Sisi Lain Lapindo
Pembagian uang ganti rugi lapindo kepada warga siring membuat sisi yang berbeda dimana ada beberapa orang yang siap mental, membuat lebih kreatif untuk berusaha dengan prioritas utama keluarga.Dengan membeli rumah disekitar desa Krembung dengan harga terjangkau, berharap ada sisa uang untuk membuka toko sebagai penghasilan keluarga setelah sawah mereka tertelan lumpur lapindo.
Pagi itu, saya dapat telpun dari teman yang ngurusi Lapindo, mengabarkan mau ada tamu. Salah satu warga Jatirejo korban lapindo yang baru mendapat uang ganti rugi pula, dengan tujuan mencari info tentang bisnis apa yang pantas bagi Dia. Ibu muda yang sudah mempunyai anak berumur 5 tahun dan lulusan SMA yang tidak bisa melanjutkan kulia karena lumpur lapindo.
Setelah pembicaraan masalah bisnis, iseng2 saya tanyakan kenapa sih bu kok bingung tanpa dinyana eh malah nangis dan cerita bahwa suaminya membawa kabur uang ganti rugi yang baru aja diterimanya. Karena memang uang ganti rugi tersebut adalah haknya, karena tanah tersebut tanah warisan dari Ibu kandungNya.
Duh, siapa yang salah dari keteledoran ini dan kalau kita masuk dan jeli banyak penderitaan selain sedikit kegembiraan wilayah porong karena peredaran uang segitu banyak dari Lapindo ………
Ah memang dua sisi selalu berlawanan dan hanya orang yang siap mental aja yang berhasil …
Salam,
begitu banyak tragedi kemanusiaan yang muncul dari skema penyelesaian ala lapindo ini cak. antar saudara yang tiba2 berebut warisan, kasus yang sampeyan sampaikan tadi saya sudah dengar beberapa kali, juga banyak kasus2 kemanusiaan lainnya. Belum lagi mereka yang belum menerima apa2 meski bencana ini sudah berlangsung hampir 2 tahun. Dan pemerintah sepertinya tutup mata dan telinga akan hal ini.
salam keprihatinan dari sidoarjo,
korbanlapindo
Komentar oleh korbanlapindo — April 11, 2008 @ 7:47 am