Perjalanan Makasar Palopo menyisakan rasa pada produk yang enak, original/ khas tapi dikemas kurang menarik produk tersebut adalah gogos yang terbuat dari ketan yang ditanak lalu dibungkus daun pisang kemudian dibakar. dihidangkan dengan telur bebek tawar alias tanpa penggaraman tapi gurih karena rasa telur memang sudah gurih.
Kunjungan yang kedua ke Makasar saya sempat mampir ke sebuah kafe di bandara Hasanudin yang menyajikan Roti Boy dan kopi, tentang kopi ini saya sangat gak enak hati ketika saya minta kopi hitam yang kalau di Jawa itu kopi tubruk yang cara pengolahannya atau cara menyeduh tidak baik karena pakai air termos yang seharusnya harus pakai air mendidih. Tahu deh akibatnya langsung perut terasa mual.
Dari sinilah idea membuat kafe gogos dengan nuansa alami timbul dimana dalam Kafe Gogos ini ada acara gogos bakar, dengan penyajian kopi asli sulawesi yang terkenal bagus dengan mutunya.
Bagaimana teman-teman Sulawesi mau bikin kafe tempat, di Bandara Baru sangat mendukung untuk itu, karena saya yakin kunjungan ke Sulawesi tanpa disambut dengan khas sulawesi maka terasa hampa Yuk kita hidupkan nuasa asli kita, jangan sepelekan budaya dan makanan Indonesia yang beragam ini.
Yuk kita hormati keanakaragaman budaya, makanan, alam dengan memberdayakan alam dengan bijaksana kalau perlu buat waralaba untuk makanan khas daerah
Salam,
Cak Arif
Wah asyiknya ada kafe yang memiliki ciri khas Makasar, karena terkadang datang dari rantau pertama yang ingin ku jamah adalah makanan. Oke juga thuh ideanya. Kapan berdiri di bandara baru
Komentar oleh Syaiful — Januari 22, 2008 @ 10:03 pm
pingin seeh ke makassar, tp gara2 banyak kerusuhan jadi mikir2 dulu lah……….:P
Komentar oleh bony — Maret 4, 2008 @ 7:21 am
salam bapak arif,
saya ingin bertanya, sekiranya ada di pengetahuan bapak, pengusaha kebun bunga Heliconea di indonesia. saya ingin bertukar2 idea kerana saya berencana mau usahakan kebun bunga itu kecil2an di sini.
terimakasih. salam. asmadi. ini email kedua saya, hari ini!
Komentar oleh Asmadi (Dari Malaysia) — Maret 24, 2008 @ 11:38 am