- I. Desa Sukoharjo, Kec. Kalitidu
Hari / Tanggal : Rabu, 26 Januari 2011
Waktu : Pukul 09.00 – 13.00 WIB
Tempat : Balai Desa Sukoharjo
Desa : Sukoharjo
Kecamatan : Ngasem
Acara dimulai tepat pukul 09.00 yang dipandu oleh pendamping desa Sukoharjo sebagai pembawa acara dengan susunan acara sbb
- Pembukaan
- Sambutan Kepala Desa
- Penjelasan tentang PRA
- Diskusi kelompok
- Diskusi pleno
- Doa
Kemudian dilanjutkan oleh koordinator program yang menjelaskan tentang apa itu PRA, pengertian PRA, tujuan PRA sampai pembagian kelompok yang masing – masing difasilitasi oleh Tim diantaranya : Kelompok I difasilitasi oleh Issoe dan Heni yang melakukan kajian desa dengan menggunakan alat Sketsa Desa, Kelompok II difasilitasi oleh Arif hidayat dibantu seorang peserta yang melakukan kajian desa dengan menggunakan alat tentang Kalender Musim dan kelompok III dipandu oleh Syukur dan Dian yang melakukan kajian desa dengan alat bagan Kelembagaan yang ada di desa Sukoharjo adapun hasil diskusi PRA adalah sbb :
A. Hasil Diskusi kelompok sketsa desa
- Fungsi kantor desa Sukoharjo pada umumnya digunakan untuk musyawarah , pemilihan kepala desa, arisan warga dan kumpulan PKK.
- Dari jumlah penduduk 1470 orang, sekitar 128 orang yang memelihara kambing selebihnya memelihara ayam, bebek dan sapi.
- Tujuan beternak kambing untuk menunjang ekonomi.
- Sebagian penduduk Sukoharjo bermata pencaharian sebagai buruh lepas /serabutan sedangkan yang perempuan bekerja sebagai buruh tani.
- Untuk bangunan kandang ternak kambing rata – rata masih dibuat dari bambu dan kayu disamping rumah yang diisi 5 – 6 ekor kambing
- Jenis kambing yang dililiki umumnya gibas dan ada yang jawa randu
- Jenis makanan kambing yang diberikan hanya rumput dan dedak / bekatul.
- Pasaran kambing setiap kliwon.
- Cara penjualan kambing dilakukan dengan cara pembeli datang langsung ke peternak karena pasarnya hewan jauh sekitar 9 km dari pemukiman.
- Harga kambing pada saat hari raya idhul adha meningkat tajam untuk jenis kambing jantan jawa randu bisa mencapai 1,8 juta dengan usia 18 bulan sedangkan yang betina 600 – 700 ribu , sedangkan untuk hari-hari biasa harga kambing jantan berkisar 1 juta.
- Pada saat kebutuhan mendesak maka masyarakat akan menjual kambingnya dengan harga dibawah rata-rata.
- Untuk sistem bagi hasil biasanya dilakukan dengan cara harga kambing yang laku dikurangi pokoknya dulu baru keuntungannya dibagi 50% untuk pemilik modal 50% untuk peternak.
- Kawin suntik sudah dilkakukan tetapi tingkat keberhasilannya tidak terlalu tinggi
- Kawin suntik yang dilakukan tanpa ada biaya / gratis
- Jika kambing sakit biasanya diobati sendiri dengan obat dumek, obat cacing dan di suwuk / dukun.
- Makanan tambahan kambing yang diberikan a.l : temu ireng, paitan dan EM4
- Belum pernah dapat bantuan bibit kambing unggulan.
- Kalau ada program dari LPKP perlu empat ekor kambing jantan saja yang bagus buat bibit
Form 1. Daftar masalah dari sketsa desa
| No | Masalah |
| 1 | Jalan lingkungan kurang bagus, masih belum di paving |
| 2 | Di bidang pertanian untuk tanaman padi sering terkena hama sundep, tikus, keong kuning/mas, dan kepinding tanah . |
| 3 | Jika mau menjual kambing harus mencari dulu pembeli / memanggil dan kalau terpaksa harus membawa langsung ke pasar hewan kalitidu |
| 4 | Tempat pasar hewan jauh dari rumah penduduk dan berjarak 9 km diluar desa Sukoharjo |
| 5 | Kebanyakan kaum perempuan banyak yang menganggur jika musim tanam padi selesai |
| 6 | Kebanyakan kandang kambing dibuat jadi satu sama rumah / campur |
| 7 | Belum tahu cara mambuat kandang kambing yang benar dan bagus |
| 8 | Tidak mempunyai indukan yang bagus |
| 9 | Usulan ada dana untuk pembelian kambing |
| 10 | Tidak banyak yang tahu bagaimana cara kawin suntik / IB |
| 11 | Tingkat keberhasilan kawin suntik tidak begitu tinggi |
| 12 | Belum tahu jenis makanan kambing yang bagus |
| 13 | Belum ada lembaga keuangan yang bisa membantu untuk usaha pengembangan ternak kambing |
B. Hasil Diskusi Kelompok Kalender musim
- Pakan kambing yang ada di sekitar dan biasa digunakan oleh peternak adalah adalah “ Gamal, turi, lamtoro, waru, gempal, mahoni, mimba, dan juhar.
- Harga Kambing Naik pada hari raya qurban dan akan turun setelah hari raya qurban
- System paron yang terjadi umumnya dilaksanakan dengan bagi hasil atau ( 50 % untuk peternak dan 50% untuk pemodal ) walau ini jarang terjadi lebih sering peternak punya kambing sendiri karena untuk celengan kalau panen gagal ataupun di gunakan untuk modal pertanian (saat tanam)
- Pelaksanaan kawin suntik belum menunjukkan keberhasilan, sering terjadi kematian akibat bayi yang susah keluar dan mati di dalam kandungan bahkan kawin suntik tingkat keberhasilannya tidak begitu tinggi
- Tanam padi hanya 2 kali dalam satu tahun, kemudian di berokan atau di biarkan kalau kemarau atau banjir (meluapnya sungai sehingga terjadi banjir)
Form 2. Daftar masalah dari kalender musim
| No | Masalah | Bulan |
| 1 | Masalah pakan ini menjadi kritis ketika musim banjir yang secara periodik terjadi tiap tahuan | Musim penghujan (Januari – Maret) |
| 2 | Penyakit kambing yang biasa terjadi ( Mencret, kembung, Kudis dan Mata) | Saat Musim penghujan |
| 3 | Banjir tiap tahun di karenakan meluapnya bengawan Solo | Musim penghuan (Desember – maret) |
| 4 | Permodalan yang minim membuat peternak tidak bisa memelihara kambing dalam jumlah banyak | Setiap bulan |
| 5 | Kesibukan masyarakat akan meningkat saat terjadi panen dan waktu tanam | April dan September |
| 6 | Hama dan penyakit menyerang tanaman padi (sundep, keong mas, belalang dan tikus) | Pergantian musim penghujan ke musim kemarau |
C. Hasil Diskusi kelompok bagan kelembagaan
Hasil diskusi bagan kelembagaan menunjukkan bahwa peran pemerintah desa paling besar, sedangkan yang memiliki peran paling kecil adalah RW. Sedangkan lembaga yang memiliki hubungan paling dekat dengan masyarakat adalah Desa dan lembaga yang hubungannya jauh dengan masyarakat adalah karang taruna. Untuk lembaga yang ada diluar desa yaitu mantri ternak dan PPL pertanian memiliki peran yang begitu besar tetapi hubungannya dengan masyarakat tidak begitu dekat.
Form 3. Daftar masalah dari bagan kelembagaan
| No | Lembaga | Jml anggota | Peranannya | Masalah |
| 1 | Pemdes | 9 orang | Pelayanan Masyarakat | Lambat dalam penyampaian informasi |
| 2 | BPD | 5 orang | Mitra Kerja Pemdes | Lambat dalam penyampaian informasi |
| 3 | RT ada 60 KK | 60 KK | Memberi informasi pada masyarakat | Kurang mendapat perhatian dari pemerintah |
| 4 | RW | 6 RT | Memberi informasi pada masyarakat | Kurang mendapat perhatian dari pemerintah |
| 5 | Karang Taruna | 100 orang | Kegiatan Kepemudaan | Tidak ada kegiatan dan tidak ada dana |
| 6 | LPMD | 10 orang | Pelaksana pembangunan desa | Kurang mendapat perhatian dari pemerintah |
| 7 | Bumdes | 100 orang | Simpan Pinjam | Keterbatasan dana sehingga harus bergantian dan antri untuk mendapat pinjaman |
| 8 | Kelompok Tani | 150 orang | Menyalurkan pupuk bersubsidi | Keterlambatan dalam pendistribusian ke petani |
| 9 | Mantri Ternak | Kawin suntik
mengontrol kesehatan ternak |
Belum ada pendampingan secara intensif / ke kelompok | |
| 10 | PPL | Memberikan penyuluhan tentang pertanian | Belum ada pendampingan secara intensif ke kelompok |
Form 4. Pengelompokan masalah dan pengkajian tindakan masalah
| No | Masalah | Penyebab | Potensi | Tindakan yang layak |
| 1 | Jalan lingkungan kurang bagus | Dana tidak mencukupi | Swadaya | Membangun jalan lingkungan |
| 2 | Pengetahuan ternak kambing yang belum memadahi | Informasi belum sampai ke masyarakat | Ada mantri ternak | Diskusi, penyuluhan, pelatihan |
| 3 | Banyak ibu – ibu yang tidak ada pekerjaan jika musim tanam selesai | Tidak memiliki ketrampilan | Ada kemauan
Ada kelompok PKK |
Pelatihan ketrampilan untuk ibu-ibu |
| 4 | Pakan sulit didapat ketika musim banjir | Banjir | Ada Kemauan
Limbah pertanian |
Cari rumput di daerah lain
Pakan tambahan |
| 5 | Belum terorganisir para peternak | Belum ada pembinaan | Ada kemauan dan semangat | Membentuk kelompok |
| 6 | Tanaman padi terserang hama sundep, walang sangit , tikus dan keong mas | Tanam tidak serempak
Kurangnya pengetahuan tentang hama dan penyakit |
Ada semangat dan kemauan untuk belajar | Pengobatan
Penyuluhan Gropyokan |
| 7 | Belum memiliki Indukan kambing yang bagus | Harga indukan yang bagus mahal | Ada kemauan untuk berubah kualitas kambing | Mencari indukan yang bagus |
| 8 | Tidak ada modal untuk pengadaan kambing | Kurang mampu | Semangat | Pinjam dan cari bantuan |
| 9 | Pasar hewan jauh | Transportasi mahal | Lapangan | Pengembangan pasar |
Form 5. Penentuan peringkat tindakan
| No | Tindakan yang layak | Pemenuhan kebutuhan orang banyak | Dukungan peningkatan pendapatan masyarakat | Dukungan potensi | Jumlah nilai | Peringkat tindakan |
| 1 | Pengajuan Bantuan jalan lingkungan | 4 | 5 | 3 | 12 | 4 |
| 2 | Pelatihan Budidaya Ternak kambing | 5 | 5 | 3 | 13 | 3 |
| 3 | Pelatihan Ketrampilan untuk Ibu – Ibu | 3 | 4 | 3 | 10 | 6 |
| 4 | Membuat pakan tambahan untuk ternak | 1 | 3 | 4 | 8 | 7 |
| 5 | Membentuk Kelompok Ternak | 5 | 5 | 5 | 15 | 1 |
| 6 | Penyuluhan tentang pertanian | 5 | 5 | 4 | 14 | 2 |
| 7 | Membeli Indukan yang bagus | 3 | 5 | 3 | 11 | 5 |
| 8 | Mencari Pinjaman untuk pengadaan ternak kambing | 5 | 5 | 5 | 15 | 1 |
| 9 | Pengembangan Pasar Ternak | 1 | 3 | 2 | 6 | 8 |
Keterangan :
- Pemenuhan kebutuhan orang banyak : skor 1 – 5
- Dukungan peningkatan pendapatan masyarakat : skor 1 – 5
- Dukungan potensi : skor 1 -5
Selanjutnya dibentuk kelompok ternak di Desa Sukoharjo
Nama Kelompok : Sumber Makmur
Pelindung : Kepala Desa Sukoharjo
Penasehat : Mantri Ternak
Ketua : Mujianto
Wakil Ketua : Lukman
Sekertaris : Nunik
Bendahara : Muntiah
- II. Desa Dukohkidul, Kec. Ngasem
Hari / Tanggal : Sabtu, 29 Januari 2011
Waktu : Pukul 09.00 – 13.00 WIB
Tempat : Rumah Kepala Desa
Desa : Dukohkidul
Kecamatan : Ngasem
Acara dimulai tepat pukul 09.00 yang dipandu oleh pendamping desa Dukohkidul sebagai pembawa acara dengan susunan acara sbb
- Pembukaan
- Sambutan Kepala Desa
- Penjelasan tentang PRA
- Diskusi kelompok
- Diskusi pleno
- Doa
Sambutan dari Kepala Desa Dukohkidul yang memberikan motivasi kepada peserta yang hadir dalam kegiatan kajian desa secara partisipatif, agar bisa memberikan usul, saran dan pendapat, sehingga apa yang nanti dihasilkan dari proses tersebut bisa ditindaklanjuti. Kemudian dilanjutkan dengan penjelasan tentang kajian desa secara partisipatif oleh koordinator program dan alat yang akan digunakan untuk melakukan kajian yaitu : 1. Sketsa desa, 2. Kalender musim, 3. Bagan kelembagaan. Peserta dibagi menjadi tiga kelompok, kelompok 1 melakukan kajian desa dengan alat sketsa desa, kelompok 2 melakukan kajian dengan alat kalender musim dan kelompok 3 menggunakan alat bagan kelembagaan.
- A. Hasil diskusi kelompok sketsa desa
- Peternak kambing pada umumnya merata kebanyakan dekat hutan
- Jalan balai desa menuju hutan (RT 16) sebagian sudah dipaving kurang lebih 200 m masih tanah, RT 13/14 sudah makadam akan tetapi rusak
- Balai Desa digunakan sebagai tempat musyawarah PNPM, pertemuan PKK, BKB, acara desa, maulid dan peringatan hari besar islam.
- Jam kerja di Balai Desa menyesuaikan dengan kondisi warga (07.00-14.00)
- Masjid digunakan sebagai kegiatan tahlilan atau istighosah setiap hari sabtu pahing
- Sekolahan : disarankan ada PAUD di daerah Papringan
- Lapangan: untuk olahraga dan pertandingan, untuk menggembala kambing
- Jenis kambing yang banyak dipelihara jenis gibas dan jawa
- Pasaran kambing : hari pahing selain kambing banyak juga sapi, mentok, ayam
- Modal kambing sedikit dan biasanya untuk memenuhi kebutuhan kecil (beli pupuk)
- Jenis pakan : mlandingan, waru
- Kandang banyak bercampur dengan rumah dan kandang ternak lain
- Harga kambing kacangan pada hari qurban kurang lebih mencapai 1.100.000 dengan umur kurang lebih 1 tahun
- Belum banyak yang memiliki kandang akan tetapi bahan penunjang untuk kandang banyak meskipun harganya murah dengan sisitem ekoran
- System bagi hasil yang berlaku untuk ternak kambing adalah dengan menggunakan system 50% untuk peternak dan 50% untuk yang memiliki modal.
- Penyakit yang sering terjadi pada ternak kambing pada umumnya mencret untuk kambing gibas dan obatnya bersifat coba-coba dan suwuk (dukun) masih ada di masyarakat
F1. Daftar Masalah Dari Sketsa Desa
| No | Masalah |
|
|
Jalan belum bagus (makadam) di RT 16, 13, 14 |
|
|
Balai desa bocor dan rusak |
|
|
Ketersedian pakan ramban agak sulit, terutama pada musim kemarau |
|
|
Kandang masih banyak bercampur dengan rumah |
|
|
Belum banyak masyarakat yang mengetahui kawin suntik. |
|
|
Masyarakat belum mengetahui cara beternak kambing yang baik dan benar ( pakan, kambing, vitamin) |
|
|
Belum mengetahui cara mencegah dan mengobati penyakit yang menyerang pada kambing |
|
|
Belum ada lembaga keuangan untuk peminjaman modal ternak |
|
|
Ada keinginan untuk bisa terlibat bekerja di pengeboran, sehingga tidak ada kecemburuan social (demo) |
|
|
Dalam hal pertanian tanaman padi banyak yang rusak disebabkan oleh serangan hama dan penyakit |
- B. Hasil Diskusi kelompok Kalender Musim
- Kawin suntik tingkat keberhasilan tidak terlalu tinggi
- Hasil dari kawin suntik dengan jenis PE adalah telinga kambing dari anakan yang dihasilkan ada yang berubah
- Kurang memahami masa kawin atau birahi pada ternak kambing
- Ternak yang banyak di Desa Dukohkidul adalah sapi, kambing, ayam, mentok, bebek dan burung dara
- Potensi untuk ternak kambing adalah bambu untuk membuat kandang.
- Kalau ada pinjaman modal bisa digunakan untuk ternak kambing
- Perlu dibuat undang-undang desa untuk mengatasi persoalan pencurian pakan
- Belum mengetahui cara mengatur tanaman yang akan digunakan untuk pakan
F2. Daftar Masalah Dari Kalender Musim
| No | Masalah | Bulan |
|
|
Pakan sulit didapat | antara bulan juni sampai November karena bulan tersebut adalah musim kemarau |
|
|
Harga kambing murah | antara Desember-febuari, |
|
|
kemudian harga mahal ( tinggi) | april, Mei dan September, Oktober |
|
|
Banyak terjadi serangan penyakit pada ternak kambing | Antara bulan November-Januari |
|
|
Serangan hama dan penyakit padi: sundep, kresek, tikus, potong leher, wereng, orong-orong | Musim penghujan (Desember s/d Maret) |
|
|
Kekurangan air bersih | Musim kemarau (bulan September s/d November) |
|
|
Kesibukan masyarakat meningkat saat memasuki masa tanam padi dan panen | |
|
|
Waktu luang di masyarakat ketika selesai tanam padi |
- C. Hasil Diskusi Kelompok Bagan Kelembagaan
- Hasil diskusi kelompok bagan kelembagaan menunjukkan bahwa pemerintah desa memiliki peran yang cukup besar, sedangkan yang memiliki peran cukup kecil adalah RW. Lembaga lain yang memiliki peran cukup besar adalah mantri ternak dan petugas penyuluh pertanian., tetapi hubungan dengan masyarakat tidak begitu dekat. Untuk hubungan masyarakat yang paling dekat adalah dengan pemerintah desa sedangkan untuk yang paling jauh adalah dengan RW.
F3. Daftar Masalah Dari Bagan Kelembagaan
| No | Lembaga | Peranannya | Masalahnya |
| 1. | DESA | Pelayanan masyarakat | Balai desa kurang bagus |
| 2. | BPD | Penyalur aspirasi masyarakat | Belum punya kantor |
| 3. | LKD | Pelaku pembangunan | Kurang kaderisasi |
| 4. | PKK | Penggerak peranan wanita | Belum ada panti PKK |
| 5 | UPK | Memberikan modal usaha kepada masyarakat | Banyak dana macet |
| 6 | Karang Taruna | Penggerak pemuda | Kurang koordinasi antar anggota |
| 7 | RT | Penggerak wilayah RT | Tunjangan yang minim tidak sesuai dengan pekerjaan |
| 8 | RW | Penggerak wilayah RW | Tunjangan yang minim tidak sesuai dengan pekerjaan |
| 9 | Jamaah Tahlil | Siraman rohani/syiar agama | - |
| 10 | Mantri Ternak | Memberikan penyuluhan dan inseminasi buatan | Jumlah mantri ternak tidak imbang dengan masyarakat yang dilayani |
| 11 | PPL | Memberikan penyuluhan tentang pertanian | Minimnya penyuluhan |
| 12 | MUSPIKA | Mengawal kinerja PEMDES dan pembinaan PEMDES | - |
| 13 | Kesehatan | Memberikan pelayanan kesehatan dan kebidanan | - |
Lembaga yang bisa medukung untuk pengembangan ternak kambing adalah:
- Desa
- BPD
- RT
- RW
- Karang Taruna
- PKK
- Mantri Ternak
- Simpan Pinjam
Persoalan dalam ternak kambing
- Pakan sulit dimusim kemarau
- Kualitas kambing yang saat ini dimiliki masyarakat kurang bagus
- Peternak kurang memperhatikan dalam kebersihan kandang
- Kurang memahami cara pencegahan dan mengobati penyakit pada kambing
- Peternak belum mengetahui standart bangunan kandang
Potensi untuk mendukung ternak kambing
- Pakan melimpah dimusim Hujan
- Ada mantri ternak
- Ada IB/Kawin suntik
- Lahan pekarangan yang bisa ditanami pakan ramban
Persoalan dalam Kawin Suntik
- Kurang Sosialisasi kepada masyarakat tentang kawin suntik
- Tingkat keberhasilan kawin suntik tidak terlalu tinggi
- Masyarakat belum mengetahui masa birahi kambing
- Indukan yang dikawin suntik kurang bagus
Manfaat dari pemberdayaan masyarakat
- Membantu kelancaran kerja
- SDM bertambah
- Menambah pengalaman
F4. Pengelompokan Masalah Dan Pengkajian Tindakan Masalah
| No | Masalah | Penyebab | Potensi | Tindakan Yang Layak |
| 1. | Balai desa rusak, bocor saat musim hujan | Bangunan sudah tua | - Swadaya masyarakat
- Bahan dari kayu - Ada batu koral |
Renovasi dan memperbaiki Balai Desa |
| 2 | Pemahaman IB masih Kurang | Kurangnya sosialisasi | - Ada mantri ternak
- Kemauan masyarakat - Banyak peternak kambing |
Sosialisasi tentang IB di tingkatkan |
| 3 | Belum ada lembaga keuangan untuk modal beternak kambing | Belum ada kucuran permodalan khusus ternak | - Ada Kemauan masyarakat untuk pinjam modal dan siap untuk pengembaliannya | Menghubungkan terobosan dana ke lembaga keuangan |
| 4 | Jalan di wilayah RT 13, 14, 16 perlu perbaikan karena masih makadam | - Jalan masih baru
- Muatan kendaraan yang terlalu banyak |
- Pasir untuk jalan
- Kerja bakti |
Melakukan perbaikan jalan dengan menunggu giliran untuk dibangun |
| 5 | Belum tahu cara beternak kambing yang baik ( pakan, kandang dan lain-lan) | - Belum mendapatkan informasi tentang ternak kambing
|
- Adanya peternakan
- Adanya tanaman bambu - Semangat yang solid untuk bernak |
- Penyuluhan, pelatihan ternak kambing |
| 6 | Pakan musim kemarau sulit | - Minimnya air
- Cuaca tidak menentu - Belum ada budidaya pakan ternak |
- Lahan pekarangan luas
- Limbah pertanian yang belum optimal di manfaatkan |
- Pelatihan pembuatan pakan
- Pengadaan kerja bakti-penanaman lahan kosong |
| 7 | Belum banyak melibatkan warga setempat sebagai tenaga kerja MCL | - Masih di dominasi warga sekitar
- Tertutupnya informasi |
- Ada pemuda yang membutuhkan pekerjaan
- SDM yang mumpuni |
Transparansi dalam rekrutman tenaga kerja |
| 8 | Perlu adanya tambahan PAUD di wilayah Papringan | - Solidaritas keluarga
- Gedung PAUD yang belum ada |
- Adanya anak didik
- Adanya guru pendidik - Swadaya |
- Pengajuan proposal
- Pemanfaatan gedung/rumah ibadah yang ada |
| 9 | Persoalan air bersih | - Debit air di musim kemarau mengecil | - Sumber air | - Pembangunan instalasi air bersih
|
| 10 | Serangan Hama dan Penyakit tanaman padi | - Cuaca yang tidak menentu
- Kurangnya informasi |
- Ada petugas penyuluh pertanian
- Mayoritas adalah petani |
- Penyuluhan |
| 11 | Belum adanya kelompok ternak kambing | - Belum ada yang memandu | - Banyak peternak kambing | - Perlu pembentukan kelompok |
F5. Penentuan Peringkat Tindakan
| No | Tindakan yang layak | Pemenuhan kebutuhan orang banyak | Dukungan peningkatan pendapatan masyarakat | Dukungan potensi | Jumlah nilai | Peringkat tindakan |
| 1 | Renovasi dan perbaikan Balai Desa | 3 | 3 | 4 | 10 | 10 |
| 2 | Sosialisasi tentang Kawin suntik kambing | 4 | 4 | 3 | 11 | 8 |
| 3 | Memfasilitasi peternak ke lembaga keuangan | 3 | 4 | 3 | 10 | 9 |
| 4 | Melakukan perbaikan jalan | 4 | 4 | 4 | 12 | 7 |
| 5 | Pelatihan ternak kambing | 5 | 5 | 5 | 15 | 2 |
| 6 | Penanaman pakan untuk ternak di lahan pekarangan | 4 | 4 | 5 | 14 | 4 |
| 7 | Tranparansi dalam rekrutmen tenaga kerja di MCL | 3 | 4 | 3 | 10 | 11 |
| 8 | Pembangunan gedung PAUD di Dsn Papringan | 4 | 3 | 5 | 12 | 6 |
| 9 | Pembangunan instalasi air bersih | 4 | 4 | 5 | 13 | 5 |
| 10 | Penyuluhan pertanian | 4 | 4 | 4 | 14 | 3 |
| 11 | Pembentukan kelompok ternak | 5 | 5 | 5 | 15 | 1 |
Keterangan :
- Pemenuhan kebutuhan orang banyak : skor 1 – 5
- Dukungan peningkatan pendapatan masyarakat : skor 1 – 5
- Dukungan potensi : skor 1 -5
Kegiatan diakhiri dengan pembentukan kelompok ternak untuk menjawab salah satu alternative penyelesaian atas persoalan yang terjadi dalam pengembangan ternak kambing dengan susunan pengurus sebagai berikut :
Nama Kelompok : BINA MANDIRI
Pelindung : Kepala Desa Dukohkidul
Penasehat : Mantri ternak
Ketua Kelompok : Sunarto
Wakil Ketua : Bakir
Sekretaris : Hariono
Bendahara : Imam Maliki
- III. Desa Leran, Kecamatan Kalitidu
Hari / Tanggal : Rabu, 9 Februari 2011
Waktu : Pukul 13.00 – 16.00 WIB
Tempat : Rumah Kepala Desa
Desa : Leran
Kecamatan : Kalitidu
Acara dimulai tepat pukul 13.00 yang dipandu oleh pendamping desa Leran acara sbb:
- Pembukaan
- Sambutan Kepala Desa
- Penjelasan tentang PRA
- Diskusi kelompok
- Diskusi pleno
- Doa
Sambutan kepala desa yang memberikan motivasi dalam beternak kambing, acara dilanjutkan oleh koordinator program yang menjelaskan tentang pengertian PRA, tujuan PRA sampai pembagian kelompok yang masing – masing difasilitasi oleh tim diantaranya : Kelompok I membahas tentang sketsa desa, kelompok II membahas tentang kalender musim dan kelompok III membahas tentang kelembagaan yang ada di desa Leran.
A. Hasil Diskusi Kelompok Sketsa Desa
Secara Umum :
- Desa Leran terbagi atas lima wilayah pedukuhan yaitu dusun Leran, Kalipang, Sido kumpul, Kuce dan Lestari.
- Dikantor desa Leran balai desa pada umumnya digunakan untuk Urusan musyawarah , pertemuan PKK dan pertemuan kelompok PKH ( Program Keluarga Harapan )
- Sebagian warga desa Leran bekerja sebagai buruh tani dengan penghasilan 10.000 / hari dan ada juga yang memelihara ternak sapi,kambing dan bebek. .
- Tujuan beternak kambing untuk menunjang ekonomi keluaraga
- Kebanyakan peternak kambing belum mempunyai kandang sendiri dan masih jadi satu dengan rumah tinggal.
- Jenis kambing yang dimiliki umumnya gibas dan sedikit jawa
- Jenis makanan kambing yang diberikan hanya rumput dan dedak / bekatul.
- Cara penjualan kambing dilakukan dengan cara pembeli datang langsung ke peternak, jarak pasar hewan sekitar 15 km dari pemukiman dan berada di kecamatan kalitidu
- Harga kambing pada saat hari besar berkisar anatar 1 juta s/d 1,5 juta untuk jenis kambing jantan gibas dengan usia kambing 24 bulan sedangkan yang betina 300 – 500 ribu , sedangkan untuk hari biasa jantan kurang dari 1 juta.
- Pada saat mendesak masyarakat menjual kambingnya dengan harga dibawah rata-rata.
- Untuk Sistem bagi hasil biasanya dilakukan dengan 50%. Harga kambing yang laku dibagi dua ada juga kambing satu dibagi dua setelah laku terjual.
- Kawin suntik sudah dilkakukan ada yang berhasil dan ada juga yang gagal dan umumnya yang berhasil tidak sesuai dengan yang diharapkan
- Jika kambing sakit biasanya diobati sendiri dengan temu ireng dan ada juga yang dibawa ke mantri ternak .
- Makanan tambahan kambing yang diberikan a.l : daun lamtoro dan mauni
- Belum pernah dapat bantuan bibit kambing unggulan.
- Masyarakat menggembala kambing di tanggul
- Tempat pasar hewan jauh dari rumah penduduk dan berjarak 15 km diluar desa Leran
Form 1. Daftar masalah dari sketsa desa
| No | Masalah |
| 1 | Jalan dilingkungan RT 22 s/d RT 37 banyak yang rusak dan kalau hujan akan bertambah parah |
| 2 | Gorong- gorong belum ada di RT 25, 27, 29, 30 sepanjang 15 M |
| 3 | Harga jual kambing lokal rendah |
| 4 | Tanaman padi sering terkena serangan hama sundep, tikus, keong kuning/mas. |
| 5 | Kawin suntik sudah dilakukan dengan tingkat keberhasilan adalah 50 %, anakan yang dihasilkan dari kawin suntik tidak seperti yang diharapkan |
| 6 | Kesulitan mencari pakan ramban |
| 7 | Belum tahu cara mambuat kandang kambing yang sesuai dengan standart |
| 8 | Kebanyakan kaum perempuan banyak yang menganggur jika musim tanam selesai |
| 9 | Belum mempunyai indukan yang bagus |
| 10 | Belum ada permodalan untuk mendukung ternak kambing |
| 11 | Belum banyak peternak yang mengetahui kawin suntik / IB pada kambing |
| 12 | Belum tahu jenis makanan untuk kambing yang bagus |
| 13 | Belum ada kelompok peternak yang terbentuk |
B. Hasil diskusi kelompok kalender musim
- Harga kambing mengalami penurunan setelah hari raya Idul Adha
- Jenis kambing yang banyak adalah gibas
- Sistem bagi hasil dalam pemeliharaan ternak kambing di desa Leran adalah dari keuntungan yang diperoleh 50% untuk peternak dan 50% untuk yang memiliki modal.
- Kawin suntik pada kambing sudah berhasil, hanya saja anakan yang dihasilkan belum sesuai dengan yang diinginkan
- Sering terjadi pencurian pakan ternak
- Bahan baku untuk pembuatan kandang cukup mahal, karena tidak ada potensi bambu dan kayu yang tersedia di Desa Leran.
Form 2. Daftar masalah dari kalender musim
| No | Masalah | Bulan |
| 1 | Harga kambing turun | Januari dan Pebruari |
| 2 | Harga Kambing Naik
|
Sep s/d Nop ( setelah hari raya – Qurban) |
| 3 | Penyakit kambing yang biasa terjadi ( Mencret, kembung, Kudis dan Mata) | Juli, Agst, sept |
| 4 | Pakan kambing sulit diperoleh | Juli s/d Sept |
| 5 | Kesibukan masyarakat akan meningkat saat terjadi panen dan waktu tanam | Maret dan april |
| 6 | Masyarakat banyak waktu luang ketika musim tanam selesai | Mei |
| 7 | Penyakit padi yang sering terjadi Sundep, keong mas, belalang dan Tikus terjadi saat perubahan cuaca atau sehabis banjir untuk keong mas | |
| 8 | Tanam padi hanya 2 kali musim tanam kemudian di berokan atau di biarkan kalau kemarau atau banjir (meluapnya sungai sehingga terjadi banjir) |
- C. Hasil Diskusi Kelompok Bagan Kelembagaan
Hasil diskusi kelompok menunjukkan bahwa Pemdes memiliki peran yang cukup besar dan yang memiliki peran paling kecil adalah LMDH, sedangkan PPL dan mantri ternak memiliki peran yang sama besarnya dalam kaitannya untuk mendukung peningkatan pendapatan masyarakat. Untuk hubungan masyarakat dengan organisasi di dalam desa yang paling dekat adalah dengan Pemdes sedangkan hubungan masyarakat yang paling jauh adalah dengan LMDH. Untuk hubungan antara masyarakat dengan PPL dan mantri ternak tidak begitu dekat.
Form 3. Daftar masalah dari bagan kelembagaan
| No | Lembaga | Anggota | Peranannya | Masalah |
| 1 | Kelompok Tani | 100 | Menyalurkan pupuk bersubsidi, bibit dan informasi ke petani | Pendistribusian pupuk tidak merata |
| 2 | Karang Taruna | 100 | Kegiatan Kepemudaan | Kurang adanya kerjasama diantara anggota dan sarana prasarana |
| 3 | Jamaah Tahlil | 150 | Pengajian,tahlilan dan istigozah | Tidak ada masalah |
| 4 | TPQ | 10 | Mengajar anak-anak tentang agama | Honor Ustad tidak begitu besar |
| 5 | RT | 42 | Melayani masyarakat | Honor tidak begitu besar |
| 6 | Pemdes | 6 | Pelayanan Masyarakat | Tidak ada masalah |
| 7 | BPD | 11 | Mitra Kerja Pemdes | Kinerja tidak maksimal |
| 8 | LMDH | 6 | Melestarikan hutan | Banyak terjadi pencurian kayu |
| 9 | Mantri Ternak | Kawin suntik dan
mengontrol kesehatan ternak |
Belum ada pendampingan secara intensif | |
| 10 | PPL | Memberikan penyuluhan tentang pertanian kapada masyarakat | Jarang turun ke lapangan |
1. Lembaga yang bisa mendukung untuk pengembangan ternak kambing
- Kelompok tani
- Mantri ternak
- Pemdes
- RT
2. Persoalan yang muncul dalam ternak kambing
- Penyakit mata, gudik, mencret
- Pakan ternak sulit didapat pada saat musim kemarau
- Kawin suntik sudah berhasil
- Belum mengetahui cara membuat pakan tambahan
- Kurangnya modal
3. Potensi ternak kambing
- Ada lahan kosong di pekarangan untuk penanaman pakan
4. Jenis kambing jantan yang diinginkan adalah domba merino dan kambing PE
Form 4. Pengelompokan masalah dan pengkajian tindakan masalah
| No | Masalah | Penyebab | Potensi | Tindakan yang layak |
| 1 | Belum tahu cara beternak kambing yang baik Kandang, Pakan dan penyakit ) | Tidak ada penyuluhan dan belum ada kelompok | Banyak peternak kambing dan ada mantri ternak | Perlu adanya penyuluhan |
| 2 | Belum ada kelompok ternak khususnya kambing | Belum terbentuk dan tidak ada yang memandu | Banyak peternak kambing | Perlu dibentuk kelompok yang terorganisir |
| 3 | Pakan sulit didapat pada saat musim kemarau | Tanah kering, banyak tanaman mati dan tidak memiliki bibit pakan ternak | Ada lahan pekarangan | Pemanfaatan lahan pekarangan dengan tanaman pakan Diberi bibit yang bisa ditanam di pekarangan |
| 4 | Belum memahami bisnis beternak kambing | Belum ada informasi tentang bisnis kambing | Banyak peternak kambing | Pelatihan kewirausahaan tentang kambing |
| 5 | Belum tahu cara pengendalian hama dan penyakit tanaman padi | Belum ada informasi dari penyuluh pertanian | Ada PPL | Penyuluhan tentang pertanian |
| 6 | Harga Kambing lokal rendah | Tidak tahu harga pasaran dan karena adanya kebutuhan yang mendesak | Kawin Suntik | Memperbaiki kualitas kambing melalui kawin suntik atau kawin alami dengan pejantan yang bagus |
| 7 | Jalan RT banyak yang rusak | Baru dibangun sudah dilewati truk dan kurang dana | Tenaga kerja | Membangun jalan RT yang rusak dengan kerja bakti |
| 8 | Belum ada permodalan untuk mendukung ternak kambing | Belum ada informasi | Banyak masyarakat yang membutuhkan modal | Menghubungkan dengan lembaga keuangan yang ada |
Form 5. Penentuan peringkat tindakan
| No | Tindakan yang layak | Pemenuhan kebutuhan orang banyak | Dukungan peningkatan pendapatan masyarakat | Dukungan potensi | Jumlah nilai | Peringkat tindakan |
| 1 | Perlu adanya penyuluhan ternak | 5 | 5 | 3 | 13 | 3 |
| 2 | Perlu dibentuk kelompok yang terorganisir | 5 | 5 | 5 | 15 | 1 |
| 3 | Pemanfaatan lahan pekarangan dengan tanaman pakan | 3 | 5 | 5 | 13 | 4 |
| 4 | Pelatihan kewirausahaan tentang kambing | 4 | 4 | 4 | 12 | 5 |
| 5 | Penyuluhan tentang pertanian | 5 | 5 | 4 | 14 | 2 |
| 6 | Memperbaiki kualitas kambing melalui kawin suntik atau kawin alami dengan pejantan yang bagus | 3 | 5 | 3 | 11 | 6 |
| 7 | Membangun jalan RT yang rusak | 5 | 4 | 2 | 11 | 7 |
| 8 | Menghubungkan dengan lembaga keuangan yang ada | 3 | 4 | 3 | 10 | 8 |
Keterangan :
- Pemenuhan kebutuhan orang banyak : skor 1 – 5
- Dukungan peningkatan pendapatan masyarakat : skor 1 – 5
- Dukungan potensi : skor 1 -5
Kegiatan diakhiri dengan pembentukan kelompok ternak untuk menjawab salah satu alternative penyelesaian atas persoalan yang terjadi dalam pengembangan ternak kambing dengan susunan pengurus sebagai berikut :
Nama kelompok ternak adalah “Maju Mapan”
Pelindung : Kepala Desa Leran
Penasehat : Mantri Ternak
Ketua : Mushola
Wakil : Pasimin
Bendahara : Kamsila
Sekretaris : Muttakin
- IV. Desa Ngunut, Kecamatan Dander
Hari / Tanggal : Rabu, 9 Februari 2011
Waktu : Pukul 09.00 – 13.00 WIB
Tempat : Balai Desa
Desa : Ngunut
Kecamatan : Dander
Acara dimulai tepat pukul 09.00 yang dipandu oleh pendamping desa Ngunut dengan susunan acara sbb
- Pembukaan
- Sambutan Kepala Desa
- Penjelasan tentang PRA
- Diskusi kelompok
- Diskusi pleno
- Doa
Jumlah peserta yang hadir sebanyak 30 orang dari masyarakat dan tokoh masyarakat, 2 orang dari petugas IB dan 3 orang dari MCL. Kegiatan diawali dengan pengantar yang berisi penyampaian salam pembuka dan memperkenalkan nama pendamping yang ada di Desa Ngunut. Selanjutnya sambutan Kepala Desa yang dalam hal ini disampaikan oleh sekretaris desa, yang memotivasi para peserta untuk beternak kambing. Kemudian dilanjutkan oleh koordinator program yang menjelaskan tentang pengertian PRA, maksud dan tujuan dilakukan PRA serta alat yang akan digunakan dalam PRA. Ada tiga alat yang akan digunakan dalam PRA yaitu sketsa desa, kalender musim dan bagan kelembagaan, kemudian peserta dibagi menjadi tiga kelompok :
- Kelompok 1 menggunakan alat sketsa desa
- Kelompok 2 menggunakan alat kalender musim
- Kelompok 3 menggunakan alat bagan dan kelembagaan
- A. Hasil Diskusi Kelompok Sketsa Desa
- Balai desa berfungsi sebagai acara rapat desa, acara 17, acara PKK, pembagian bantuan dan penataran paket A
- Jalan banyak yang belum diaspal/ paving (RT 1 = 2 km, RT 11 = 500 m, RT 9 = 1.5 km)
- Jalan ke dusun Jegrek ada jembatan yang kurang bagus
- Mata pencarian masyarakat adalah buruh tani yang dilakukan oleh kaum laki-laki dan perempuan
- Jam kerja para buruh tani adalah pukul 7.00 – 16.00 berpenghasilan Rp 30.000
- Peternak biasanya memiliki 2-6 ekor
- Rata-rata harga kambing Rp 500.000/ekor
- Harga kambing jantan umur 8 bulan adalah Rp. 300.000
- Harga kambing betina umur 9 bulan adalah Rp. 300.000
- Kambing dijual sewaktu-waktu sesuai dengan kebutuhan peternak
- Rata-rata kebanyakan kambing gibas yang dipelihara peternak
- Makanan ternak antara lain rumput, mlandingan dan daun nangka
- Cara bagi hasil ternak adalah sistem paroan
- Jenis sakit kambing antara lain: mencret, gudig dan mata rembes
- Cara menangani sakit mata pada kambing dengan pakai salep dan insto
- Penanganan untuk mencret diberi daun jambu dan temu ireng
- Jika kambing terserang gudek maka dimandikan dengan sabun dan diberi salep
- Untuk pakan tambahan, ternak biasanya diberi dedak dan garam
- Kambing didapat dari bantuan pemerintah 2 betina dan 1 jantan
- Dengan harga sekarang peternak belum merasa diuntungkan
- Desa Ngunut dibagi menjadi 4 dusun yaitu Wuluh, Jegrek, Grobokan dan Ngunut
Form 1. Daftar masalah dari sketsa desa
| No | Masalah |
| 1. | Balai desa rusak dan bocor |
| 2. | Tidak memiliki pasar hewan |
| 3.
|
Belum mengetahui cara pembuatan kandang kambing yang bagus dan biasanya menjadi satu dengan dapur dengan alasan keamanan |
| 4. | Lokasi untuk mencari pakan jauh dari pemukiman |
| 5. | Belum pernah melakukan kawin suntik kambing |
| 6. | Belum ada lembaga untuk peminjaman sebagai modal ternak |
| 7. | Pakan jenis lamtoro sulit di dapat |
| 8. | Harga kambing rendah selain hari raya idul adha |
| 9. | Belum ada kelompok peternak kambing |
| 10.
|
Belum merasakan keuntungan dengan adanya ternak sekarang sehingga diperlukan kwalitas anakan yang bagus |
| 11. | Belum mengetahui tanda-tanda kambing birahi |
| 12.
|
Permasalahan di bidang budidaya padi yaitu walang sangit, sundep orong-orong dan potong leher) |
| 13. | Pengairan disawah mahal saat musim kemarau |
- B. Hasil Diskusi Kelompok Kalender Musim
- Jenis kambing yang banyak dipelihara oleh masyarakat adalah domba dan kambing jenis kacang
- Penyakit yang sering menyerang kambing adalah mencret, gudik dan mata.
- Masa-masa sibuk petani adalah saat musim tanam dan panen
- Kawin suntik sudah berhasil
Form 2. Daftar Masalah dari Kalender Musim
| No | Masalah | Bulan |
| 1 | Pakan sulit didapat | Musim kemarau (Bulan Agustus s/d Nov) |
| 2 | Penyakit mencret, mata, gudik | Bulan Jan s/d Juli |
| 3 | Harga Mahal | Saat hari raya idhul adha atau Bulan Maret dan Des |
| 4 | Harga Turun | Bulan Jan |
| 5 | Jenis kambing yang banyak jenis kacang, gibas | |
| 6 | Penyakit menyerang tanaman padi (sundep, kresek, potong leher) | Terjadi setiap musim tanam padi |
- C. Hasil diskusi bagan kelembagaan
Hasil diskusi bagan kelembagaan menunjukkan bahwa pemerintah memiliki peran yang cukup besar, sedangkan lembaga yang memiliki peran cukup kecil adalah paguyuban jamu. Untuk hubungan dengan masyarakat, lembaga yang paling dekat adalah desa dan yang paling jauh adalah paguyuban jamu.
Ada tiga organisasi yang berada di luar desa yang memiliki peran cukup besar yaitu mantri ternak, PPL, lembaga keuangan, tetapi hubungan dengan masyarakat cukup jauh.
Form 3. Daftar Masalah dari Bagan Kelembagaan
| No | Lembaga | Jumlah | Peranan | Masalah |
|
|
Karangtaruna
|
300
|
Kegiatan paguyupan | Kegagalan, pengelola tidak tanggung jawab |
|
|
PKK
|
100
|
Simpan pinjam
Posyandu |
Lancar
|
|
|
Posyandu | 100 | Kesehatan balita/lansia | Lancar |
|
|
Paguyupan | 20 | Pemasaran jamu | Pemasaran kurang |
|
|
RT | 11 | Informasi masyarakat | Lancar |
|
|
RW | 2 | Informasi masyarakat | Lancar |
|
|
PEMDES | 9 | Pelayanan masyarakat | Lancar |
|
|
LMDH | 66 | Menjaga hutan | Kurang berperan |
|
|
BPD | 7 | Menampung aspirasi rakyat | Kurang lancar |
|
|
Kelompok Tani | 3 | Penyalur bibit dan pupuk | Lancar |
|
|
PKK | 20 | Pemberdayaan Wanita | |
|
|
LPMD | 12 | Pelaksana pembangunan desa | Lancar |
|
|
Koperasi | 12 | Pinjaman | Modal sendiri |
|
|
BRI | - | Pinjaman | Lancar |
|
|
PPL | - | Penyuluh Pertanian | Lancar |
|
|
Mantri Ternak | - | Kawin Suntik | Lancar |
Lembaga yang bisa mendukung untuk pengembangan ternak kambing di desa Ngunut
- LMDH
- Mantri ternak
- Pemdes
- Bank BRI
Potensi yang bisa digunakan untuk mendukung ternak kambing
- Hutan
- Pekarangan
- Kandang Panggung
Kawin suntik
- Sudah dilakukan
- Hasilnya belum diketahui
Permasalahan yang sering muncul dalam kaitannya dengan ternak kambing :
- Penyakit yang banyak menyerang pada ternak kambing adalah mencret, gudig, mata rembes, kembung
- Kekurangan pakan pada musim kering
- Pemahaman masyarakat tentang bisnis kambing yang kurang
- Kurang penyuluhan tentang ternak kambing
- Indukan yang dimiliki peternak kecil
- Belum ada kelompok ternak
Form 4. Pengelompokan masalah dan pengkajian tindakan masalah
| No | Masalah | Penyebab | Potensi | Tindakan yang layak |
|
|
Belum mengetahui cara beternak kambing yang (birahi kandang, pakan dan penyakit) | - Belum ada pembinaan
- Belum ada kelompok
|
- Ada mantri ternak
- Ada semangat
|
Pelatihan ternak kambing
|
|
|
Belum mengetahui analisis usaha ternak kambing | - Belum ada informasi
- Belum ada kelompok |
Banyak peternak
|
Pelatihan usaha ternak kambing
|
|
|
Serangan hama dan penyakit tanaman padi (walang sangit, sundep, orong-orong dan potong leher) | - Sering hujan malam
- Pola tanam padi-padi-padi.
|
Ada PPL
|
Penyuluhan pertanian
|
|
|
Penyakit ternak kambing (mencret, gudig) | - Kandang kurang bersih
- Makan rumput muda |
- Bambu/kayu
- Tenaga kerja banyak |
Menjaga kebersihan ternak dan kandang |
|
|
Belum ada kelompok ternak | - Belum terbentuk
|
Banyak peternak
|
Pembentukan kelompok |
|
|
Kurangnya modal untuk usaha ternak | - Tidak berani pinjam
- Belum ada lembaga |
Banyak peternak
|
Perlu pinjaman modal |
|
|
Balai desa bocor dan rusak | - Sudah rapuh
- Sudah lama |
- Pemerintah desa
- Gotong royong |
Memperbaiki yang rusak |
|
|
Pakan ternak sulit saat musim kemarau | Kering dan sulit air saat musim kemarau | Pekarangan luas
|
Tanam pakan ramban |
Form 5. Penentuan peringkat tindakan
| No | Tindakan yang layak | Pemenuhan kebutuhan orang banyak | Dukungan peningkatan pendapatan masyarakat | Dukungan potensi | Jumlah nilai | Peringkat tindakan |
| 1 | Pelatihan tentang ternak kambing | 5 | 5 | 4 | 14 | 2 |
| 2 | Pelatihan kewirausahaan ternak kambing | 4 | 4 | 4 | 12 | 6 |
| 3 | Penyuluhan pertanian | 5 | 4 | 4 | 13 | 5 |
| 4 | Pembentukan kelompok ternak | 5 | 5 | 5 | 15 | 1 |
| 5 | Penyuluhan tentang pencegahan dan pengobatan penyakit pada ternak kambing | 5 | 4 | 4 | 13 | 4 |
| 6 | Pinjam modal | 5 | 5 | 4 | 14 | 3 |
| 7 | Memperbaiki balai desa | 3 | 3 | 4 | 10 | 8 |
| 8 | Penanaman pakan ramban | 3 | 4 | 4 | 11 | 7 |
Keterangan :
- Pemenuhan kebutuhan orang banyak : skor 1 – 5
- Dukungan peningkatan pendapatan masyarakat : skor 1 – 5
- Dukungan potensi : skor 1 -5
Di akhir kegiatan PRA tersebut terbentuklah kelompok ternak dengan nama kelompok kambing ternak “ Unggul Werdo” dengan susunan pengurus sebagai berikut:
- Pelindung : Kepala Desa Ngunut
- Penasehat : Mantri ternak
- Ketua : Yulianto
- Wakil : Suwarno
- Sekertaris : Wariati
- Bendahara : Bambang
- V. Desa Dander, Kecamatan Dander
Hari / Tanggal : Sabtu, 12 Februari 2011
Waktu : Pukul 09.00 – 13.00 WIB
Tempat : Balai Desa
Desa : Dander
Kecamatan : Dander
Acara dimulai tepat pukul 09.00 yang dipandu oleh pendamping desa Dander dengan susunan acara sbb
- Pembukaan
- Sambutan Kepala Desa
- Penjelasan tentang PRA
- Diskusi kelompok
- Diskusi pleno
- Doa
Jumlah peserta yang hadir sebanyak 30 orang dari masyarakat dan tokoh masyarakat, 1 orang dari petugas IB dan 1 orang dari MCL. Kegiatan diawali dengan pengantar yang berisi penyampaian salam pembuka dan memperkenalkan nama pendamping yang ada di Desa Dander. Selanjutnya sambutan Kepala Desa yang memotivasi para peserta untuk beternak kambing. Kemudian dilanjutkan oleh koordinator program yang menjelaskan tentang pengertian PRA, maksud dan tujuan dilakukan PRA serta alat yang akan digunakan dalam PRA. Ada tiga alat yang akan digunakan dalam PRA yaitu sketsa desa, kalender musim dan bagan kelembagaan, kemudian peserta dibagi menjadi tiga kelompok
Kelompok 1 menggunakan alat sketsa desa, kelompok 2 menggunakan alat kalender musim, kelompok 3 menggunakan alat bagan dan kelembagaan.
- A. Hasil diskusi kelompok sketsa desa
- Desa Dander terdapat jalan raya dan jalan setapak
- Desa Dander terdiri dari 3 dusun yaitu Dander, Nemon dan Njepar
- Untuk ibu-ibu kesibukanya sebagian besar adalah sebagai buruh tani
- Balai desa berfungsi sebagai pusat pemerintahan, rapat karangtaruna, rapat koordinasi, rapat PKK dan pemilihan kepala desa
- Mata pencarian masayarakat desa Dander adalah bertani dan sebagian besar berprofesi sebagai buruh tani, untuk buruh perempuan bertugas untuk maton dan tanam sedangkan buruh laki-laki bertugas mencangkul dan panen.
- Penghasilan buruh tani laki-laki dari jam 6-12 Rp 20.000
- Penghasilan buruh tani perempuan dari jam 6-12 Rp 15.000
- Jumlah RT di Desa Dander sebanyak 40.
- Pasar merupakan milik daerah/pemerintah kabupaten, kondisi luasnya masih kurang, jika hari pasaran jalan menjadi macet.
- Pasar hewan menjadi satu dengan pasar umum
- Beternak kambing merupakan hasil sampingan dengan alasan desa Dander dekat dengan kawasan hutan, ternak kambing sebagai tabungan dan kotoran kambing bisa digunakan sebagai bahan pupuk organik.
- Pembuatan kandang kambing dekat dengan rumah, terbuat dari papan kayu dan rata-rata los tanpa sekat.
- Masyarakat Dander rata-rata memelihara kambing jawa untuk wilayah selatan, daerah tengah sampai utara kebanyakan memelihara kambing Gibas.
- Untuk kambing gibas makananya rumput dan dedak.
- Untuk kambing jawa makananya adalah jenis ramban (lamtoro, Sono, daun singkong)
- Harga kambing untuk pasaran jantan umur 1 tahun Rp 800.000- 1.040.000, betina umur 1 tahun Rp 600.000-1000.000. Jika bulan besar bisa naik 50%
- Sistem pemasaran kambing yang berlaku adalah blantik datang kelokasi penjual
- Sistem bagi hasil untuk peternak didesa dander yaitu: bagi anak, bagi keuntungan dengan pemotongan harga indukan.
- Masyarakat sudah melaksanakan IB kambing dan dilaksanakan secara gratis
- Penyakit kambing yang saat ini menyerang ternak di Desa Dander umumnya adalah “gudig”.
- Untuk penanganan penyakit gudeg dengan memandikan ternak mengunakan sabun.
- Bibit kambing berasal dari pemerintah, beli sendiri dan dari investor
- Bantuan kambing dari pemerintah adalah 1 ekor jantan dan 2 ekor betina.
- Wilayah subur untuk beternak kambing adalah wilayah hutan
- Jumlah kelompok ternak kambing di Desa Dander ada 5 kelompok
Form 1. Daftar masalah dari sketsa desa
| No | Masalah |
| 1. | Karang taruna belum memiliki sekretariat atau kantor |
| 2. | Jalan setapak rusak (RT 3,11, 12, 13, 21, 24,28, 29, 31 dan 33) jaraknya ±10 km, jalan akses kepengeboran juga rusak. |
| 3. | Pasar terlalu sempit dan sering menimbulkan kemacetan saat pasaran |
| 4.
|
Permasalahan kandang sudah pisah dari rumah dan sudah dibuat trak untuk sebagian kecil hal ini dikarenakan karena permasalahan lahan dan biaya |
| 5. | Pakan sulit didapat pada musim kemarau |
| 6. | Belum memahami teknologi pembuatan pakan pada musim kemarau |
| 7. | Jarak mencari pakan ramban jauh dari rumah |
| 8. | Kualitas kambing yang dimiliki peternak saat ini kurang bagus |
| 9. | Belum mengetahui saat birahi kambing |
| 10. | Kurang mengetahui tentang pemeliharaan kambing pasca melahirkan |
| 11. | Belum ada lembaga keuangan untuk peternak kambing |
| 12.
|
Permasalahan terhadap budidaya padi adanya hama dan penyakit( penyakit kresek, sundep dan wereng) |
| 13. | Pemahaman tentang kualitas pakan ternak masih kurang |
- B. Hasil diskusi kelompok kalender musim
- Penyakit yang banyak menyerang ternak kambing di Desa Dander adalah penyakit “gudig”
- Harga jual kambing tinggi pada saat hari raya idhul adha, sedangkan harga kambing turun ketika memasuki musim sekolah dan saat pemupukan tanaman padi.
- Pola bagi hasil yang berkembang di Desa Dander adalah dari keuntungan yang diperoleh 50% untuk yang merawat dan 50% yang memiliki modal.
- Perlu adanya bibit kambing yang unggul
- Dengan pelatihan ternak kambing dapat meningkatkan pengetahuan para peternak
- Dukungan modal diperlukan untuk pengembangan ternak kambing
Form 2. Daftar masalah dari kalender musim
| No | Masalah | Bulan |
| 1 | Pakan sulit didapat saat musim kemarau | Bulan agustus s/d okt |
| 2 | Penyakit pada ternak kambing | Bulan jan dan feb |
| 3 | Harga Jual tinggi | Bulan agustus s/d Nov |
| 4 | Harga Jual Rendah | Bulan jan s/d juli |
| 5 | Serangan hama penyakit pada tanaman padi | Saat musim tanam |
| 6 | Masa Sibuk | Saat musim tanam dan panen |
- C. Hasil diskusi kelompok bagan kelembagaan
Hasil diskusi bagan kelembagaan menunjukkan bahwa desa memiliki peran yang cukup besar, sedangkan lembaga yang memiliki peran cukup kecil adalah RW. Untuk hubungan yang paling dekat dengan masyarakat adalah Desa dan yang paling jauh adalah LMDH. Untuk lembaga yang ada diluar desa yaitu mantri ternak, PPL dan gab. HIPA memiliki peran yang cukup besar, hanya saja hubungan dengan masyarakat tidak begitu dekat.
Form 3. Daftar masalah dari bagan kelembagaan
| No | Lembaga | Jumlah | Peranan | Masalah |
|
|
LPMD | 8 | Pelaksana membangun desa | Lancar |
|
|
Karang Taruna | 20 | Kegiatan kepemudaan | Kekurangan pendanaan |
|
|
RT | 40 | Melayani masyarakat | Lancar |
|
|
RW | 4 | Melayani masyarakat | Lancar |
|
|
BPD | 11 | Mitra kerja pemdes | Lancar |
|
|
HIPA | 13 | Melayani pengairan | Iuran belum masuk semua |
|
|
LMDH | 30 | Melayani masyarakat sekitar hutan | |
|
|
Kelompok tani | 4 | Melayani masyarakat bidang pertanian | Kurang faham tentang pengendalian hama penyakit |
|
|
Kelompok ternak | 10 | Diskusi bidang ternak | Kesehatan ternak kurang |
|
|
PKK | 20 | Pemberdayaan Wanita | |
|
|
Pemdes | 9 | Melayani kebutuhan masyarakat | Lancar |
|
|
Gab. HIPA | 11 | Melayani pengairan tiap-tiap desa | Lancer pada musim kemarau, air tidak merata |
|
|
Mantri ternak | - | Melayani ternak IB | Kesehatan Hewan |
|
|
PPL | - | Melayani pertanian | Kurangnya pemantauan dilapangan |
|
|
Puskesmas | - | Pelayanan kesehatan | Lancar |
Lembaga yang bisa mendukung pengembanga ternak kambing/domba
- Kelompok Ternak
- Kelompok Tani
- Karang Taruana
- RT
- PEMDES
- LMDH
- Dinas Peternakan
Permasalahan pada Ternak Kambing
- Belum memahami pencegahan dan pengobatan penyakit yang menyerang ternak kambing.
- Belum mengetahui cara perawatan yang benar dalam beternak kambing
- Pakan sulit di dapat saat musim kemarau
- Belum ada forum untuk bertemu antar kelompok ternak
- Informasi tentang kawin suntik kambing belum merata pada masyarakat
Ada potensi lahan pekarangan yang bisa di tanami pakan untuk ternak kambing.
Form 4. Pengelompokan masalah dan pengkajian tindakan masalah
| No | Masalah | Penyebab | Potensi | Tindakan yang layak |
| 1. | Karangtaruna belum memiliki sekretariat | Dana
|
Lahan
|
Pembangunan |
| 2.
|
Belum ada forum untuk bertemu antar kelompok ternak | Kurang komunikasi
|
Sudah ada kelompok | Perlu adanya forum pertemuan atau paguyuban |
| 3.
|
Kualitas kambing/domba yang kurang bagus | Belum punya pengetahuan tentang kambing yang berkualitas | - Populasi kambing dan domba ada
- Fasilitas IB ada
|
- Pelatihan dan penyuluhan
- Mendatangkan bibit unggul |
| 4.
|
Belum mengetahui beternak kambing /domba yang baik | Rendahnya pengetahuaan
|
Banyak peternak
|
Pelatihan
|
| 5. | Pakan sulit di dapat saat kemarau | Lahan kering | Banyak lahan kosong | Penanaman pakan |
| 6. | Banyak masyarakat yang belum mengetahui kawin suntik | Masyarakat belum yakin keberhasilan kawin suntik (IB) | Ada mantri ternak | Sosialisasi lebih digalakkan |
| 7. | Sering terjadi kemacetan saat hari pasaran | - Pasar sempit
- Ramai pengunjung |
- Meningkatkan kesejahteraan masyarakat | Pembangunan |
| 8. | Jalan setapak rusak | - Bangunan jalan sudah lama
- Kena air hujan |
Kerja bakti | Pembangunan masuk dalam RPJM desa |
| 9. | Serangan hama dan penyakit pada tanaman padi | Tanaman padi yang terus menerus | Terdapat PPL pada dinas pertanian | Penyuluhan |
Form 5. Penentuan peringkat tindakan
| No | Tindakan yang layak | Pemenuhan kebutuhan orang banyak | Dukungan peningkatan pendapatan masyarakat | Dukungan potensi | Jumlah nilai | Peringkat tindakan |
| 1 | Pembangunan sekretariat karang taruna | 3 | 3 | 3 | 9 | 9 |
| 2 | Pembentukan forum gabungan kelompok ternak kambing | 4 | 5 | 5 | 14 | 3 |
| 3 | Pengadaan bibit kambing yang unggul | 4 | 4 | 4 | 12 | 5 |
| 4 | Pelatihan beternak kambing | 5 | 5 | 5 | 15 | 1 |
| 5 | Penanaman pakan ramban | 4 | 5 | 4 | 13 | 4 |
| 6 | Sosialisasi kawin suntik kambing | 3 | 4 | 4 | 11 | 6 |
| 7 | Mengusulkan pembangunan pasar | 4 | 3 | 3 | 10 | 8 |
| 8 | Pembangunan jalan lingkungan | 5 | 3 | 3 | 11 | 7 |
| 9 | Penyuluhan pertanian | 5 | 5 | 5 | 15 | 2 |
Untuk di Desa Dander tidak membentuk kelompok baru tetapi memberdayakan kelompok ternak yang sudah ada yang diwadahi dalam gabungan kelompok ternak kambing “Margo Mulyo” Desa Dander dengan susunan pengurus sebagai berikut :
Pelindung : Kepala Desa
Penasehat : Mantri ternak
Ketua : Pak Wiji
Wakil : Pak Karji
Bendahara : Pak Basiruni
Sekretaris : Pak Ali
- VI. Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem
Hari / Tanggal : Kamis, 17 Februari 2011
Waktu : Pukul 09.00 – 13.00 WIB
Tempat : Balai Desa
Desa : Bandungrejo
Kecamatan : Ngasem
Acara dimulai tepat pukul 09.00 yang dipandu oleh pendamping desa Bandungrejo dengan susunan acara sbb
- Pembukaan
- Sambutan Kepala Desa
- Penjelasan tentang PRA
- Diskusi kelompok
- Diskusi pleno
- Doa
Kegiatan PRA di Desa Bandungrejo diawali dengan pembukaan yang kemudian dilanjutkan dengan sambutan Kepala Desa Bandungrejo yang memberikan motivasi kepada para peternak untuk bisa memperbaiki kualitas ternak yang selama ini dimiliki, agar pendapatan peternak menjadi lebih baik. Setelah itu dilanjutkan dengan penjelasan tentang pengertian PRA, maksud dan tujuan PRA serta alat yang akan digunakan dalam PRA. Ada tiga alat yang digunakan dalam PRA yaitu sketsa, kalender musim dan bagan kelembagaan. Kemudian peserta dibagi menjadi tiga kelompok dimana kelompok 1 menggunakan alat sketsa desa, kelompok 2 menggunakan alat kalender musim dan kelompok 3 menggunakan alat bagan kelembagaan.
- A. Hasil diskusi kelompok sketsa desa
- Desa Bandungrejo dibagi menjadi lima dusun yaitu : Tluko terletak di utara baledesa, bandung terletak di utara balai desa, Pohwayan terletak di tengah-tengah balaidesa, sawit terletak di selatan balaidesa, putoh terletak di selatan balaidesa
- Fungsi balaidesa untuk rapat secara umum : warga, karang taruna, PKK
- Lokasi balai desa jauh dari dusun tluko, dan bandung
- Jalan dusun puteh dan sawit masih makadam kurang lebih 2km
- Poh wayang jalan yang rusak 2,5 km kondisinya pedel
- Jalan longsor sepanjang 15 m
- Jembatan poh wayang dan sawit rusak
- Sekolahan SD 1 dan SD 2 rusak
- SD 2 belum ada pagar
- Lokasi TK kurang luas
- Kondisi masjid kurang bagus di dusun pohwayan
- Mata pencaharian masyarakat di desa ini adalah buruh tani yang dilakukan oleh perempuan dan laki-laki
- Pendapatan dari jam 06.00-11.00 adalah 15.000 dan dapat makan
- Satu hari pendapatannya kurang lebih 30.000
- Pada musim tanam untuk 1kw mendapat upah 20.000
- Pekerjaan sampingan adalah : beternak sapi, kambing, ayam
- Jalan menuju pasar pasar hewan jauh
- Legi dan pahing adalah pasaran yang diikuti warga dusun bandung rejo
- Jenis kambing adalah gibas dan jawa
- Pakan kambing jawa adalah daun mlandingan, daun pisang, nangka, mangga
- Dalam 1 kandang berisi 3-5 ekor
- Harga kambing kurang lebih 600.000 untuk jantan
- Untuk kambing betina harga kurang lebih 500.000
- System bagi hasil adalah paroan
- System IB sudah jalan 4-5 bulan didusun sawit dan poh wayan
- Sakit pada kambing kambing dan mencret untuk mengatasi adalah pakai domek, temu ireng dan dukun
Form 1. Daftar Masalah dari sketsa desa
| NO | MASALAH |
| 1. | Kondisi balai desa kurang bagus karena bocor dan kayu ada sebgian yang rusak |
| 2. | Gedung aula pertemuan perlu ditambah |
| 3. | Jembatan poh wayang dan sawuh rusak |
| 4. | Terdapat jalan yang rusak |
| 5. | Banyak pengangguran jika musim tanam dan panen selesai |
| 6. | Kandang kambing masih bercampur dengan rumah |
| 7. | Pada musim kemarau sulit mencari mencari pakan ternak |
| 8. | Harga kambing murah ketika hari biasa |
| 9. | Kualitas kambing di bandungrejo masih rendah |
| 10. | Indukan kambing kurang bagus |
| 11. | Pengetahuan tentang pakan yang bagus masih kurang |
| 12. | Belum ada lembaga keuangan untuk pinjaman modal ternak kambing |
| 13. | Kesulitan mencari pupuk |
| 14. | Sawah sering gagal panen |
- B. Hasil diskusi kelompok kalender musim
- Serangan penyakit pada ternak kambing yang sering terjadi adalah mencret, kudis, mata berair dan selalu terjadi setiap tahun
- Pakan ramban sulit didapat saat musim kemarau
- Sistem bagi hasil dalam pengelolaan ternak kambing yang terjadi adalah dari keuntungan di bagi 50% untuk yang punya modal dan 50% untuk peternak.
- Pemahaman masyarakat tentang pemupukan tanaman padi serta serangan hama dan penyakit pada tanaman padi belum begitu baik.
- Masa sibuk petani adalah saat memasuki masa tanam dan panen, setelah itu umumnya petani banyak yang menganggur.
- Memelihara ternak kambing dan sapi adalah sebagai usaha sampingan.
- Harga jual kambing tinggi saat hari raya idhul adha
- Harga jual kambing rendah saat tanaman padi memasuki masa pemupukan atau setelah hari raya idhul adha
- Sistem pengairan untuk tanaman padi adalah tadah hujan
F2. Daftar Masalah Dari Kalender Musim
| No | Masalah | Bulan |
| 1. | Penyakit yang menyerang ternak Kambing | |
| - Mata berair | Nov s/d des | |
| - Kudis | Juli s.d agts | |
| - Mencret | Jan s/d feb | |
| 2 | Ramban agak sulit | Juli s/d Des |
| 3 | Harga Jual kambing tinggi | Sept s/d nov |
| Harga jual kambing rendah | Jan s/d feb | |
| 4 | Serangan hama penyakit pada tanaman padi yaitu sundep dan kresek | Setiap musim tanam |
| 5 | Masa sibuk petani | Mei s/d juli |
| 6 | Masa senggang | Sept/Des |
- C. Hasil diskusi kelompok bagan kelembagaan
Hasil diskusi kelompok bagan kelembagaan menunjukkan bahwa desa memiliki peran yang cukup besar di masyarakat dan hubungannya cukup dekat, sedangkan lembaga yang memiliki peran cukup kecil adalah karangtaruna dan hubungannya jauh dengan masyarakat. Untuk lembaga yang ada diluar desa yaitu mantri ternak, PPL dan kesehatan memiliki peran yang cukup besar, tetapi hubungannya cukup jauh dengan masyarakat.
F3. Daftar Masalah Dari Bagan Kelembagaan
| No | Lembaga | Peranannya | Keberhasilan |
| 1. | Karang Taruna | Kegiatan kepemudaan | - |
| 2. | RT | Memberi informasi pada masyarakat | Kebersihan lingkungan |
| 3. | Kelompok Tani | Memberi pelayanan petani (Pupuk, bibit, obat-obatan) | Padi bagus |
| 4. | BPD | Mitra kerja PEMDES | Pengawasan pembangunan |
| 5 | PEMDES | Pelayanan Masyarakat | bagus |
| 6 | SPP | Simpan pinjam | bagus |
| 7 | MANAKIB | Siar Agama | bagus |
| 8 | PPL | Penyuluh pertanian | - |
| 9 | MANTRI TERNAK | Penyuluh ternak | - |
| 10 | KESEHATAN | Penyuluh kesehatan | - |
Lembaga yang medukung ternak kambing adalah:
- RT
- BPD
- PEMDES
- Mantri Ternak
Persoalan dalam ternak kambing
- Kambing mencret
- Tidak tau pengobatan, penyebabnya
- Pakan sulit ketika musim kemarau
- Mencari pakan jauh saat musim kemarau
- Kawin suntik tidak berhasil
- Tanda-tanda kambing birahi (teriak-teriak, keluar lender)
- Belum ada kelompok ternak kambing
Potensi
- Persedian pakan ( daun lamtoro, rumput, daun waru dll)
- Lahan pertanian bisa ditanami ramban ( pakan kambing)
- Jenis kambing (jawa, gibas)
F4. Pengelompokan Masalah Dan Pengkajian Tindakan Masalah
| No | Masalah | Penyebab | Potensi | Tindakan Yang Layak |
| 1. | Belum mengetahui beternak kambing yang baik (pakan, Kandang, penyakit) | Belum ada informasi | - Banyak peternak
- Ada mantra ternak |
Perlu ada sekolah tentang ternak/ penyuluhan |
| 2 | Jalan rusak | - Longsor
- Dilewati truk |
- Ada pasir, batu
- Ada tenaga untuk gotong royong |
Dibangun/diperbaiki |
| 3 | Belum banyak masyarakat yang mengetahui Kawin suntik | Informasi belum sampai ke masyarakat | - Ada mantri
- Ada peternak |
Sosialisasi kawin suntik kambing |
| 4 | Jembatan poh wayang dan sawit rusak | - Dilewati trek besar
- Masih terbuat dari kayu |
- Tenaga kerja | dibangun |
| 5 | Balai desa rusak | - Bangunan sudah tua | - Ada tenaga kerja | dibangun |
| 6 | Cari pakan jauh dan sulit didapat | - gak ada hujan | - Lahan pekarangan luas
- Tenaga kerja banyak |
Menanam pakan sendiri |
| 7 | Belum mengetahui penyebab dan penanggulangan penyakit kambing | - Tidak ada informasi | - Masyarakat mau belajar | Pelatihan masalah kambing |
| 8 | Belum ada kelompok ternak kambing | Tidak ada koordinasi | - Ada perkumpulan RT/RW
- Ada peternak |
Segera dibentuk kelompok ternak |
| 9 | Belum mengetahui penyebab dan pencegahan hama penyakit tanaman padi | - Gak ada penyuluhan pertanian
- Kelompok tani gak berfungsi |
- Ada penyuluh
- Ada lahan pertanian - Ada kelompok tani
|
Mendayagunakan kelompok tani |
| 10 | Belum mengetahui lembaga keuangan yang bisa mendukung ternak kambing | Tidak ada infromasi
|
- Ada peternak | Membentuk lembaga keuangan desa |
Form 5. Penentuan peringkat tindakan
| No | Tindakan yang layak | Pemenuhan kebutuhan orang banyak | Dukungan peningkatan pendapatan masyarakat | Dukungan potensi | Jumlah nilai | Peringkat tindakan |
| 1 | Pelatihan tentang ternak kambing | 5 | 5 | 4 | 14 | 3 |
| 2 | Membangun jalan yang rusak | 5 | 4 | 4 | 13 | 5 |
| 3 | Sosialisasi kawin suntik kambing | 3 | 5 | 4 | 12 | 6 |
| 4 | Membangun jembatan poh wayang dan sawit | 5 | 3 | 3 | 11 | 7 |
| 5 | Memperbaiki balai desa yang rusak | 4 | 3 | 3 | 10 | 10 |
| 6 | Menanam pakan ternak kambing di lahan pekarangan | 3 | 4 | 4 | 11 | 8 |
| 7 | Penyuluhan khusus tentang penyakit kambing | 5 | 5 | 4 | 14 | 2 |
| 8 | Pembentukan kelompok ternak | 5 | 5 | 5 | 15 | 1 |
| 9 | Penyuluhan tentang pertanian | 5 | 4 | 4 | 13 | 4 |
| 10 | Membentuk lembaga keuangan desa yang mendukung ternak kambing | 3 | 4 | 3 | 10 | 9 |
Selanjutnya acara diakhiri dengan pembentukan kelompok untuk menjawab salah satu masalah yang selama ini terjadi yaitu belum adanya kelompok ternak sebagai tempat untuk berdiskusi dan sharing tentang persoalan ternak kambing dengan susunan pengurus sebagai berikut :
Nama kelompok ternak : Maju Makmur
Pelindung : Kades
Penasehat : Mantri Ternak
Ketua : Sukirno
Wakil : Lagianto
Bendahara : Roikun
Sekretaris : Purwanto
Salam,

AHMAD FATHONI berkata,
Desember 26, 2011 @ 4:02 pm
ffffffffffffffffff