Menyibak Sisi Lain CTLC Surabaya

sangrilaPemahaman karakter masyarakat sekitar kita merupakan kunci utama bagi perkembangan CTLC ke depan. Karakter tiap daerah sangat berbeda, di Surabaya yang merupakan daerah perkotaan dimana kesenjangan sosial sangat jauh menimbulkan pemahaman yang berbeda pula.

Perbeda inilah menimbulkan strategi penanganan yang berbeda bagi keberlanjutan kehidupan CTLC, dimana ada sisi sosial yang merupakan tanggung jawab moral bagi masyarakat dan keberlanjutan kehidupan CTLC di sisi yang lain yang harus dijaga supaya bisa berguna sepanjang usia.

Ketika dua sisi ini digabungkan, maka bukan menjadi gado-gado atau penawaran dengan harga saling mendekat sehingga menjadi harga yang murah/mahal dengan kata lain harga bersubsidi. Kalau hal ini terjadi di Surabaya, maka keberlanjutan CTLC akan terancam karena tidak laku. Karena pelatihan yang kita selenggarakan dikira tidak profesional atau asal-asalan aja. Atas dasar pertimbangan inilah, strategi harga merupakan salah satu penentu apakah program yang kita tawarkan berhasil atau tidak. Dengan berbagai pertimbangan yang terjadi, maka program di bulan April 2007 pelatihan dibagi menjadi 2 sisi yang berbeda, kita kemas pelatihan menjadi begitu bagus dengan standard pelatihan yang bisa kita lakukan dengan fasilitas trainer yang berpengalaman dari MUGI dan dukungan tempat yang standard. Sisi sosial kita lakukan dengan menyelenggarakan pelatihan yang ada di CTLC dengan fasilitas yang ada, kita membuat model pelatihan yang cocok untuk teman-teman baik itu anggota atau umum yang ada disekitar CTLC dan wilayah forda. CTLC biasanya bekerjasama dengan NGO kita melakukan hal ini dengan harapan peserta pelatihan memang telah terseleksi dengan baik, walaupun pada dasarnya siapapun boleh ikut di program pelatihan yang kita selenggarakan.

Beberapa pelatihan yang paling banyak pengikutnya adalah “Bagaimana memilih usaha dan pemasaran”. Dua hal inilah kita menyediakan konsultasi usaha gratis tiap hari Sabtu. Dengan model sharing pengalaman tiap Sabtu, banyak permasalahan bisa diurai tahapan pemecahan masalah yang kita lakukan adalah :

  1. Sharing diawali dengan curah pendapat. Permasalahan nomor satu yang dihadapi biasanya adalah modal dan pemasaran. Dari permasalahan inilah semua mulai diuraikan, bahwa permasalahan itu merupakan awal dari permasalahan keseluruhan yang kalau diruntut sama aja (seperti roda yang saling mendukung).
  2. Masalah brand perusahaan. Secara perlahan dianjurkan untuk memiliki brand perusahaan serta mengarahkan tujuan ke arah ini. Bagaimana mengarahkan seorang UKM, itu adalah paling gampang kalau dilaksanakan dengan sentuhan ekonomi dan akal sehat.
  3. Identifikasi masalah biasanya mengarah pada kenyataan perubahan perilaku itu sendiri, dimana di waktu lalu pengusaha tidak mau dipusingkan dengan tipe pemasaran aktif. Padahal pemasaran aktif ini juga merupakan perubahan perilaku yang terjadi karena sulitnya mencari celah laba, ok Kalau pengusaha belum puas terhadap pemecahan yang kita tawarkan, kita undang teman-teman UKM yang lain, kita buatkan forum sharing lagi tapi lebih ke hal teknis dan kerjasama.

Disinilah bentuk keberhasilan program ini, dimana pola penyadaran perilaku dan konsep penjualan sudah sangat berbeda dan telah terjadi perubahan secara terus-menerus tanpa disadari, tahu-tahu kita semua sudah terlambat untuk memulai….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: