MELALUI PEMBIAKAN KAMBING DAN KEGIATAN EKONOMI PRODUKTIF BAGI MASYARAKAT SERTA PENGUATAN PEMERINTAHAN DESA KALISUMBERKEC TAMBAKREJO KABUPATEN BOJONEGORO

PROPOSAL

I. INFORMASI UMUM

1.1.       Judul program : Program Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pembiakan Kambing dan Kegiatan Ekonomi Produktif  Bagi Masyarakat Serta Penguatan Pemerintahan Desa Kalisumber

1.2.       Lokasi Program :Desa Kalisumber, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro

1.3.       Jangka Waktu Program : Program diusulkan selama 1 tahun, mulai bulan Maret  2014 s/d Februari 2015 

1.4.       Organisasi Pelaksana: Lembaga Pengkajian Kemasyarakatan Dan Pembangunan (LPKP) Jatim Malang.  Alamat: Perum Karanglo Indah Blok i/4 Malang,

1.5.       Direktur eksekutif : Drs. Anwar Sholihin

1.6.       Nomor Telepon: 0341 – 414450, 0341 – 472557

1.7.       Alamat E-mail/Website:  lpkp-Jatim@indo.net.id  /  anwar_lpkp@yahoo.com

1.8.       Total Anggaran : Anggaran yang dibutuhkan dalam melaksanakan program Rp. 408.190.000- yang dimintakan ke Pertamina EP Cepu sebesar Rp 398.440.000 ,- rincian biaya lihat lampiran 1

1.9.       Nomor rekening organisasi pelaksana          

Nama                 : Yayasan LPKP Jawa Timur

Bank                  : BNI Cabang Malangr

Nomor Rek        : 0339651346  

 II. INFORMASI TENTANG ORGANISASI PELAKSANA

 2.1. Identitas Lembaga

Nama Lembaga               : Lembaga Pengkajian Kemasyarakatan dan Pembangunan

                                        Jawa Timur disingkat LPKP Jawa Timur

Alamat Kantor Pusat      : Wisma LPKP Jatim Lantai 1

                                             Perumahan Karanglo Indah  Blok I-4  Malang

Telepon                           : 0341- 472557

Fax                                  : 0341 – 414450

E-mail                              : lpkp-jatim @ indo.net.id

Kontak Person                : Anwar Sholihin (Ketua Yayasan)

Tahun Pendirian              : 1988, dinotariskan pada tahun 1989 dengan nomor  :  133/YYS/1989

2.2.    Sejarah Berdirinya Lembaga

 LPKP Jawa Timur  adalah lembaga  kader yang lahir dari kelompok studi “Kembang Rakyat” yang anggotanya mahasiswa dari Jurusan Pendidikan Luar Sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan IKIP MALANG. Kelompok Studi ini berkiprah terbatas dalam membahas dan mendiskusikan tugas-tugas perkuliahan yang berkaitan dengan situasi kemasyarakatan.

Pada tahun 1988, anggota inti  dari Kelompok Studi tersebut  bersepakat untuk memformalkan organisasi  menjadi organisasi sosial  (Lembaga Swadaya Masyarakat/LSM) yang memiliki  akses yang luas dalam ikut serta memikirkan permasalah masyarakat.  Organisasi tersebut dinamakan Lembaga Pengkajian Kemasyarakatan dan Pembangunan  Jawa Timur  yang disingkat LPKP Jawa Timur.

 Pada tahun 1989 LPKP secara resmi  disyahkan oleh Notaris Komalasari S.H, dengan nomor : YYS/133/1989. Kemudian pada Rapat Tahunan LPKP Jatim tanggal 18-19 Februari 2011, sebagian besar pengurus bersama staf tetap LPKP Jatim mendirikan Perkumpulan LPKP Jawa Timur, yang disahkan melalui Akta Notaris Abdurrahman Shodiq, SH,M.Kn No 1 Th 2011 tertanggal 12 September 2011.

Perkumpulan LPKP Jawa Timur adalah Organisasi yang keanggotaannya sebagian pendiri LPKP Jatim dan para staf LPKP yang memiliki komitmen untuk terus berjuang memberdayakan masyarakat melalui organisasi yang mandiri, demokratis, transparan dan  akuntabel.

 2.3.    Visi Perkumpulan LPKP  Jatim

Ikut serta mewujudkan masyarakat yang  terbebas dari kemiskinan, kebodohan, ketertindasan, diskriminasi  dan ketidakadilan gender  serta beberbagai ketidakadilan lain dengan memperhatikan kelestarian lingkungan.

 2.4.    Misi Perkumpulan LPKP Jatim

 1.     Ikut serta mewujudkan pemberdayaan rakyat miskin, lemah dan marginal yang berperspektif  HAM (hak anak), gender dan lingkungan.

2.     Mengatasi permasalahan yang terjadi di masyarakat  seperti kemiskinan, kebodohan, diskriminasi, ketertindasan dan ketidakadilan yang lain.

3.     Memerankan diri sebagai pendamping pengembangan sumberdaya manusia dalam peningkatan ekonomi rakyat, pengorganisasian masyarakat dengan bertumpu pada  kearifan tradisional.

4.     Menunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan, keadilan,keterbukaan, kesetaraan, loyalitas, demokratis dan mengembangkan sikap rasional,kreatif,kerja keras dan tanggungjawab.

  2.5.    Bidang Kerja 

Sesuai dengan visi dan misi yang diemban  di atas, bidang kerja LPKP yang diwadahi dalam beberapa devisi sebagai berikut:

 1      Divisi Pengembangan  Lingkungan Lestari

 Beberapa pengembangan program yang telah dijalankan dan dikembangkan diantaranya adalah menangani bidang pertanian lahan kering (Konservasi Lahan dan Penghijauan), pertanian berkelanjutan melalui pengembangan pupuk organik, bibit lokal dan pengurangan input luar dengan mendorong tumbuh kembangnya usaha peternakan dan pengolahan bokasih sebagai bagian dari input pertanian serta pengembangan infrastruktur perkotaan termasuk sanitasi dan air bersih, pengembangan biogas rumah tangga dan pemanfaatan limbahnya untuk pengembangan kampung organik,yang bertumpu pada pengembangan partisipasi masyarakat.

 2      Divisi Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak  

 Bidang HAM terutama Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Perempuan mencakup:  Pemberian beasiswa bagi anak-anak tidak mampu, Pencegahan dan Penanganan Pekerja Anak dan BPTA, Pencegahan, Rehabilitasi dan Reintegrasi Korban Trafiking anak untuk ekploitasi seksual dan PRT Anak, Fasilitasi Kabupaten/Kota Layak Anak, memfasilitasi Pengembangan Sekolah Ramah Anak untuk mencegah anak-anak DO dan memasuki dunia kerja sejak dini.

 Untuk pemberdayaan perempuan juga ditekankan pada peningkatan pendidikan bagi keluarga miskin perkotaan, pemberdayaan masyarakat sipil yang bertumpu pada strategi penguatan kelembagaan dan institusi local untuk pencegahan trafiking dan buruh migrant, Pencegahan dan Rehabilitasi Korban KDRT dan juga pemberdayaan Pekerja Sek komersial melalui pemberian ketrampilan usaha dan bantuan modal usaha.

 3      Divisi Pengembangan  Demokrasi dan Penguatan Masyarakat Sipil

 

Pengembangan Program yang berkaitan dengan pengembangan demokratisasi dan penguatan hak-hak masyarakat sipil yang saat ini dikembangkan LPKP adalah terkait dengan mendorong partisipasi masyarakat dalam proses perencanaan dan penganggaran, pendidikan politik, serta berbagai program yang terkait dengan pemenuhan hak-hak sipil. Memfasilitasi Sekolah agar mengembangkan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) untuk mendorong partisipasi, transparansi dan akuntabilitas sekolah sebagai lembaga peyanan publik. Memperkuat masyarakat pengguna layanan publik melalui penguatan Multi Stakeholders Forum, agar dapat berperan sebagai Lembaga Pemerhati Pelayanan Publik, sehingga para penyedia layanan dapat memberiu pelayanan secara optimal.

Bentuk-bentuk penguatan jaringan lain yang telah dirintis oleh LPKP jawa Timur adalah: Pembentukan dan Penguatan Organisasi Petani dan Jaringan Lokal, Pembentukan dan Penguatan Jaringan Penghapusan Pekerja Anak (JARAK),  Memfasilitasi Pembentukan Gugus Tugas Kabupaten/Kota Layak Anak,  Fasilitasi Penyusuna Perdes dan Perda Perlindungan Anak dll. 

 2.6.    Struktur Organisasi dan Personalia 

 Kekuasaan tertinggi dalam Perkumpulan LPKP Jatim adalah Rapat Umum Anggota, dalam rapat tersebut memilih Badan Pengawas dan Badan Pengurus. Badan Pengawas terdiri dari 3 orang, sedangkan Badan Pengurus mulai dari Direktur, Kepala Bagian Administrasi dan Keuangan dan Para Kepala Bidang / Devisi. 

 Untuk mendukung pelaksanaan operasional kelembagaan, ditetapkan struktur kelembagaan perkumpulan  dan personalia dengan penjelasan sebagai berikut :

 Struktur Kelembagaan Perkumpulan

 Personalia Perkumpulan LPKP Jatim

 Sedangkan Personalia Perkumpulan LPKP Jatim yang disepakati dalam Rapat tanggal 22 s.d 24 Februari 2013 adalah sebagai berikut:

 

Pengawas      : Prof Dr. Bambang Yudi Cahyono, Drs Suripan M.Pd,

                       Drs. Solechan, M.AP

 

Direktur        : Anwar Sholihin

 

Kepala Bagian Administrasi dan Keuangan : Wiwit Indah Suryaningati,

Anggota        : Isoe Pamungkas dan Yuda

 

Kepala Bidang / Devisi         Lingkungan Lestari : Budi Susilo

Kepala Bidang / Devisi Perlindungan Perempuan dan Anak : Suti’ah

Kepala Bidang/Devisi Pemberdayaan Masyarakat Sipil: Abd Syukur

 

Pimpinan Program / Koordinator Program jika hanya menangani 1 program akan langsung di jabat oleh Kepala Devisi, sedangkan jika beberapa program akan direkrut profesional yang sesuai dari luar perkumpulan, termasuk para Fasilitator dan Pendamping.

 

2.7.    Pengalaman Mengelola Kegiatan

 

Sejak didirikan telah banyak kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh LPKP,  atas dukungan Lembaga Donor International, UN maupun Pemerintah, dan berbagai perisahaan, diantara kekgiatan-kegiatan tersebut adalah:

1          Program pelayanan Pendidikan dan Kesehatan bagi Anak-anak Keluarga Miskin di Kecamatan Kab Malang, tahun 1991- 1994, dukungan Terre Des Homes Netherlands.

2          Program Peningkatan Pendidikan Anak-anak dari Keluarga  Miskin  melalui  Beasiswa Alternatif di Kecamatan Singosari, dukungan Terre Des Homes Netherlands, tahun 1992-1994

3          Program Penyediaan Air Bersih di Desa Wonorejo Kecamatan Singosari, tahun 1992, dukungan Dana Mitra Lingkungan .

4          Program Pelayanan Pendidikan Nonformal bagi Pekerja Anak di Sektor Pertanian di Kecamatan Singosari Kab Malang, tahun 1992-1994, dukungan IPEC – ILO Jakarta..

5          Program Pengemabangan   Industri Kecil  Melalui  Proyek Hubungan Bank dengan KSM (HBK), dukungan Bank Indonesia, tahun 1993-1997.

6          Program Pelayanan Pendidikan Non formal bagi Pekerja Anak di sektor Pertanian dan industri di Kab Malang dan Kab Kediri, 1994-1996, dukungan IPEC -ILO Jakarta.

7          Program Pengembangan Model Pendidikan Nonformal bagi Pekerja anak di Sektor Pertanian dan Industri di Kab. Malang dan Kediri, 1996 1998, dukungan IPEC -ILO  Jakarta. 

8          Program Peningkatan Pendapatan Masyarakat Melelui Pengolahan Lahan Kritis di Desa Pagak Kecamatan Pagak Kab Malang , tahun 1993-1998, dukungan  FADO Belgia.

9          Program Peningkatan Pendapatan Keluarga  Melalui Pengolahan Tepung Ubijalar di Desa Kenongo Kecamatan Jabung Kab Malang,  tahun 1998, dukungan CIP Bogor

10      Program Peningkatan Pendapatan Masyarakat  Melalui  Pengembangan Pertanian Lahan Kering Terpadu di Empat Desa Kecamatan Pagak Kab Malang , tahun 1999-2000, dukungan FADO Belgia.

11      Program Peningkatan Pendidikan bagi Anak Keluarga Miskin di Desa Mendalanwangi Kec. Wagir Kab Malang , tahun 1998-1999 , dukungan ACT Japan.

12      Program Rehabilitasi Lahan DAS Brantas di wilayah  Kecamatan Pagak Kab Malang, tahun 1998-1999, dukungan Perum Jasa Tirta

13      Program Peningkatan Partisipasi Masyarakat dalam Pembangunan Infrastruktur Perkotaan (CLEAN URBAN) di  Kodya Pasuruan , tahun 1998-1999 , dukungan Care International.

14      Program Pembinaan Usaha Kecil melalui Program Kredit Mikro di Kab. Malang, tahun 1998, dukungan Bank Indonesia Malang

15      Program Pelayanan Pendidikan dan Kesehatan bagi anak Jalanan di Kodya Malang, tahun 1999, dukungan UNICEF Jakarta.

16      Program Pembinaan Anak Jalanan melalui Penyediaan Rumah Singgah di Kodya Malang, tahun 1999, dukungan Departemen Sosial RI.

17      Program Penguatan Lembaga Lokal Dalam Rangka Meningkatkan Kesejahteraan Anak, tahun 1999-2000, dukungan Plan International Surabaya.

18      Program Pemberdayaan Masyarakat  Menuju  Demoktratisasi, tahun 1999 , dukungan USAID-OTI- DAI

19      Program  Peningkatan Partisipasi Masyarakat melalui Pembangunan Sanitasi Masyarakat  (MSS) di Kota Malang Kerjasama AusAID tahun 2000- 2002

20      Program Pengembangan Pertanian  Lahan Kering di Kabupaten Blitar, dukungan IFAD tahun 2001

21      Program Pendampingan KSM dengan  berbasis pada usaha Simpan Pinjam dan Home Industri di Kota dan Kab Malang

22      Menampung dan membantu memasarkan produk organik dan Home industri yang simultan dengan usaha tani di wilayah Malang Selatan.

23      Program Pemberdayaan BPD Se Kabupaten Malang  Tahun 2002 Kerjasama LPKP – CSSP – USAID

24      Kerjasama dengan Bina Swadaya untuk Kegiatan lokakarya dan pelatihan peningkatan kemampuan advokasi bagi BPD Se-Kab. Malang Tahun 2002

25      Program Pengembangan sanitasi lingkungan yang berbasis masyarakat (Sanimas) di Jawa Timur, kerjasama BORDA tahun 2002-2004

26      Program pencegahan pengiriman anak perempuan ke industri Seks dengan pendekatan Positive Deviance di Kab. Malang dan Tulungagung tahun 2002-2005 Kerjasama LPKP dengan Save The Children US

27      Pemetaan permasalahan Trafficking Anak dan Perempuan dengan melibatkan berbagai Stakeholder di kab. Malang tahun 2003  Kerjasama  LPKP Jatim- ACILS-ICMC

28      Program Penguatan Kapasitas Stakeholder dalam  Penanganan Trafficking Anak dan Perempuan  di Jawa Timur, Kab. Malang dan Kab. Tulungagung  kerjasama JARAK, dan Save The Childrens 2004-2005

29      Program Pengadaan sarana air bersih yang berbasis pada masyarakat di desa Wonorejo, desa Banjararum Kec. Singosari, Desa Carat kecamatan Gempol  kerjasama  Philip Moris tahun 2004-2005

30      Program Pembangunan gedung sekolah dasar yang berbasis pada masyarakat  di desa Senggrong dan Gunungrejo Kab Malang kerjasama PMI tahun 2006

31      Memfasilitasi Penyusunan Rencana Strategis dari tingkat kecamatan dan kabupaten untuk isu pemenuhan Hak anak di bentuk-bentuk pekerjaan terburuk anak di kab. Tulungagung,  Kab  Probolinggo dan kab Bondowoso  kerjasama dengan BAPPEDA- UNICEF tahun 2004 -2005

32      Program penguatan Kapasitas CBO  untuk memperjuangkan hak-hak petani tahun 2003-2005 kerjasama VECO Belgia.

33      Program Pelayanan Pendidikan dan Kesehatan bagi anak Jalanan di Kab – Kota Probolinggo tahun 2005-2007

34      Program penguatan Kelompok Perempuan  Pada petani di Lahan kering di Kab. Blitar  tahun 2002 – 2008  kerjasama LPKP-IFAD

35      Program penguatan kapasitas lembaga mitra ILO untuk program Trafiking diwilayah Surabaya dan Banyuwangi tahun 2004-2005 

36      Program pemberdayaan masyarakat dalam memerangi trafiking melalui pendidikan di kab. Malang  kerjasama LPKP Jatim – Save The Children tahun 2005 – 2007

37      Advokasi penghapusan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) kerjasama LPKP Jatim – ACCES tahun 2005

38      Program pendidikan keluarga berbasis gender (PKBG)  di kab. Malang kerjasama dengan Diknas tahun 2006

39      Program pengadaan air bersih pedesaan dan rehabilitasi fasilitas pendidikan dasar di wilayah Ring I  kab Malang  kerjasama antara LPKP dengan PT Philip Moris  taun 2006-2007

40      Program pencegahan trafiking dengan pengembangan media KIE di Kab. Banyuwangi  kerjasama dengan Kementrian Kesra tahun 2006

41      Program Penguatan CSO dalam rangka Perencanaan dan penganggaran partisipatif  di kota Malang kerjasama dengan USAID-LGSP tahun 2006-2007

42      Program pengembangan life skill untuk masyarakat pedesaan di Kab. Malang kerjasama  Dirjen PLS tahun 2006-2007

43      Program pendampingan untuk pengelolaan air bersih di Kab Malang kerjasama ESP-USAID tahun 2007

44      Program Peningkatan Kapasitas Petani melalui Penggunaan Tehnologi Informasi (CTC) di Kab Malangn dan Blitar kerjasama Formasi – Microsft tahun 2007-2008

45      Program Pengelolaan Sampah, Sanitasi dan Pemenuhan sarana air bersih berbasis Masyarakat di Kel Arjowinangun dan Bareng kerjasama ESP-USAID tahun 2008 

46      Program pendidikan untuk pemberdayaan perempuan melalui prnsisikan kewirausahaan dan Koran Ibu kerjsama dengan Kemendiknas tahun 2008-2010

47      Program Penguatan Stakeholder untuk Pemenuhan Hak Anak  kerjasama dengan Bappeda dan Unicef  di Kab Bondowoso

48      Pengembangan Model  Kampung Pertanian Berkelanjutan dalam Rangka Pemberdayaan Petani di Kab Malang, Kerjasama VECO tahun 2007-2008 

49      Program survey LPG Konversi  di wilayah Jatim II tahun 2009 kerjasama dengan PT Kaibon Rekayasa.

50      Program Penanganan Korban Trafiking anak  diwilayah Jawa Timur kerjasama dengan IPEC-ILO  tahun 2009-2010

51      Program Pencegahan Pekerja Anak di Sektor Perkebunan di wilayah Jember kerjasama IPEC-ILO tahun 2010 – 2011

52      Program pengembangan Biogas Rumah Tangga (BIRU) kerjasama HIVOS Belanda th 2010-2013 

53      Program Pengembangan ternak kambing untuk mendukung peningkatan pendapatan masyarakat di Kab Bojonegoro  kerjasama MCL-EXXON Mobile  2010-2012

54      Program Fasilitasi Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) yang partisipatif, transparan, dan akuntabel dalam kerangka peningkatan pelayanan publik, di Kota Probolinggo dan Kab Jember  Jawa Timur dan Kab Bengkayang, Sekadau dan Melawi Kalimantan Barat, kerjasama dengan KINERJA – USAID, tahun 2011-2012

55      Program Pengurangan Kemiskinan melalui penguatan Kapasitas CSO untuk Advokasi hak anak an pengelolaan program aksi penanggulangan pekerja anak  melalui Penarikan PRTA dan Pemberdayaan Keluarganya di Malang Raya Jawa Timur Kerjasama ACE-PNPM Peduli -Bina Swadaya Konsultan dan Jarak  tahun 2011-2013

56      Program Pengadaan Biogas untuk pengembangan usaha Batik di Kabupaten Bangkalan dukungan Pertamina PHE-WMO Gresik, tahun 2012.

57      Program Peningkatan Pendapatan Masyarakat Melalui Pembiakan Kambing dengan Sistem Kawin Alami di Kabupaten Bojonegoro, atas dukungan Pertamina EP Field Cepu, tahun 2013-2014

58      Program Penguatan Multi Stakeholders Forum (MSF) untuk peningkatan pelayanan publik di Kab Tulungagung, Kab Probolinggo, Kota Probolinggo, Kab Bondowoso dan Kab Jember, dukungan KINERJA – USAID tahun 2013-2014.

 

2.8.    Sarana dan Prasarana

 

Sampai dengan  Desember  2013  Sarana dan Prasarana yang dimilkiki oleh LPKP Jatim  meliputi :

1          Kantor Pusat di Kota Malang (status milik organisasi), PKBM di Singosari (Milik  organisasi), Balai  Diklat pemberdayaan masyarakat di Kab Malang. 

2          Satu (1) Unit kendaraan roda empat

3          Delapan  (8) unit kendaraan roda dua

4          Sepuluh (10) unit computer PC, 6 buah note book,

5          Telepon, fax  dan email

6          Tiga (3) buah kamera digital

7          Satu (1) unit  video

8          Meja kursi kerja, almari arsip, cukup

9          Dua (2) Buah handycam

10      Dua (2) buah LCD lengkap

 

2.9.    Staf Pendukung

 

Sampai saat ini LPKP didukung oleh 20 orang staff  (12 orang staf tetap dan 8 staf kontrak), dengan kualifikasi pendidikan sebagai berikut:

1          Sarjana Pendidikan Luar Sekolah             

2          Sarjana Ekonomi                                          

3          Sarjana Pertanian                                           

4          Sarjana Peternakan                                        

5          Sarjana Kesejahteraan Sosial                         

6          Sarjana Teknik  Sipil dan Perencanaan                      

7          Sarjana Hukum  

8          Sarjana Sastra Inggris  

                                                               

Sedangkan Kualifikasi pengalamannya antara lain :

1          Ahli dibidang perencanaan dan monev partisipatif

2          Ahli dibidang gender dan pemberdayaan perempuan

3          Ahli dibidang perlindungan anak dan pekerja anak

4          Ahli dibidang Pengorganisasian masyarakat

5          Ahli dibidang pengembangan ekonomi kerakyatan

6          Ahli dibidang pengembangan sanitasi lingkungan

7          Ahli dibidang pengembangan pertanian berkelanjutan

8          Ahli dibidang Peternakan 

9          Ahli dibidang advokasi kebijakan publik

10      Ahli dibidang capacity building CBO

2.10.    Lembaga Kerjasama

 

Dalam kurun waktu 14 tahun LPKP  telah bekerjasama  untuk pelaksanaan program dengan

1.     Trere Des Hommes Netherlands , Kantor Jakarta.

2.      Dana Mitra Lingkungan Jakarta

3.      Bank Indonesia

4.      AusAID melalui Universitas Atmajaya Jakarta

5.      Perum Jasa Tirta  Malang

6.      FADO  Belgia Perwakilan Indonesia

7.      Asian Community Trust   Japan

8.      CIP, Center for  International Potato Bogor

9.      CARE International

10.  Kementrian Pendidikan Nasional

11.  Kedubes Norwegia di Jakarta

12.  Departemen Sosial RI

13.  UNICEF Jakarta.

14.  Plan International Kantor Surabaya

15.  USAID-OTI-DAI Kantor Surabaya

16.  AusAID

17.  IFAD-PIDRA

18.  CSSP – USAID

19.  Bina Swadaya Jakarta

20.  PKM Jakarta

21.  Dinas Kebersihan Kota Malang

22.  Dinas Kesehatan Kabupaten Malang

23.  PT. Philip Morris Indonesia (PMI)

24.  Borda Jerman

25.  Bappeko Blitar

26.  ILO

27. Save the Children US

28. Kementrian Kesejahteraan Sosial, Jakarta

29. VECO Indonesia

30. Dirjen PLS DIKNAS 

31. LGSP-USAID

32. ESP-USAID

33. FORMASI – MICROSOFT

34. IPEC –ILO

35. PT Kaibon Rekayasa

36. HIVOS

37. MCL – Exxon Mobile

38. Pertamina PHE-WMO Gresik

39. Pertamina EP Field Cepu

40. Konsil LSM Indonesia

41. USAID-KINERJA

 

III. GAMBARAN PROGRAM

 

    

3.1.   Latar Belakang Program

 

Program pemberdayaan masyarakat di Desa Kalisumber yang dilakukan oleh LPKP jatim  di tahun kemarin sudah  banyak capaian yang dihasilkan antara lain meningkatnya pengetahuan masyarakat dalam hal beternak kambing, meningkatnya populasi ternak kambing, mulai berjalannya unit simpan pinjam yang dikelola oleh kelompok dengan memanfaatkan modal simpanan anggota.  Permasalahan yang ada adalah keterbatasan modal serta lemahnya kelompok dalam hal pengadministrasian.  Pengembangan yang bisa dilakukan adalah pengolahan pakan ternak, pemanfaatan kotoran ternak untuk pupuk organik serta pengolahan pasca panen daging kambing.

Usaha informal yang notabene secara mayoritas tergolong pada jenis usaha kecil memerlukan daya dukung yang tinggi dan tingkat keberlanjutanyang memadai. Upaya untuk melakukan kedua hal tersebut diperlukan pendampingan secara intensif dan bantuan modal untuk pengembangannya. Biasanya yang mengembangkan dan menjelaskan sektor ini, aktor utama adalah perempuan. Karena sifatnya yang mudah diproduksi, dan tingkat manajemen sederhana, sehingga dapat dijadikan sebagai komoditas suplemen bagi peningkatan penghasilan keluarga.

Upaya untuk memberdayakan perempuan dalam kegiatan perekonomian memiliki tantangan dan kompetisi yang tinggi.  Melalui lembaga Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dimana eksistensi perempuan diakui didalamnya, maka kegiatan peningkatan pendapatan keluarga melalui usaha ekonomi produktif yang dikembangkan secara informal menjadi sebuah model alternatif pengembangan ekonomi kerakyatan, karena secara kelembagaan dan manajerial lembaga PKK telah eksis dan menyebar di seluruh pelosok negeri.

Oleh karena itu upaya pemberdayaan perempuan harus selalu dikedepankan dan mendapatkan prioritas utama, sehingga keberadaan kaum perempuan dalam semua dimensi kehidupan dapat sejajar dengan laki-laki. Dalam hal ini tidak ada lagi ketidakadilan jender yang sampai saat ini di Indonesia masih dirasakan oleh mayoritas kaum perempuan. Terjadinya ketidakadilan jender lebih disebabkan oleh adanya konstruksi atau rekayasa sosial yang turun temurun, sehingga terinternalisasi dalam kehidupan masyarakat.

Keberadaan perempuan dalam struktur ekonomi selalu dikesampingkan, sehingga perempuan kehilangan sumber-sumber pendapatannya. Begitu pula secara struktural perempuan disubordinasi oleh kaum laki-laki, sehingga perempuan harus selalu tunduk dan patuh terhadap struktur kekuasaan laki-laki. Hal ini pada gilirannya dapat melemahkan terhadap potensi yang dimiliki oleh kaum perempuan. Pada akhirnya perempuan dianggap sebagai makhluk yang lemah, tidak berdaya, tidak kreatif, dan hanya cocok untuk pekerjaan-pekerjaan rumah tangga.

Upaya pemberdayaan perempuan ini pada hakekatnya merupakan peningkatan harkat dan martabat kaum perempuan yang dalam kondisi saat ini tidak mampu untuk melepaskan diri dari perangkap budaya, kemiskinan, dan keterbelakangan. Pemberdayaan ini harus diikuti dengan memperkuat potensi, daya, dan karakter yang dimiliki oleh kaum perempuan. Perempuan akan mengambil peran-peran penting dalam kapasitasnya sebagai makhluk sosial, terutama dalam rangka peningkatan kualitas pendapatan keluarga. Lembaga-lembaga local yang ada lebih tepat bila diperankan secara langsung oleh kaum perempuan, baik yang bergerak dalam bidang sosial maupun ekonomi. Sesungguhnya kultur perempuan yang ada pada sebagian masyarakat Indoensia adalah bersifat guyub. Hal ini tercermin dari masih eksisnya lembaga-lembaga yang bergerak dalam bidang kewanitaan, seperti PKK, Posyandu, bentuk-bentuk arisan warga dan sejenisnya.

Kuatnya ikatan perempuan dalam kepengurusan kelembagaan menjadi salah satu asset strategis yang harus dikembangkan dan ditingkatkan, sehingga dapat mengangkat peran perempuan dalam kehidupan bermasyarakat secara nyata. Realitas semacam ini akan lebih baik bila dikembangkan ke arah penguatan institusi di bidang perekonomian. Kegiatan institusi local di bidang ekonomi bagi kaum perempuan, di samping mempererat ikatan-ikatan sosial, juga dapat meningkatkan produktivitas perempuan yang muaranya dapat menambah pendapatan keluarga.

 

Keterbatasan pengetahuan yang dimiliki oleh perangkat desa dalam menjalankan roda pemerintahan desa, bisa menjadi hambatan dalam proses pembangunan dan pelayanan bagi masyarakat yang ada di Desa Kalisumber.  Perlu ada penguatan terhadap perangkat desa dalam hal administrasi dan managemen, serta penyusunan perencanaan yang partisipatif. 

 

 

3.2.   Deskripsi program :

 

Peningkatan pengetahuan dan kapasitas masyarakat dalam mengembangkan ternak kambing dan kaum perempuan untuk memperkuat ekonomi keluarga melalui lembaga PKK dengan memanfaatkan lahan pekarangan dengan tanaman yang menghasilkan serta melalui usaha ekonomi produktif berdasarkan potensi lokal masyarakat Desa Kalisumber. Serta peningkatan kapasitas perangkat desa dalam menjalankan sistem pemerintahan desa.

 

 

3.3.    Tujuan program

 

 Tujuan dari program pemberdayaan masyarakat ini adalah :

  1. Mengorganisir peternak kambing dalam wadah kelompok ternak agar lebih mudah untuk proses peningkatan kapasitasnya
  2. Meningkatkan kapasitas masyarakat di desa terutama dalam hal peternakan kambing
  3. Meningkatkan permodalan bagi kelompok ternak kambing
  4. Meningkatnya peran perempuan dalam memanfaatkan lahan pekarangan untuk menunjang kegiatan ekonomi
  5. Munculnya usaha eknomomi produktif ditingkat masyarakat yang berbasis pada potensi lokal
  6. Meningkatnya peran PKK dalam upaya pemberdayaan perempuan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga
  7. Meningkatnya kapasitas perangkat desa dalam menjalankan sistem pemerintahan desa.

3.4.    Jumlah penerima manfaat

 

  1. Penerima Manfaat Langsung

Penerima manfaat dari program pemberdayaan masyarakat ini adalah:

  1. Kelompok ternak yang sudah ada yaitu 90 orang yang tergabung dalam 3 kelompok ternak,
  2. Kader-kader perempuan yang ada di Desa Kalisumber sebanyak 90 orang yang memiliki motivasi untuk mengembangkan usaha ekonomi produktif, dan
  3. Perangkat Desa dan Badan Permusyawaratan Desa Kalisumber sebanyak 16 orang.

 

  1. Penerima Manfaat Tidak Langsung

Para ibu-ibu, para kader kesehatan dan para Guru yang terlibat dalam kegiatan PKK serta para Tokoh Masyarakat pada semua dusun di Desa Kalisumber. 

 

3.5.    Strategi Program

Secara umum strategi yang akan dikembangkan dalam program ini adalah pendekatan partisipatif dengan sasaran utama adalah kelompok ternak dan kelompok perempuan dengan tahapan dan langkah-langkah kegiatan sebagai berikut :

  1. Menyiapkan  tim kerja program yang solid dengan personal yang mempunyai  kualifikasi dalam hal pemberdayaan masyarakat khususnya dalam hal ternak kambing dan pemberdayaan perempuan.
  2. Melakukan Sosialisasi kepada masyarakat, pemerintah desa dan kabupaten agar program bisa berjalan dengan optimal dan memberikan manfaat kepada sasaran secara tepat . 
  3. Membangun koordinasi dan kerjasama yang baik dengan multistakeholder yang terkait dengan pemberdayaan masyarakat di Kab Bojonegoro.
  4. Mengorganisir sasaran penerima manfaat tentang program agar penerima manfaat bisa terlibat secara aktif  mulai dari persiapan, pelaksanaan  sampai evaluasi program
  5. Meningkatkan permodalan kelompok melalui unit simpan pinjam yang dikembangkan oleh kelompok
  6. Meningkatkan peran PKK dalam mendorong terciptanya usaha ekonomi produktif di masyarakat 
  7. Meningkatkan peran PKK untuk mendorong masyarakat agar memanfaatkan lahan pekarangan dengan tanaman buah dan sayur
  8. Memperkuat keberadaan PKK sebagai lembaga yang memberdayakan perempuan,
  9. Meningkatkan peran perangkat desa dalam menjalankan system pemerintahan desa
  10. Menyampaikan progress dan hasil program kepada pihak-pihak terkait, baik untuk replikasi pada wilayah lain, maupun untuk bahan penyusunan kebijakan lainnya.

 

3.6.    Kegiatan

Berdasarkan strategi diatas, dijabarkan menjadi beberapa kegiatan inti yang akan dilakukan untuk mencapai output yang direncanakan, yang tergambar dalam Kerangka Kerja Logis, yang kemudian diuraikan dalam rencana kerja operasional  dan waktu pelaksanaan kegiatan sebagai berikut:

 

  1. Kerangka Kerja Logis

 

Uraian

Indikator yang dapat diukur/ Hasil yang diharapkan

Means of Verification/ Sumber Data

Resiko Asumsi

IMPACT

Meningkatnya taraf  hidup dan kesejahteraan masyarakat Desa Kalisumber

 

–        Daya beli masyarakat menjadi lebih baik

–        Bertambahnya Jumlah ternak Kambing

–        Sistem pemerintahan bisa berjalan dengan baik

 

Monografi desa

 

 

 

Adanya dukungan dari pemerintah untuk pemberdayaan  masyarakat dan perempuan

OUTCOME

Meningkatnya peran  masyarakat dalam  upaya untuk peningkatan kesejahteraan keluarga

 

Meningkatnya pengetahuan dan adanya kegiatan ekonomi produktif di Desa Kalisumber

OUTPUT

  • Meningkatnyapengetahuan masyarakat  dalam beternak kambing dan jumlah peternak kambing
  • Termanfaatkannya lahan pekarangan dengan tanaman yang menghasilkan
  • Munculnya usaha ekonomi produktif berdasarkan potensi local masyarakat
  • Meningkatnya peran PKK dalam upaya pemberdayaan perempuan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga
  • Meningkatnya pengetahuan perangkat desa dalam menjalankan system pemerintahan desa

 

  • Pengetahuan masyarakat dalam  memelihara ternak kambing menjadi lebih baik (kandang panggung, cara merawat, pengelolaan pakan)
  • 25 % warga Kalisumber memanfaatkan lahan pekarangan dengan tanaman yang menghasilkan
  •  Adanya 3 unit usaha ekonomi produktif berdasarkan potensi local masyarakat
  •  50 % perempuan yang ada di desa Kalisumber memahami pentingnya kesejahteraan keluarga
  • Perangkat desa mampu menjalankan  tugas dan tanggung  jawabnya sesuai dengan job diskripnya

 

 

Pendataan dari  Desa

 

 

 

 

 

 

 

Asumsi : Adanya dukungan Pemdes dan PKK

 

Resiko : Keberlanjutan usaha

A   C   T   I   V   I   T   I   E   S   :

 

  1. Meningkatnya pengetahuan masyarakat dalam beternak kambing dan jumlah peternak kambing

 

  1. Termanfaatkannya lahan pekarangan dengan tanaman yang menghasilkan

 

  1. Munculnya usaha ekonomi produktif berdasarkan potensi local

 

  1. Meningkatnya peran PKK dalam upaya pemberdayaan perempuan untuk bisa meningkatkan kesejahteraan keluarga
  2. Meningkatnya pengetahuan perangkat desa dalam menjalankan system pemerintahan desa
 

1.1.     Sosialisasi program kepada stakeholder dan masyarakat

1.2       Pertemuan rutin kelompok

1.3        Menyalurkan ternak anakan dari para anggota kelompok peternak lama ke masyarakaat sekitar yang belum mendapatkan jatah ternak pada periode sebelumnya,

1.4       Monitoring dan supervise program

1.5       Pembuatan brosur atau poster beternak kambing sebagai media kampanye

1.6       Penanaman  bibit rumput odot

1.7       Lokakarya evaluasi program

1.8       Pendampingan dan penguatan kelompok ternak

1.9       Pengadaan mini feedmiil

1.10   Koordinasi rutin multi stakeholder

1.11   Pelatihan pupuk organic

1.12   Pelatihan pasca panen pengolahan daging kambing

 

 

2.1.  Identifikasi  keluarga yang memiliki lahan pekarangan  yang belum termanfaatkan secara optimal yang akan terlibat dalam program

2.2.   Pelatihan pemanfaatan lahan pekarangan untuk menunjang ekonomi keluarga

2.3.  Pendampingan dan Perawatan tanaman

2.4.   Pengadaan media, bibit tanaman sayur dan buah untuk pemanfaatan lahan pekarangan

2.5.  Pemanfaatan lahan pekarangan dengan tanaman sayur dan buah

3.1.  Workshop usaha ekonomi produktif yang bisa dikembangkan  termasuk potensi untuk pengembangan instalasi biogas

3.2.  Pelatihan pembuatan makanan olahan berbahan baku jagung dan ketela pohon

3.3.  Pengadaan sarana dan prasarana yang dibutuhkan untuk mendukung home industri yang akan dikembangkan

3.4.  Pembangunan instalasi biogas untuk menunjang kegiatan ekonomi

3.5.  Pelatihan kewirausahaan dengan pendekatan self masteri

3.6.  Kunjungan belajar ke tempat yang sudah berhasil

3.7.  Pendampingan dan pemasaran hasil usaha

4.1.  Pengorganisasian PKK melalui pertemuan rutin

4.2.  Penyusunan rencana kerja PKK  dalam kaitannya dengan pemberdayaan perempuan

4.3.  Pelatihan managemen organisasi

4.4.  Pendampingan dan penguatan organisasi PKK

5.1.  Pelatihan penguatan perangkat desa dan BPD

5.2.   Pelatihan penyusunan APBDes yang partisipatif

5.3.  Pelatihan komputer bagi perangkat desa

 

 

 

  1. Rencana Kerja Operasional

 

OUTPUT/ KEGIATAN

HASIL KEGIATAN UTAMA

PENANGGUNG JAWAB

WAKTU

ANGGARAN

KET

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

  1.  Meningkatnya pengetahuan masyarakat dalam  beternak kambing dan jumlah perternak kambing

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1.1.  Sosialisasi program kepada stakeholder dan masyarakat

  • Terlaksananya sosialisasi program kepada stakeholder dan masyarakat
  • Sosialisasi program diikuti 30 orang dari pemkab, kecamatan, pemdes dan kader PKK
  • Masyarakat dan stakeholder mengetahui gambaran program yang akan dilaksanakan

 

X

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1.2.  Pertemuan rutin kelompok

  • Terlaksananya pertemuan rutin setiap bulan di 3 kelompok ternak yang ada.
  • Pertemuan rutin membahas kegiatan dan perkembangan kelompok

 

x

x

x

x

x

x

x

x

x

X

x

X

 

 

1.3.  Pembuatan brosur atau poster beternak kambing sebagai media kampanye

  • Tercetaknya brosur mengenai cara beternak kambing yang benar sebanyak 3000 eksemplar dan buku panduan beternak kambing sebanyak 150 bh
  • Terdistribusikannya brosur dan buku panduan tersebut kepada kelompok ternak dan masyarakat

 

 

 

 

 

 

 

X

 

 

 

 

 

 

 

1.4.  Penanaman bibit rumput odot

  • Tertanamnya sebanyak 15.000 stek rumput odot di lahan milik para peternak
  • Sebanyak 80% stek  rumput odot dapat tumbuh dengan baik

 

x

 

 

 

 

 

 

 

 

 

x

X

 

 

1.5.  Lokakarya evaluasi program

  • Terlaksananya lokakarya evaluasi program  untuk mengetahui sejauh mana capaian program, kendala dan solusi untuk mengatasi permasalahan yang ada
  • Lokakarya evaluasi dilakukan selama 1 hari yang diikuti 40 orang yang berasal dari pengurus kelompok dan stakeholder lainnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

X

 

 

1.6.  Pendampingan dan penguatan kelompok

  • Terlaksananya pendampingan terhadap kelompok ternak yang ada
  • Pendamping bisa membantu peternak untuk memecahkan persoalan yang muncul

 

x

x

x

x

x

x

x

x

x

x

x

X

 

 

1.7.  Pengadaan alat mini feedmiil

  • Adanya tiga unit alat mini feedmiil untuk pembuatan pakan ternak
  • Alat digunakan oleh masyarakat yang ada di Desa Kalisumber

 

 

X

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1.8.  Koordinasi rutin multi stakeholder

  • Terlaksananya koordinasi rutin multistakeholder setiap 6 bulan sekali yang diikuti 20 orang
  • Stakeholder yang terlibat mengetahui perkembangan kegiatan yang sudah dilakukan

 

 

 

 

x

 

 

 

 

X

 

 

 

 

 

1.9.     Menyalurkan ternak anakan dari para anggota kelompok peternak lama ke masyarakaat sekitar yang belum mendapatkan jatah ternak pada periode sebelumnya,

  • Perguliran dilakukan ketika anakan sudah berumur 6 bulan
  • Memprioritaskan perguliran kepada anggota kelompok yang indukannya mati

 

 

 

 

 

x

x

x

x

x

x

x

x

X

 

 

1.10.  Monitoring dan supervise program

  • Terlaksananya monitoring dan supervisi program oleh direktur LPKP yang dilakukan setiap 3 bulan sekali
  • Hasil monitoring dijadikan sebagai bahan untuk perbaikan program

 

 

 

 

X

 

 

x

 

 

x

 

 

x

 

 

1.11.  Pelatihan pembuatan pupuk organik

  • Terlaksananya pelatihan pembuatan pupuk organic yang diikuti 30 orang
  • 50 % dari peserta pelatihan menerapkan hasil pelatihan  pembuatan pupuk organic

 

 

 

x

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1.12.  Pelatihan pasca panen  pengolahan daging kambing

  • Terlaksananya pelatihan pasca panen pengolahan daging kambing yang diikuti 30 orang
  • Daging kambing diolah menjadi abon, pentol, sosis

 

 

 

x

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Termanfaatkannya lahan pekarangan dengan tanaman yang menghasilkan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2.1.     Identifikasi  kader PKK dan keluarga yang memiliki lahan pekarangan  yang belum termanfaatkan secara optimal yang akan terlibat dalam program

 

  • Adanya kader-kader PKK   Desa Kalisumber yang akan terlibat dalam program (perwakilan PKK  di masing-masing Dusun secara proporsional)
  • Diketahuinya kader PKK dan keluarga yang lahan pekarangannya belum termanfaatkan secara optimal

 

 

 

 

 

 

 

 

X

 

 

 

 

 

 

2.2.     Pelatihan pemanfaatan lahan pekarangan untuk menunjang ekonomi keluarga

  • Terlaksananya pelatihan pemanfaatan lahan pekarangan yang diikuti 30 orang dari kader-kader PKK Desa Kalisumber
  • Peserta pelatihan menindaklanjuti hasil pelatihan dengan memanfaatkan lahan pekarangan di rumahnya

 

 

 

 

 

 

 

 

 

X

 

 

 

 

 

2.3.     Pengadaan mediia, bibit tanaman sayur dan buah untuk pemanfaatan lahan pekarangan

 

  • Tersedianya polybag sebagai tempat media tanam untuk sayuran sebanyak 30 kg
  • Tersedianya bibit tanaman sayur  sebanyak 3000 btg dan tanaman buah sebanyak  400 btg

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

x

x

X

 

 

2.4.     Pemanfaatan lahan pekarangan dengan tanaman sayur dan buah

 

  • Tertanamnya sebanyak 400 batang tanaman buah dan 3000 batang untuk tanaman sayur
  • Tanaman buah dan sayur tumbuh dengan baik  di lahan pekarangan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

x

x

X

 

 

2.5.     Pendampingan dan perawatan tanaman

  • Terlaksananya pendampingan secara rutin
  • Masyarakat merawat tanaman dengan baik

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

x

x

x

 

 

  1. Munculnya usaha ekonomi produktif berdasarkan potensi local

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3.1.  Workshop usaha ekonomi produktif yang bisa dikembangkan  termasuk potensi untuk pengembangan instalasi biogas

  • Terlaksananya workshop usaha ekonomi produktif yang bisa dikembangkan termasuk potensi untuk pengembangan instalasi biogas yang diikuti 30 orang
  • Hasil workshop dijadikan dasar untuk pengembangan usaha dan instalasi biogas

 

 

 

 

X

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3.2.  Pelatihan pembuatan makanan olahan berbahan baku jagung dan ketela pohon

 

  • Terlaksananya pelatihan pembuatan makanan olahan berbahan baku jagung dan ketela pohon selama satu hari yang diikuti 30 orang
  • Peserta pelatihan menerapkan hasil pelatihan sebagai rancangan awal usaha ekonomi produktif

 

 

 

 

 

X

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3.3.  Pengadaan sarana dan prasarana yang dibutuhkan untuk mendukung home industri yang akan dikembangkan

  • Tersedianya bahan dan satu set alat untuk pembuatan emping jagung dan kripik singkong
  • Pengadaan kemasan produk sebanyak 1000 buah
  • Adanya izin depkes yang dikeluarkan dari dinas kesehatan

 

 

 

 

 

X

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3.4.  Pembangunan instalasi biogas untuk menunjang kegiatan ekonomi

  • Terbangunnya 3 unit instalasi biogas dimana masing-masing dusun 1 unit
  • Instalasi biogas digunakan untuk menunjang kegiatan ekonomi

 

 

 

 

x

X

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3.5.  Pelatihan kewirausahaan

  • Terlaksananya pelatihan kewirausahaan yang diikuti 40 orang
  • Peserta pelatihan memahami dan mengerti  tentang kewirausahaan

 

 

 

 

 

 

X

 

 

 

 

 

 

 

 

3.6.  Kunjungan belajar ke tempat yang sudah berhasil

  • Terlaksananya kunjungan belajar ke tempat usaha yang sudah berhasil selama 1 hari yang diikuti 30 orang

 

 

 

 

 

 

 

X

 

 

 

 

 

 

 

3.7.  Pendampingan usaha dan pemasaran hasil usaha

  • Terlaksananya pendampingan dan pemasaran hasil usaha secara intense

 

 

 

 

 

 

x

x

x

x

x

x

X

 

 

  1. Meningkatnya peran PKK dalam upaya pemberdayaan perempuan untuk bisa meningkatkan kesejahteraan keluarga

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4.1.  Pengorganisasian PKK melalui pertemuan rutin

  • Terlaksananya pertemuan rutin  setiap bulan
  • Pertemuan rutin untuk menyampaikan perkembangan kegiatan yang sudah dilakukan

 

x

x

x

x

x

X

x

x

x

x

x

X

 

 

4.2.  Penyusunan rencana kerja PKK  dalam kaitannya dengan pemberdayaan perempuan

  • Terlaksananya kegiatan penyusunan rencana kegiatan PKK selama satu hari yang diikuti 30 orang
  • Tersusunnya rencana kerja PKK untuk pemberdayaan perempuan

 

 

X

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4.3.  Pelatihan managemen organisasi

  • Terlaksananya pelatihan managemen organisasi selama dua hari yang diikuti 30 orang
  • Peserta pelatihan mengerti dan memahami tentang managemen organisasi yang baik

 

 

X

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4.4.  Pendampingan dan penguatan organisasi PKK

  • Terlaksananya pendampingan secara intensif oleh pendamping lapang

 

x

X

x

x

x

x

x

x

x

x

x

X

 

 

  1. Meningkatnya pengetahuan perangkat desa dalam menjalankan system

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

5.1.  Pelatihan penguatan perangkat desa dan BPD

  • Terlaksananya pelatihan bagi perangkat desa dan BPD dalam hal administrasi dan managemen desa, serta perencanaan partisipatif  yang diikuti 20 orang selama 2 hari
  • Perangkat desa dan BPD memahami tugas dan fungsinya dalam system pemerintahan desa
  • Administrasi desa tertata dengan baik

 

 

 

X

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

5.2.  Pelatihan penyusunan APBDes yang partisipatif

  • Terlaksananya pelatihan penyusunan APBDes yang partisipatif selama 2 hari yang diikuti 20 orang dari perangkat desa dan BPD
  • Perangkat desa dan BPD mampu menyusun APBDes yang partisipatif sebagai pedoman dalam pelaksanaan pembangunan

 

 

 

 

 

 

 

X

 

 

 

 

 

 

 

5.3.  Pelatihan komputer bagi perangkat desa

  • Terlaksananya pelatihan  computer bagi perangkat desa sebanyak 2 kali dalam seminggu
  • Perangkat desa mampu mengoperasikan komputer

 

x

x

x

x

x

x

x

x

x

x

x

x

 

 

 

3.7.    Usulan Staf

 

Program akan  dilaksanakan oleh Tim kerja dengan struktur dan jumlah sebagai berikut :

  1. Penanggungjawab                         : 1 orang
  2. Manager Program                           : 1 orang
  3. Tenaga Ahli Ternak dan Pemasaran           : 1 orang
  4.  Fasilitator/Pendamping                              : 3orang  (laki-laki dan perempuan)
  5.  Administrasi dan keuangan                       : 1 orang

 

3.8.    Jangka waktu program

 

Untuk mencapai tujuan dengan strategi yang dirumuskan proyek  membutuhkan durasi waktu  1 tahun  ( 12 bulan)

 

3.9.    Keberlanjutan Program

 

Program yang dikembangkan  dipastikan akan memberikan manfaat terkait dengan pengetahuan, ketrampilan dan peningkatan pendapatan ditingkat peternak yang ada di Desa Kalisumber. Akan terjadi proses saling belajar antara masyarakat yang menjadi sasaran program dengan berbagai stakeholder yang terlibat di program ini,sehingga akan terjadi peningkatan kapasitas, baik yang secara langsung berhubungan dengan usaha ternak yang dikembangkan kelompok sasaran maupun kegiatan lain yang berkaitan dengan kehidupannya. Diharapkan dengan program ini akan muncul peternak kader yang handal yang bisa menjadi sumber belajar bagi calon peternak kambing yang lain yang terwadai dalam kelompok peternak.

 

Program yang dikembangkan  dipastikan akan memberikan manfaat terkait dengan pengetahuan, ketrampilan dan peningkatan pendapatan ditingkat masyarakat melalui pemberdayaan perempuan. Dengan adanya program ini maka keberadaan kaum perempuan akan semakin dihargai eksistensinya baik dalam keluarga maupun dimasyarakat dan diharapkan muncul usaha ekonomi produktif yang berkembang dimasyarakat dengan memanfaatkan energi alternative biogas. Disamping untuk pengembangan usaha produktif, dengan adanya biogas akan menghasilkan pupuk yang dapat meningkatkan kesuburan lahan, mengurangi pencemaran lingkungan, juga mengembangkan usaha lain seperti beternak cacing, belut dan ikan dengan makanan limbah biogas.    

 

Keberlanjutan program merupakan  salah satu  indikator  keberhasilan  program yang kami lakukan. Oleh karena itu dari awal perencanaan sudah dipersiapkan bagaimana agar program ini tetap berjalan, walaupun support program  sudah berakhir.  Keberlanjutan  program ini diharapkan akan bersifat sosial dan ekonomi.  Untuk menjamin keberlanjutan program pemberdayaan perempuan maka diperlukan organisasi PKK yang kuat, maka diperlukan kader-kader perempuan yang mumpuni.

 

Dukungan dari pemerintah desa yang cukup besar sangat berpengaruh terhadap keberlanjutan program, sehingga keberadaan perangkat desa yang ada menjadi alat untuk mendorong keberdayaan masyarakat pasca program.   Untuk itu diperlukan SDM perangkat desa yang memadai.

 

Sedangkan  strategi yang dari luar, mulai dari program dikembangkan ada koordinasi yang baik dengan pihak pemerintah lokal mulai dari desa sampai kabupaten khususnya dinas terkait, agar untuk selanjutnya pihak-pihak tersebut tetap akan memberikan support untuk penguatan, untuk keberlanjutan usaha masyarakat.

 

3.10.    Monitoring dan Evaluasi

 

Monitoring dan evaluasi akan dilaksanakan untuk mengetahui perkembangan dan keberhasilan/kegagalan program. Monitoring dan evaluasi akan dilakukan secara partisipatif  (melibatkan masyarakat sebagai penerima manfaat program dan stakeholder terkait). Tujuan monitoring dan evaluasi ini lebih dimaksudkan untuk melihat perkembangan dan permasalahan yang dihadapi sehingga secara cepat bisa dicarikan jalan pemecahannya. Program ini dikatakan sukses kalau tujuan yang ditetapkan tercapai, masyarakat merasakan mendapatkan manfaat baik secara pengetahuan, ketrampilan, dan ekonominya, yang kemudian bisa berdampak terhadap kualitas hidupnya.

 

Ada beberapa indikator yang bisa dirumuskan untuk mengetahui tingkat keberhasilan program. Indikator tersebut antara lain sebagai berikut :

  1. Meningkatkan jumlah  rumah tangga pemelihara ternak kambing dengan sistem yang menguntungkan
  2. Meningkatkan populasi ternak kambing 
  3. Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan  budidaya ternak kambing dan domba, dilihat dari tingkat perkembangan,  kesehatan, angka kematian.
  4. Meningkatnya permodalan kelompok ternak
  5. Terbangun  jejaring  antar peternak  kambing dan domba  ditingkat  desa,  dan menjadikan jejaring tersebut  sebagai media komunikasi dan pembelajaran bersama.
  6. Meningkatnya jumlah rumah tangga yang lahan pekarangannya ditanami sayur dan buah
  7. Instalasi biogas yang dibangun  dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan usaha ekonomi produktif
  8. Usaha ekonomi produktif dengan memanfaatkan bahan baku lokal berkembang dimasyarakat.
  9. Meningkatnya pengetahuan, ketrampilan perempuan yang ada di Kalisumber dalam melakukan pengolahan makanan. 
  10. Meningkatnya peran PKK dalam upaya pemberdayaan perempuan di Desa Kalisumber
  11. Meningkatnya SDM perangkat desa dalam menjalankan sistem pemerintahan Desa Kalisumber

Leave a comment »

BIOGAS

Biogas pertama kali ku kenal sebagai program BIRU, terkadang membuat aku begitu takjut karena kalau diplikasikan ke pemberdayaan masyarakat sekitar pasar, peternakan dan pembuangan sampah mempunyai efek positif yang begitu besar.  Kenapa karena dengan program biogas ini masyarakat yang penuh dengan assumsi kotor ini bisa menikmati beberapa manfaat :

1. API  yang sering di pakai untuk masak tanpa bau dan angus

2. Sinar yang bisa di buat lampu di daerah sekitar hutan yang belum terjangkau listrik di pulau terpencil ataupun sekitar hutan

3. Ketersedian air panas, bagi daerah sekitar peternakan yang dingin dan yang takut kedinginan

4. Sumber api tersebut juga bisa di kelola dan di jual untuk sekitar peternakan kitaang

5. Potensi sebagai pupuk padat yang berpotensi sebagai pupuk secara langsung atau di kelola lagi untuk menjadi pupuk kascing dan budidaya cacing,  selain PUPUK CAIR yang sangat bagus untuk selurynya

6. Untuk sekitar lokasi pasar  dan sampah potensi inni terus bisa di kembangkan

Sekian skilas info kegunaan biogas, minat BB : 2A406109 HP 0982141173609

Sekian,

Leave a comment »

LAPORAN AKHIR TAHUN 2013 kerjasama LPKP dan Pertamina EP

Program  Peningkatan Pendapatan Masyarakat melalui Pembiakan Kambing dengan Sistem Kawin Alami Desa  Kalisumber Kec. Tambakrejo di Kabupaten Bojonegoro Tahun 1

 (Maret 2013 – Februari 2014)

Bekerjasama  LPKP dengan PERTAMINA EP

  1. Sosialisasi awal program kepada Pemerintah Kabupaten Bojonegoro yang kita laksanakan di awal bulan maret dengan beberapa kegiatan sebagai berikut :
  • Kegiatan  sosialisasi program dengan Pemkab Bojonegoro dilakukan pada bulan Maret 2013 Di Dinas Peternakan dan Perikanan Kab. Bojonegro 20 orang
  • Peserta yang hadir adalah dari Dinas Peternakan,  POLSEK Tambakrejo, Koramil, Kecamatan, Pemdes

Pemerintah Kabupaten Bojonegoro mengetahui dan mendukung program yang akan dijalankan LPKP atas dukungan dari Pertamian EP. Bentuk dukungan yang diberikan adalah memberi izin dalam pelaksanaan program, kemudahan dalam hal akses informasi, pengorganisasian masyarakat, bahkan dimungkinkan ada sinergitas program yang akan dikembangkan pemerintah lokal dengan program yang sedang dikembangkan LPKP

Sehingga untuk kelanjutan program Peningkatan Pendapatan Masyarakat ini Desa Kalisumber ditetapkan sebagai desa untuk pengembangan kambing setelah Desa Napis untuk daerah sapi.

 2.      Sosialisasi program kepada masyarakat

  • Peserta kegiatan sosialisasi  ini adalah tokoh masyarakat, Pemdes, Kecamatan dan mantri ternak. Yang dilakukan bulan Maret di Balai Desa Kalisumber
  • Masyarakat mengetahui, memahami dan mendukung program ternak kambing dan domba yang ada di wilayahnya
  • Respon masyarakat cukup baik dengan adanya program ternak kambing dan domba di wilayahnya

Walau ada kendala di pemahaman masyarakat bahwa Ada anggapan di masyarakat program yang akan dilakukan oleh LPKP bersama Pertamina EP adalah memberikan bantuan kambing ke masing-masing anggota kelompok sebagai milik pribadi dan tidak ada perguliran.  Sehingga membutuhkan intensitas kunjungan dalam memberikan pemahaman pada anggota bahwa hal tersebut tidak benar

3. Kajian desa secara partisipatif (PRA)

Kajian PRA ini dilaksanakan pada tanggal 21 Maret 2013 yang di ikuti oleh tokoh masyarakat, pemdes dan masyarakat penerima manfaat program.  Dilaksanakan di Balai Desa Kalisumber dengan peserta 90 orang dari acara tersebut  diperolehnya data terkait dengang masing dusun yg ada di Desa Kalisumber dan  potensi, kebutuhan dan permasalahan serta solusi penyelesaiannya diantaranya, pertanian, peternakan, sanitasi, infrastruktur dsb.

Sehingga LPKP belum bisa membantu semua program tersebut dan hanya fokus pada Peningkatan Pendapatan Masyarakat dengan cara budidaya kambing di desa Kalisumber

4.  Pembentukan kelompok ternak kambing

Terbentuk 3 kelompok ternak adalah sebagai berikut

–     Kelompok ternak ”Maju Jaya” Desa Kalisumber.

–     Kelompok ternak ”Sumber Barokah” Desa Kalisumber

–     Kelompok ternak “Barokah Jaya” Desa Kalisumber

Pembentukan kelompok ini dimaksudkan untuk mempermudah, keberhasilan pengorganisasian  untuk pemberdayaan masyarakat.

 5.   Pelatihan ternak kambin

Kegiatan pelatihan ternak kambing diikuti oleh anggota kelompok penerima manfaat dan didukung penuh  oleh Pemdes yang dilaksanakan secara bertahap di 3 kelompok binaan yang telah di bentuk saat PRA, sedangkan pelaksanaan Pelatihan itu adalah :

–     Tgl 12 April 2013, Kelp Maju Jaya Ds Kalisumber , diikuti 30 org

–     Tgl 16 April 2013, Kelp. Sumber Barokah Desa Kalisumber, diikuti 30 orang

–     Tgl 17 April 2013, Kelp. Barokah Jaya Desa Kalisumber, diikuti 30 org

Hasil pelatihan ini adalah pengetahuan peternak menjadi lebih baik, mulai dari persoalan pakan, perkandangan, perkawinan cara pemilihan bibit serta cara pencegahan dan pengobatan penyakit pada kambing, karena selain materi teori juga langsung diajak praktek di kandang. Walau kita sadar bahwa pelatihan ini hanya membuka wawasan peternak sekilas saja.

Ada rencana tindak lanjut yang dilakukan oleh kelompok dalam kaitannya dengan beternak kambing. Hambatan yang mungkin terjadi adalah bahasa teknis ternak yang mungkin kurang difahami tentunya pelatihan ini akan diulang sesuai kebutuhan peternak saat pelaksanaan pertemuan rutin yang dilaksanakan tiap bulan.

 6. Lokakarya Perguliran Kambing & Rapat Koordinasi dengan Stakeholder

Lokakarya ini diharapkan masyarakat  menyadari bahwa bantuan kambing ini bukan semata mata untuk pribadi tetapi ada perguliran ke masyarkat yang lain sehingga kenapa lokakarya ini di gelar.  Sehingga ada beberapa capaian sebagai berikut :

  • § Terbentuknya tata aturan perguliran Kambing yang telah di bagikan ke 90 anggota 3 Kelompok di Desa Kalisumber
  • § Pelaksanaan Lokakarya di Rumah Bapak Kasun Jambe Abdul Karim
  • § Peserta Lokakarya adalah Pertamina EP, PTP Tambakrejo,Pemdes, Perwakilan dari anggota Kelompok.

Belum semua anggota kelompok setuju di lakukan perguliran kambing kepada anggota masyarakat,  sehingga perlu sosialisasi di tiap kelompok saat pertemuan rutin dan menghubungi beberapa tokoh masyarakat sehingga tubuh kesadaran berbagi, bagi anggota kelompok yang belum memahami perguliran.

 7.       Pengadaan kambing dan domba jantan untuk kelompok ternak

Jumlah kambing dan domba jantan yang tersebar di tujuh kelompok sebanyak 99 ekor (Jenis Betina Jawa randu 77  ekor, Betina Domba 13 ekor, Jantan PE 7 ekor dan Jantan Garut 2 ekor) dengan perincian masing-masing desa sebagai berikut :

–     Kelompok Maju Jaya, 30 ekor betina Jawarandu dan 3 PE Jantan

–     Kelompok Sumber Barokah

20  Jawarandu 10 betina domba, dn pejantan 2 ekor PE dan 1 ekor Garut

–     Kelompok Barokah Jaya Desa Kalisumber, 27 Jawarandu betina, 3 betina gibas dan pejantan 2 PE dan 1 Garut

 Fungsi kambing dan domba jantan kelompok adalah sebagai pemacek, yaitu untuk mengawini kambing dan domba betina yang dimiliki oleh anggota kelompok, sehingga diharapkan bisa terjadi perbaikan keturunan

 

  1. 8.            Pertemuan Rutin

 

  • Pertemuan rutin kelompok dilakukan setiap bulan sekali di rumah pengurus kelompok dan Mushola sekitar anggota
  • Agenda yang dibahas adalah perkembangan kegiatan dan persoalan yang muncul dalam berkelompok serta mencari solusi atas persoalan tersebut, bahkan ada kelompok ternak yang membuat arisan.

Saat pertemuan rutin kelompok ternak tiap bulan, ada materi  yang disampaikan berkaitan dengan persoalan ternak kambing dan domba (pemantapan hasil pelatihan).

Bahkan beberapa kali pertemuan rutin diadakan dengan inisiatif kelompok tentang materi yang diajarkan sehingga kebutuhan kelompok terpenuhi dan semangat beternak semakin meningkat. Walaupun ada beberapa kendala kehadiran sehingga pertemuan rutin disesuaikan dan dilaksanakan malam hari, dengan harapan semua anggota bisa hadir dalam pertemuan rutin,

 9.      Studi banding

Kegiatan studi banding di lakukan tanggal 20 Agustus yang d ikuti 110 peserta yang terdiri dari PEMDES, 90 anggota kelompok Binaan

  • Tempat yang dikunjungi adalah Balai Besar Inseminasi Buatan Singosari (BBIB), ditempat ini peternak belajar  tentang deteksi birahi kambing, inseminasi buatan pada kambing, cara penanganan kambing yang baru melahirkan, serta pengelolaan pakan. Kemudian peserta diajak bekeliling BBIB untuk melihat secara langsung aktivitas yang dilakukan di BBIB Singosari serta melihat tenak kambing dan sapi yang dipelihara oleh BBIB. 
  • Tempat lain yang dikunjungi adalah Kelp. Ternak Mitra Ternak Sejahtera yaitu peternakan kambing etawa dan jenis yang lainnya yang dikelola oleh Bapak Arif yang berdiri sejak tahun 2008.  Di tempat ini para peternak belajar tentang penanaman pakan kaliandra, perawatan kambing etawa serta penataan kandang yang sesuai dengan standart.

Dalam Kunjungan ke Kelompok Ternak Mitra Ternak Sejahtera disusun  Rencana Tindak Lanjut (RTL) untuk kegiatan kelompok selama tahun pertama (2013).  Walau ada beberapa kendala waktu yang sempit dan bahasa  yang kurang di pahami.

 10, Penanaman rumput odot, Kaliandra bantuan dari LPKP dan Pertamina EP.

  • § Kegiatan ini dilakukan pada bulan Juni 2013 – Februari 2014 di 3 kelompok yang mendapatkan pendampingan dari LPKP
  • § Pemberian bantuan bibit rumput odot dari LPKP bertujuan untuk ketersediaan pakan ternak kambing dan domba di masing-masing kelompok
  • § Jumlah bibit Kaliandra sebanyak 500 stek
  • § Kaliandra yang diberikan ke kelompok dalam bentuk batang dan biji, jumlah biji kaliandra yang disebar kelompok 3 kg yg diberikan secara bertahap.

 Kendala yang muncul adalah musim kemarau sehingga penanaman kurang berhasil selanjutnya pada bulan Desember dilakukan penanaman kembali dengan luasan 3 x 50 meter yang dilakukan kelompok Maju Jaya dalam satu lokasi dengan harapannya kedepan perawatannya lebih mudah.  Kedepan penanaman pakan leguminusa sehingga saat musim kemarau tanaman bisa terus tumbuh.

 11.Pembuatan kandang

 Pembuatan kandang kelompok per Januari 2014 :

  • § Kelompok Maju Jaya  telah membuat 5 Unit kandang panggung
  • § Kelompok  Sumber Barokah  telah membuat  6 unit kandang panggung

 Kelompok Barokah Jaya telah membuat 8 unit kandang panggung.  Meningkatkan kesadaran akan pentingnya kandang panggung bagi :

  • Kesehatan ternak
  • Efisien Waktu perawatan

 Tetapi yang paling penting dari semua Itu adalah tumbuhnya kesadaran masyarakat karena kandang yang di bangun dengan swadaya baik dengan membangun sendiri ataupun dengan model “sambatan” ( gotong royong sehingga pembangunan kandang panggung bisa terlaksana dengan baik dan cepet ) dan pembelajaran antar anggota kelompok peternak bisa terjadi dengan cepat.

Demikian pula kandang yang biasa ada dalam rumah sesuai dengan perkembangan pemikiran mulai berubah sehingga Nopember 2013 banyak kandang dibangun di luar rumah, dan ini membuat lebih sehat bagi lingkungan dan keluarga peternak.

 12. Perkawinan alami dengan pejantan kelompok

 Keturunan yang sudah dihasilkan dari pejantan yang dimiliki kelompok sampai pada bulan Jan 2014 adalah 52 ekor dengan perincian sebagai berikut:

 Kelompok  Maju Jaya

  • Jumlah kambing yg beranak 8 ekor dengan jumlah anakan kambing 15 dgn 5 jantan dan 10 betina
  • Bunting 8 ekor
  • Mati 1 ekor
  • Dijual 9 ekor 

 Kelompok  Sumber Barokah

  • Jumlah anakan 26 ekor dengan rincian 14 Jantan dan 12 betina
  • Jumlah kambing yg beranak 15 ekor
  • Bunting 2 ekor
  • Mati 1 ekor
  • Dijual 9 ekor

Kelompok  Barokah Jaya

  • Jumlah kambing yg beranak 8 ekor dengan jumlah anakan kambing 11
  • Bunting 1 ekor
  • Mati 1 ekor
  • Dijual 1 ekor

13. Pembuatan Pakan Fermentasi

 Dilaksanakan di tiap kelompok bulan september 2013

  • Pakan fermentasi berhasil dengan baik di tiap kelompok
  • Kendala yang terjadi, ketidak berhasilan dari  pakan fermentasi adalah jumlah

yang sedikit karena dengan jumlah yang sedikit pembuatan pakan tidak efektif dikarenakan sekali membuat pakan bisa untuk 1 bulan tanpa membuat lagi, sesungguhnya ini baik tapi terkadang hal ini membuat peternak kurang gairah.

14. Pendampingan dan konsultasi ternak

  • Pendampingan secara intens dilakukan oleh para pendamping lapang yang  bertangung jawab kepada satu  kelompok
  • Pendampingan yang dilakukan secara informal dengan pendekatan kepada pengurus dan anggota kelompok, sedangkan secara formal lewat pertemuan pengurus dan pertemuan rutin kelompok

Untuk kegiatan pendampingan selalu melibatkan konsultan dan dinas terkait, sehingga jika ada persoalan yang terkait dengan ternak kambing yang dimiliki oleh anggota kelompok atau masyarakat, bisa segera untuk dicarikan jalan keluarnya

15. Terlibat dalam kontes kambing

Dilaksanakan dalam rangka hari jadi Kabupaten Bojonegoro pada tanggal 4-5 Juni  2013, di Kec. Sumberwaras

Masing masing kelompok Mengeluarkan pejantan PE

  •  Terjadi sharing pengalaman dengan para peternak yang berhasil memelihara kambing juara.
  • Terbangunnya komunikasi dan jaringan dengan kelompok ternak lain.
  • Peternak mengetahui berbagai jenis kambing dan domba yang berkualitas

 16. Studi Banding Kelompok Ternak USTAN MANDIRI Desa Dologgede Kecamatan Tambakrejo

  • Peningkatan pemahaman langsung pengurus kelompok akan pentingnya pakan ternak fermentasi
  • Melihat efisiensi pemeliharaan Domba 30 ekor hanya dengan pakan Fermentasi

Praktek langsung pembuatan pakan fermentasi di ustan mandiri

Kelompok Ustan Mandiri ini merupakan kelompok yang sudah menerapkan pembuatan pakan fermentasi secara total dengan alat alat pendukungnya, sehingga di harapkan bisa menjadi inspirasi bagi kelompok ternak di Desa Kalisumber kec. Tambakrejo Kab. Bojonegoro

 17.  Perubahan minat masyarakat akan beternak kambing juga semakin meningkat

 Perubahan minat masyarakat Desa Kalisumber  sejak  memahami bahwa kambing merupakan sumber mata pencarian atau pendapatan yang efisien  bukan hanya prestice saja.

  • Kambing bisa di jual sewaktu waktu sesuai kebutuhan sehingga tanpa kesulitan lagi mencari seperti saat menjual sapi ( kebutuhan uang yang kecil sehingga kalau menjual sapi akan ada kelebihan uang yang lebih banyak sehingga kalau membeli sapi yang lebih kecil akan rugi)
  • Pemeliharaan yang semakin mudah setelah ada pengetahuan baru karena sebelumnya pemahaman masyarakat bahwa memelihara kambing akan sulit karena harus makan rambanan sedangkan sapi lebih muda.
  • Demikian pula asumsi bahwa pemeliharaan sapi yang menimbulkan prestice perlahan mulai luntur dengan kemudahan pemeliharaan dan keuntungan kambing.

 18. LOKAKARYA  EVALUASI DAN   PERENCANAAN  1 TAHUN

  • Dilaksanakan 26 Februari 2014
  • Diikuti 40 peserta dari Dinas Peternakan & Perikanan, Kec, PTP dan Pemerintahan Desa serta 8 orang pengurus  tiap kelompok
  • Mengevaluasi dan membuat RTL tahun ke 2 (2014)

 Kendala – Kendala

  • Pemahaman masyarakat tentang perguliran kambing bantuan, yang sampai sekarang dipahami sebagai hasil kerja bukan merupakan program yang 3
  • harus digulirkan kepada masyarakat sehingga program ini bisa diduplikasi dengan benar.
  • Peningkatan pemahaman tentang budidaya kambing menyebabkan minat beternak kambing meningkat menimbulkan kebutuhan modal kerja yang tinggi
  • Program program pinjaman pemerintah yang mensyaratkan jaminan merupakan kendala tersendiri

Solusi

  • Melibatkan tokoh masyarakat baik di pemerintahan desa maupun ulama yang bisa bekerjasama untuk memberikan pemahaman tentang hak dan kewajiban orang lain dalam perguliran kambing.
  • Peningkatan pemahaman bahwa perguliran itu sebagai keberhasilan kelompok ternak dalam berorganisasi di masyarakat.
  • Melakukan pendampingan dalam pengurusan sertifikat yang telah dilakukan masyarakat, sehingga cepat selesai serta tidak terjadi penyimpangan dalam proses menjadi sertifikat.

 Rencana Tindak Lanjut

Kelompok Maju Jaya

  • Usulan pengadaan Cooper ke dinas terkait (sudah mengajukan proposal ke Dinas)
  • Pengembangan Simpan Pinjam ( setuju ada simpanan Pokok, Wajib dan sukarela)
  • Penanaman rumput Odot dan kaliandra
  • Penguatan kelompok dengan pemanfaatan buku2 kelp.

Kelompok Sumber Barokah

  • Pengajuan Mini feedmill (Pengolah Pakan Kering)
  • Pengajuan indukan kambing ke Dinas Peternakan dan perikanan
  • Peningkatan Dana Usaha dan Koperasi Ternak
  • Penanaman bibit Odot di hutan
  • Pelatihan tentang penyakit ternak
  • Pendirian POS pelayanan kesehatan ternak

 Kelompok  Barokah Jaya

  • Pengajuan Mini Feed Mill
  • Peningkatan modal usaha ternak baik perorangan ataupun kelompok
  • Pelatihan Koperasi bagi kelompok
  • Pembuatan kandang Bersama
  • Terciptanya pedagang ternak di kelp.
  • Rencana perguliran kambing akan di bicarakan dalam pertemuan rutin kelompok 

Leave a comment »

Investasi Model Pemberdayaan Masyarakat 2012

PROGRAM INVESTASI TERNAK  DOMBA

I.           Pendahuluan

GambarKebutuhan akan ternak domba semakin hari semakin meningkat, seiring dengan itupun membuat berbagai pihak tertarik untuk ikut serta dalam berbisnis peternakan domba. Keterbatasan informasi tentang dunia peternakan domba bukan menjadi penghalang bagi siapapun yang sudah ingin bertekad untuk membuka peluang di bidang peternakan domba. Baca entri selengkapnya »

Leave a comment »

Pemberdayaan Domba di Bojonegoro

PRA Sukoharjo

PRA

  1. I. Desa Sukoharjo, Kec. Kalitidu

Hari / Tanggal    : Rabu, 26 Januari 2011

Waktu                : Pukul 09.00 – 13.00 WIB

Tempat               : Balai Desa Sukoharjo

Desa                   : Sukoharjo

Kecamatan         : Ngasem

Acara dimulai tepat pukul 09.00 yang dipandu oleh pendamping desa Sukoharjo sebagai pembawa acara dengan  susunan acara sbb

  1. Pembukaan
  2. Sambutan Kepala Desa
  3. Penjelasan tentang PRA
  4. Diskusi kelompok
  5. Diskusi pleno
  6. Doa Baca entri selengkapnya »

Comments (1) »

KANGEAN

Pertemuan Kangean

Perjalanan kali ini cukup panjang dan melelahkan antara surabaya terminal Bungurasri jam 11 malam  sampai di Pamekasan jam 04.00 pagi, itulah sekilas perjalanan melelahkan.  Tapi yang paling penting perjalanan ini sunguh menyenangkan karena menuju pulau Kangean tempat terjauh dari semua Telecenter di Jawa Timur. Baca entri selengkapnya »

Leave a comment »

Telecenter ku

TOT  CTLC

TOT CTLC JATIM

Telecenter untuk pertanian, banyak teman yang ingin tahu apa sih telecenter selalu tak jawab IT untuk pertanian karena aku seneng di bidang pertanian khususnya peternakan. Tapi sesungguhnya Telecenter adalah salah satu upaya pemberdayaan masyarakat tertingal sehingga masyarakat tersebut berdaya, berhasil guna atapun merentas kesenjangan digital. Baca entri selengkapnya »

Leave a comment »

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.