Apakah Anda Seorang Calon Wirausaha?

Bisa jadi saat ini Anda seorang karyawan yang sedang memikirkan kemungkinan berganti haluan menjadi seorang wirausaha. Atau mungkin Anda akan menghadapi masa pensiun, padahal tanggungan biaya kehidupan keluarga masih terus membayangi? Memulai bisnis adalah suatu langkah cukup berat. Bagi yang terbiasa menjadi karyawan, kepastian memeroleh gaji bulanan merupakan hal biasa. Akan tetapi, jika memulai usaha sendiri tidak ada jaminan mendapat keuntungan. Akan tetapi, jika kita bisa melewati hari-hari berat dalam memulai bisnis, terbentang kesempatan mendapat sukses besar di kemudian hari.  Hasil penelitian menyebutkan, seorang wirausaha jika berhasil melewati tahun ketiga dengan selamat sejak dia mengawali bisnisnya, kemungkinan untuk terus bertahan dan berkembang akan lebih terbuka.  Sebelum memulai menjadi seorang wirausaha, ada baiknya kita mengevaluasi seluruh kekuatan dan kelemahan kita sebagai calon pemilik suatu usaha. Sebagai panduannya kita dapat bertanya kepada diri sendiri:  1. Apakah kita orang yang terbiasa menyiapkan segala sesuatunya sendiri? Hal ini penting karena menjadi seorang wirausaha berarti kita harus mampu mengatur waktu, memulai dan mengembangkan bisnis, serta menindaklanjutinya secara rinci. 2. Bagaimana sikap kita selama ini dalam menghadapi orang di sekitar kita dengan perilaku dan kepribadian yang berbeda? Sebagai pemilik suatu usaha, kita membutuhkan hubungan baik dengan semua pihak terkait. 3. Bagaimana cara dan hasil yang diperoleh selama ini dalam setiap pengambilan keputusan? Seorang wirausaha membutuhkan kemampuan mengambil keputusan secara cepat, tepat, dan merdeka di bawah tekanan lingkungan bisnis yang cepat berubah.  4. Apakah kita memiliki kondisi fisik dan kestabilan emosi yang cukup baik untuk menjalankan suatu usaha? Menjadi seorang wirausaha sering kali membutuhkan jam kerja cukup panjang.  5. Apakah selama ini kita memiliki perencanaan dan pengorganisasian yang baik? Banyak penelitian membuktikan bisnis sering kali gagal karena tidak memadainya perencanaan. 6. Apakah kita memiliki energi dan semangat yang membara? Motivasi kuat dapat membantu kita mengatasi masa-masa sulit dan medapatkan jalan keluar. 7. Bagaimana dengan kesiapan mental keluarga dalam menjalankan roda bisnis? Pola kerja dan ritme kerja yang baru mungkin akan berpengaruh terhadap hubungan komunikasi antara keluarga. Dering telefon yang sering akan mengubah suasana keluarga. Penghasilan mungkin akan mengalami kondisi turun dan naik.  PENGEMBANGAN DIRI Perubahan adalah kata yang patut direnungkan dan ditanamkan dalam setiap diri masing-masing calon wirausaha bila ingin meraih sukses, karena tanpa ada perubahan baik dalam hal pengetahuan, sikap, dan keterampilan pada diri seseorang maka mustahil akan mengalami perubahan dalam bidang penghasilan yang diharapkan.  Harapan perubahan yang dimaksud di sini adalah perubahan dari pemalas menjadi produktif, dari segala kebiasaan negatif menjadi yang positif, kebiasaan tidak disiplin menjadi disiplin, kebiasaan boros menjadi hemat, kebiasaan menggunakan jam karet menjadi tepat waktu. Perubahan tidak akan terjadi apabila kita menunggu perubahan dari luar, oleh karena itu apabila kita ingin merubah arti hidup kita sendiri haruslah dimulai dari merubah diri sendiri.  Statement orang bijak yang menyatakan bahwa adalah sangat tidak masuk akal bila kita melakukan hal yang sama berulang–ulang, namun mengharapkan hasil yang berbeda, perlu menjadi renungan. Hal senada lebih diperkuat lagi dengan pandangan hidup yang menyatakan bahwa untuk mendapatkan sesuatu, kita harus memberi terlebih dahulu.  Pernyataan-pernyataan tersebut diatas lebih diperjelas dan dikonkritkan dengan himbauan/dorongan yang menyatakan apabila kita ingin berpenghasilan Rp 5 Juta setiap bulan, maka kita harus memberikan pelayanan, baik jasa atau benda yang senilai dengan itu, bahkan bila perlu harus melebihi.  Selanjutnya kapan kita memulai merubah hal tersebut di atas, maka jawaban yang tepat adalah: mulai dari sekarang dan jangan hiraukan alasan klasik seperti :    tidak punya modal,   bukan sarjana,   sudah tua dan lain sebagainya.  Untuk mencapai sukses dari hal-hal tersebut di atas maka beberapa kiat yang perlu dijadikan arena:  Kunci Pertama: bekerjalah sesuai dengan bakat dan kesenangan masing-masing. Orang yang bekerja sesuai dengan bakat dan kesenangannya akan menghasilkan barang dan atau jasa yang lebih baik, dibandingkan dengan mengerjakan pekerjaan yang di luar bakat dan kesenangan. Hal ini terjadi karena mengerjakan pekerjaan yang sesuai dengan bakat dan kesenangan, tidak mendapatkan beban tambahan dari luar, baik fisik, mental maupun beban tambahan lainnya. Contoh nyata yang bisa kita lihat adalah apabila seseorang mempunyai bakat seni/menyanyi maka mereka akan melakukannya dengan senang hati dan dengan tanpa mendapatkan tekanan dari orang lain dan bahkan tanpa dibayar.  Kunci Kedua: bekerja melebihi dari yang biasanya. Melakukan pekerjaan apa saja, tanpa terlebih dahulu menuntut upah lebih, untuk mencapai sukses. Dengan demikian kita akan harus memikirkan upah yang akan diberikan, apabila mengerjakan melebihi dari imbalan yang kita terima.  Kunci Ketiga: capailah tingkat “begawan” di bidangnya. Meningkatkan diri  atau belajar terus-menerus, baik melalui bahan bacaan, pengamatan maupun tidak malu untuk bertanya, yang pada akhirnya akan mencapai ahli dalam bidang pekerjaan, merupakan keharusan bagi setiap keberhasilan. Dengan dicapainya tingkat “begawan“ di bidang pekerjaannya, maka akan dihasilkan karya dan hasil pelayanan jasa yang selalu lebih baik dari karya lain sejenisnya.  KEWIRAUSAHAAN Wiraswasta, wirausaha atau bahkan disebut sebagai saudagar adalah merupakan istilah yang telah melekat pada diri seseorang yang mampu berdiri sendiri karena keunggulan yang dimiliki di bidang usaha. Hal ini sesuai dengan pengertian dari kata wiraswasta itu sendiri.  Wira: manusia unggul, teladan,berbudi luhur, berjiwa besar, berani, pahlawan dan pendekar kemajuan dan mempunyai keagungan watak. Swa : sendiri. Sta  : berdiri.  Wiraswata : Keberanian, keutamaan serta keperkasaan dalam memenuhi kebutuhan serta memecahkan permasalahan dengan kekuatan yang ada pada diri sendiri.  Sifat yang harus dimiliki wiraswasta Guna menghadapi tantangan yang ada sebagaimana tersebut diatas, maka beberapa sifat yang perlu dimiliki oleh setiap wiraswasta antara lain :     a)  Percaya diri Percaya terhadap kemampuan diri sendiri merupakan modal yang harus dipenuhi untuk menambahkan rasa optimis terhadap apa yang akan dilakukan sehingga tidak tergantung pada orang lain. Kepercayaan ini perlu, mengingat banyak keputusan yang harus diambil selaku bos (baca: manajer) setelah menganalisa data yang masuk dan situasi yang berkembang saat ini.  b)  Berorientasi pada tugas & hasil Kemauan yang keras untuk menjadi yang terbaik perlu ditanamkan agar memperoleh hasil /laba yang banyak dan haus akan prestasi kerja. Dengan mematok target tersebut maka kerja keras dan ketabahan serta ketekunan merupakan modal lain yang harus dimiliki untuk menciptakan kreatifitas    c)  Berani menanggung resiko Tantangan adalah merupakan bagian dari kehidupan wirausahawan. Untuk itu pembaharuan merupakan sesuatu yang harus dihadapi dan dipecahkan dan akan merasa bangga apabila berani mengambil resiko dari keputusan yang telah diambil. Masalah untung dan rugi adalah hal yang biasa dan bukan merupakan kekalahan apabila menanggung rugi, akan tetapi justru menjadikan pelajaran yang berharga untuk perjalanan selanjutnya.  d)  Kepemimpinan  Berkembang atau tidaknyasuatu unit usaha tergantung pada pemegang tongkat komando pimpinannya oleh karena itu sifat kepemimpinan yang tegas, luwes, terbuka, mudah bergaul serta mau menerima kritik yang membangun menjadi modal dalam menggerakkan arah usaha serta keberhasilan unit kerja yang dipimpinnya.  e)  Keorisinilan Keinginan untuk mendapatkan hal yang baru dalam menuangkan ide-ide baru merupakan hasil kreatifitas yang dihasilkan oleh para pemimpin. Sifat yang demikian diperlukan untuk memberikan nuansa baru pada suasana kerja karyawan. Untuk itu pengetahuan yang luas di berbagai bidang merupakan motor yang harus selalu diisi dan dimiliki oleh para pemimpin.  f)  Berorientasi ke depan  Kemampuan untuk menganalisa dan memprediksi, berdasarkan input yang ada saat ini, menjadi hal yang pokok dan perlu diasah secara rutin agar antisipasi terhadap masa depan sudah dipersiapkan sebelumnya.   Kunci Sukses Wiraswasta Dunia usaha memang berbeda dengan dunia pemerintahan yang apabila kita sebutkan bisnis, maka yang akan muncul adalah “uang“ . Akan tetapi uang atau penghasilan bertambah bukan merupakan tujuan utama sehingga harus ditanamkan bahwa uang adalah alat untuk menuju kesejahteraan.  Dengan demikian falsafah yang perlu ditanamkan adalah “jangan mengejar uang tetapi bangunlah nama baik, kepercayaan, kualitas serta jaringan dan harga diri“ dari falsafah ini maka muara ujungnya adalah menghasilkan uang. Guna mencapai hal tersebut maka beberapa kiat yang merupakan kunci kesuksesan bagi wiraswastawan antara lain :  a)  Tumbuh dari bawah  Modal dalam bentuk uang memang diperlukan dalam berwiraswasta, akan tetapi uang yang banyak tidak akan cukup untuk mencapai sukses berwirausaha. Dimulai dari bawah akan lebih memantapkan & memperkuat ketangguhannya karena akan mengalami langsung pahit getir serta liku-liku unit usaha yang digelutinya.  b)  Konsentrasi pada bidang usaha yang dikuasai Specialisasi dan keahlian adalah hal yang harus dimiliki oleh wiraswastawan, karena dengan memiliki specialisasi ini maka dalam segala hal kita akan lebih dari yang lainnya di bidang keahlian. Apabila kita mengerjakan pekerjaan yang mudah, maka semua orang bisa mencapainya. Oleh karena itu capailah tingkat “begawan“ melalui usaha yang “menggebu“ sehingga keahlian tersebut dapat diraih. Artinya, untuk mencapai keahlian yang super setingkat begawan, diperlukan usaha yang ulet dan terus-menerus di bidang yang itu-itu saja, merupakan jalan yang harus dilewati setiap wiraswastawan.  