkan dengan produk lain, atau lihat sekeliling kita ada potensi apa, kalau daun kopi bisa dibuat kopi seduh yang enak kenapa kulit kopi tidak selamat berfikir

Kenapa kita tidak berusaha menjadi yang pertama dan menikmati SAMUDERA BIRU lalu buang, persilakan orang lain menikmati SAMUDERA MERAH

Bagaimana menciptakan dan mengelola BLUE OCEAN hubungi Cak Arif

Salam,
Cak Arif

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: