REOG INSPIRASI PERBAIKAN HKI INDONESIA

ReogMelihat pemberitaan tentang sepak terjang tetangga kita, saya melihat begitulah liberalisasi akan berjalan orang sudah tak punya kehormatan dan kejujuran akan dirinya dan hanya bisa bilang ini hasilku, ciptaanku dan ini buktinya aku telah patentkan, dan telah saya daftarkan ini sebagai milikku. Kata-kata itu adalah kata pendaftar HAKI Reog Ponoroggo…..

Melihat itu, aku melirik Pemerintahanku INDONESIA yang berdiri kokoh dan dengan banyak pulau-pulau dan bentangan lautan dengan berbagai macam kekayaan Intelektual dan saking banyaknya kekayaannya sampai dipandang sebagai suatu budaya sehari-hari yang hidup dan berkembang di masyarakat yang gak perlu dilindungi karena merupakan sejarah Indonesia.

Sampai nanti mungkin pada suatu titik tertentu kontingen Indonesia ke LUAR NEGERI bersama kontingen UKM menggelar pameran supaya menarik pengunjung, INDONESIA menggelar acara REOG PONOROGO dan didatangi petugas yang menyodorkan kwitansi kepada kontingen INDONESIA karena harus bayar royalti karena memainkan BARONGAN MALAYSIA alamak ……

Begitu pula, dengan UKM kita sebagai pencipta-pencipta handal merasa tidak perlu mendaftarkan PATENT ke Direktorat Jenderal HKI Departemen Kehakiman dan HAM RI karena mahal dan jalannya yang gak begitu terang apalagi sekarang harus melewati konsultan paten yang bagi UKM merupakan penambahan rantai uang. Tingkatan pesimistis ini dalam era liberalisasi merupakan kehormatan bagi Direktorat ini karena hal ini dipandang sebagai penambahan kerjaan bagi Dia……

Ah,,,,, malu, sedih, pesimis pandangan itu selalu terpancar dari Para pemikir Indonesia

Kecongkaan itu begitu ketara, dan jawaban itu selalu tetap. Telah ku buka web site Ku kenapa tidak daftar, telah kubikin sistem yang canggih, kenapa gak hubungi Saya, telah kuciptakan konsultan-konsultan HAKI yang mempunyai kapasitas berlebih untuk konsultasi dan menjadi jalan terang bagi semua …..

Dan UKM berkata, makasih Bapak, aku telah menghidupi saudaramu, hatiku keluh dan capai, apa yang telah kuperjuangkan hanya menimbulkan kesia-siaan….

Salam,
Cak Arif

4 Tanggapan so far »

  1. 1

    binchoutan said,

    Mungkin memang kenapa kebudayaan kita tidak juga dipatenkan karena budaya ini sudah mendarah daging dan sudah menjadi “public domain” milik semua bangsa Indonesia. Kalau dipatenkan bukankah nantinya budaya tersebut tidak bisa berkembang? karena orang yang akan menggunakannya selalu terbentur dengan Hak Paten tersebut. (^_^) he he he kemarin juga saya baru belajar tentang “intelectual property rights”.

  2. 2

    Cak Arif said,

    Apa gak salah thu, menurut saya dipatenkan bahwa itu milik Indonesia atau milik suatu wilayah tertentu Mis. Ponorogo. Tapi kalau ada perkembangan ya di patenkan lagi emang kenapa Apa memang Paten untuk Sosial atau bukan milik Pribadi di Indonesia Mahal Yaaa sehingga kalau pemerintah sendiri yang mematenkan harus mahal juga.
    Kalau sudut pandang saya, mahalnya paten itu sendiri, kenapa harus mahal apa karena harus ada survai, publikasi, sampai satu tahun itu, kenapa Pemerintah tidak menjadi mediasi bagi paten publik ini.
    Apakah Paten itu sendiri harus kita (negara) hambat demi biaya, ataukah kita harus mati dulu karena ketika semua produk banjir di Indonesia dan kita harus bayar Royalti pada penipu paten.
    Ataukah kita harus bayar royalti kepada penipu paten, padahal itu ciptaan kita sendiri ataukah pemerintah gak punya hati untuk penciptaan di Indonesia lalu kenapa Indonesia harus hutang hanya untuk bangun negara kalau proses penciptaan harus dihambat heeee.

    Salam,
    Cak Arif

  3. 3

    lasti said,

    mas..minta ijin fotonya saya copy ya..

    thx


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: