UKM Indonesia

Februari 9, 2008

Di ANaKTIrikan

Diarsipkan di bawah: Inspirasi, Manajemen — Cak Arif @ 12:02 am
Tags: ,

Saat masih ramainya bunga Anthurium kata tongkol adalah uang jutaan rupiah karena satu biji anthurium adalah puluhan ribu sedangkan satu tongkol mencapai ratusan biji bisa anda bayangkan berapa harga pertongkol Hokery saat itu. Yang saya ceritakan ini adalah Hokery karena jumlahnya hanya satu sehingga perawatannya over dosis, saat itu pemberian pupuk untuk pembungaan kelebihan sehingga saat tanaman berumur 4 bulan terjadi percepatan terbentuknya tongkol bunga, saya berfikir bahwa tongkol tersebut tidak akan jadi, karena kondisi tanaman yang masih kecil.

Ternyata 3 minggu yang lalu tongkol ini menjadi merah (matang) yang siap untuk dibenihkan tetapi karena saya berfikir negatif maka saya hanya mengambilnya, lalu saya benamkan ke media sekitar tanaman tersebut dan seminggu kemudian saya lihat ternyata biji tersebut telah tumbuh 1 Cm, dan 2 tongkol menunjukkan tanda-tanda kematangan dengan mengeluarkan semburat merah ditongkolnya.

Perlu diketahui bahwa secara pribadi kurang suka terhadap anthurium karena tidak mempunyai bungan hanya daun dan tongkol aja, sehingga saya lebih cenderung memilik adenium yang memiliki keragaman bunga dan batang yang sangat bagus. Dengan tumbuhnya tongkol kecil dan benih membuat ingatan saya tentang UKM melon di kota Lawang Malang yang mengundang teman-teman pengajian karena melonnya panen. Saya yang saat itu masih kuliah datang dengan antusias dengan satu Bison berjumlah 20 orang datang untuk memetik buah melon dari batangnya.

Setelah puas memetik dan membawa hasil “rampasan” melon dengan argumen untuk teman di kost, kita semua dikumpulkan di gubuk tengah sawah untuk mendengarkan murobbhi yaitu Mas Nanang yang bercerita bagaimana proses bertanam Melon dan Cabe kecil dan kenapa mengundang teman-teman pengajian.

Mas Nanang 3 tahun lamanya menanam melon dan berhasil membukukan keuntungan yang lumayan sehingga bisa menciptakan sistem bagi hasil dengan rekan pemodalnya, biasanya Mas Nanang selalu menanam dengan sistem Tumpang sari sebagai faktor kehati-hatian. Harapannya kalau melon harganya jatuh akan ditompang cabe besar atau kecil demikian sebaliknya. Tiga tahun perjalanan tanaman melon selalu menempati peringkat pertama dalam perolehan keuntungan dibandingkan dengan tanaman yang lain, sehingga menurut perkiraan Mas Nanang saat ini adalah momen yang sangat bagus karena panen saat hari raya.

Mas Nanang investasi untuk tanaman melon ini sampai 90% untuk melon, yang 10% hanya untuk tanaman cabe kecil itupun karena ada benih cabe yang sudah siap tanam dan sayang kalau dibuang (karena dia juga jual benih cabe ke petani lainnya). Hari raya itupun datang dan panen juga melimpah kenyataan yang terjadi adalah buah melon harganya turun karena terjadi over stok di pasar. Mas Nanang sangat bersyukur karena ada tanaman cabe yang dianak tirikan mencapai harga sangat tinggi karena Cabe saat itu harga perkilonya 150.000,-, sehingga investasinya tidak terlalu banyak kerugiannya.

Permasalahan yang terjadi adalah faktor kehati-hatian sangat penting dalam dunia UKM, jangan suka menganak tirikan sesuatu karena sering terjadi melon dan Cabe atau Adenium dan Hokery kecil saya, dimana yang kita anak tirikan membawa hasil lebih bagus dibandingkan anak kesayangan. Kerja adalah ibadah, syukur dan iklas adalah rohnya ….. maka setelah kerja keras iklaskan itu hanya untukNya dan kita hanya berdoa semoga Rizky selalu bertambah…..

Salam,
Cak Arif

Belum Ada Tanggapan »

Belum ada komentar.

RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik

Tinggalkan komentar

Blog pada WordPress.com.