c)  Anti Kerumunan Dalam melakukan wirausaha janganlah karena mengikuti sesuatu yang lagi “trend” saat ini, karena tingkat kejenuhan pasar akan lebih cepat. Dalam menentukan jenis usaha, sebaiknya dilakukan pengamatan secara mendalam tentang bidang yang akan digeluti, baik secara teknis maupun pangsa pasarnya serta liku-liku dunia usaha tersebut, mulai dari saat produksi sampai ke tangan konsumen.  d)  Reputasi    Nama baik dan kepercayaan adalah modal utama bagi kelangsungan usaha. Karena sekali saja kita ciptakan kekecewaan pada pelanggan kita, maka hancurlah kepercayaan yang sudah kita bangun. Misalnya untuk produk makanan, yang menjadi tolok ukur utama adalah rasa. Untuk itu jangan sekali-kali merubah rasa untuk kepentingan efisiensi atau kepentingan lain.  e)  Modal hanyalah pelengkap Dunua usaha tanpa modal memang kurang pas, akan tetapi janganlah modal ini dijadikan alasan utama untuk upaya wirausaha yang akan kita jalankan. Apabila modal terbatas, jadikanlah arena ini sebagai lahan uji coba ketangguhan untuk memulai dari awal, guna merangkak ke jenjang yang lebih tinggi. Modal yang besar tanpa diimbangi oleh kemampuan manajemen mengelola uang, maka keadaan bahkan dapat menjadi bumerang dalam usahanya.  Manusia Terkaya di dunia Adalah WirausahawanMajalah Forbes edisi Maret 2006 kembali memuat daftar 793 orang terkaya sejagad, rata-rata punya harta U$ 3,3 miliar. Ini adalah nama 10 orang terkaya di dunia:1.  William Gates 2.  Warren Buffett 3.  Carlos Slim Helú 4.  Ingvar Kamprad 5.  Lakshmi Mittal 6.  Paul Allen 7.  Bernard Arnault 8.  Prince Alwaleed 9.  Kenneth Thomson 10. Li Ka-shing  Bukan kekayaannya yang kita teliti, tetapi semangat kewira-usahawan mereka. Bill Gates pernah drop out di jurusan ilmu komputer. Namun kini beberapa mantan dosennya menjadi karyawan Bill Gates. Kekayaannya ditaksir sebesar U$ 50 miliar (sekitar Rp 500 triliun). Ia pernah keliru berkata pada tahun 1981, bahwa memori komputer tak akan melebihi 640 KBytes. Bos Microsoft ini juga seorang dermawan yang menyumbangkan 38% hartanya pada tahun 2005 untuk yayasan Aids di Afrika. Namun kekayaannya justru makin bertambah, sekitar U$ 40 juta dalam setiap kali ia bangun tidur! Tentu ada suratan takdir atau garis nasib yang bermain di balik kekayaan yang berlimpah tersebut. Tapi harus diingat, bahwa mereka semua itu 99% adalah wirausahawan dan bukan karyawan. Lebih dari 95% triliarder itu memulai usahanya dari nol. Simak semisal Joanne K. Rowling, wirausahawan penulis buku Harry Potter ini menempati posisi nomor 746 manusia terkaya di dunia. Padahal tahun 1996 silam ia hidup terlunta-lunta dibantu oleh dinas sosial, sebelum berwiraswasta.

2 Tanggapan so far »

  1. 1

    tessar said,

    tulisan anda sangat sulit untuk dibaca. coba ganti themes atau bentuk fontnya. biar enak untuk dibaca.trims.
    visit us : http://www.tessarhouse.net/

  2. 2

    chas chus said,

    menambahkan saran no.1: langsung aku copy aja ke word, cz bacanya susah, formatnya bs diperbaiki kaya’ proposal kn lebih bagus.


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: