Inovasi Untuk UKM

Korelasi perubahan dengan format kebijakan pemasaran UKM dalam konteks pasar globalisasi merupakan titik awal perubahan tatanan perekonomian yang mendasar. Menurut organisasi WTO arus barang dan jasa serta faktor produksi (modal, tenaga kerja, teknologi) harus bebas tanpa hambatan antar negara. Inilah yang dijuluki era dunia tanpa batas (borderless word).

Disinilah persoalan besar bagi UKM Indonesia, tuntutan demokratisasi datang bersamaan dengan tuntutan peningkatan daya saing. Pasar belum terbentuk namun persaingan harus dilaksanakan. UKM harus bersaing dengan para pelaku bisnis dari seluruh penjuru dunia. UKM belum memiliki area atau domain pasar yang relatif dapat dikuasai UKM. Secara individu, mereka belum terbiasa dan memang relatif tidak mampu dan tidak berdaya untuk bersaing di pasar terbuka, fair, dan transparant. Disisi lain permodalan, penguasaan teknologi, kebiasaan berkompetisi secara internal dan kemampuan merubah ancaman menjadi suatu peluang juga masih bagian dari kelemahan UKM kita.

Terkait prioritas pembangunan yang tidak konsisten, Pemberdayaan UKM selama ini lebih banyak di pandang hanya dari ”kepentingan pemerintah atau pakar atau penyedia layanan saja”, program-program yang diciptakan kadang tidak konsisten dengan kebijakan yang dibuat, sehingga tujuan program yang dijalankan menjadi tidak jelas dan tidak tepat sasaran.

Selama ini pemberdayaan UKM hanya ditekankan pada produk UKM dan apa yang diinginkan oleh pemerintah saja, yang nota bene hanya untuk menghabiskan anggaran program tahunan. Permberdayaan belum menyentuh kepada apa yang diinginkan pasar, sehingga sampai saat ini daya saing produk UKM masih sangat lemah. Di sisi lain Produk yang diciptakan UKM hanya berdasarkan keinginan UKM saja, belum menyentuh keinginan dari konsumen (pasar).

Beberapa penyebab lemahnya daya saing UKM Kabupaten Malang antara lain:

  1. Kurangnya informasi pasar produk
  2. Kurangnya promosi produk-produk UKM
  3. Ketidaksesuaian produk UKM dengsn permintaan pasar
  4. Kurangnya Informasi Desain Produk
  5. Kontinyuitas produk ketika besinggungan dengan dunia eksport
  6. Stabilitas kualitas produk untuk pemenuhan pasar
  7. Manajemen produksi, pasar dan kuality kontrol yang tak berkelanjutan

Untuk dapat melakukan langkah perbaikan dalam upaya meningkatkan daya saing produk UKM tersebut, diperlukan suatu sistem pemasaran yang tidak hanya menyentuh produk UKM saja melainkan juga harus menyentuh keinginan konsumen (pasar). Pendekatan terhadap UKM dilakukan untuk menciptakan produk sesuai keinginan pasar, sedangkan pendekatan terhadap pasar dilakukan agar konsumen mendapat informasi yang lengkap terhadap produk yang dibuat oleh UKM.

Malang sebagai kota pendidikan sesungguhnya menyimpan potensi besar juga sebagai Kota perdagangan dan pariwisata, sebagai kota perdagangan karena disetiap sudut kota telah bayak berdiri sentra UKM di Kota Malang di desa Blimbing ada sentra mebel dan makanan, Kauman ada pusat Garmen, di sekitar Batu malang daerah Beji telah lama berdiri sentra alat-alat rumah tangga yang terbuat dari kayu dan tentunya itu semua terbentuk karena kota Malang sebagai tujuan pariwisata.

Potensi dan tujuan pariwisata inilah yang merupakan titik awal berdirinya Pusat Promosi dan Kerajinan Kendedes di Kabupaten Malang yang bisa menampung 61 stand showroom UKM yang bertujuan untuk meningkatkan peran industri perdagangan dan wisata serta membantu pengusaha kecil yang bergerak disektor kerajinan, garment, makanan, minuman yang dilengkapi juga bengkel seni dan kerajinan.

Pusat Promosi dan Kerajinan Kendedes ini menunjukkan perkembangan yang kurang menggembirakan hal ini berdasarkan beberapa masukan dikarenakan kurang lakunya produk UKM yang menempati stand tersebut. Baik dikarenakanan bentuk bangunan yang kurang menunjang masuknya kendaraan besar ataupun kurangnya promosi kalaupun ada promosi sifatnya tidak berkelanjutan dengan alasan pendanaan. Sedangkan web yang di buat tidak menunjukkan web yang berkembang karena datanya yang banyak yang tidak di up date. Sehingga tidak menunjukkan perkembangan dan bisa menarik pembeli untuk datang.

2 Tanggapan so far »

  1. 1

    ramok said,

    ada ide untuk memperjelas langkah membantu pengembangan inovasi UKM itu mas? kalau ternyata sistem birokrasi yang tidak bisa diubah karena kita tidak berada di dalamnya, apa yang bisa perbuat dari luar? monggo sharing.

  2. 2

    Cak Arif said,

    Sebagai orang diluar sistem terkadang sulit, kalau menginginkan perubahan pelan ya kita harus berbuat sebaik mungkin dengan melakukan pendekatan secara struktural. Kalau Gak bisa kalau di Surabaya panggil semua wartawan kita ngomong dengan menghadirkan birokrasi sehingga timbul diskusi yang baik.

    Cak Arif


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: